Wajah yang sering memerah tiba-tiba, terasa panas, dan kerap disalahartikan sebagai jerawat biasa atau alergi, bisa jadi adalah tanda rosacea. Rosacea adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan kemerahan dan bintil mirip jerawat di area wajah seperti pipi, hidung, dahi, dan dagu. Artikel ini membantu kamu mengenali gejalanya sejak dini dan memahami cara merawat kulit rosacea agar tidak makin parah, termasuk pilihan pengobatannya.
Pernah merasa wajah tiba-tiba memerah, terasa panas atau perih, dan kemerahannya tidak kunjung hilang? Kondisi ini sering disangka jerawat biasa atau reaksi alergi, padahal bisa jadi itu rosacea.
Rosacea adalah kondisi kulit yang cukup umum tapi sering tidak dikenali. Karena gejalanya mirip masalah kulit lain, banyak penderita yang terlambat menyadarinya. Padahal, mengenali rosacea sejak dini sangat penting untuk mencegahnya bertambah parah. Mari kita bahas.
Apa Itu Rosacea?
Rosacea adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang ditandai dengan kemerahan dan bintil di wajah, biasanya muncul di masa dewasa pada area hidung, pipi, dahi, atau dagu. Yale Medicine menyebut kondisi ini cukup umum, memengaruhi sekitar 5 persen populasi dunia, dan paling sering dialami orang dengan warna kulit cerah.
Yang perlu dipahami, rosacea bersifat kronis, artinya tidak bisa benar-benar disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikelola dengan baik. Tanpa penanganan, kondisinya bisa memburuk secara bertahap.
Gejala Rosacea yang Perlu Diwaspadai
Rosacea punya beberapa gejala khas yang membedakannya dari masalah kulit lain. Berdasarkan penjelasan Cleveland Clinic, inilah yang paling umum:
1. Flushing (wajah memerah)
Banyak penderita punya riwayat sering memerah tiba-tiba. Kemerahan wajah yang datang dan pergi adalah tanda paling awal.
2. Kemerahan menetap
Kemerahan yang bertahan, mirip blush atau sunburn yang tidak kunjung hilang.
3. Bintil dan jerawat
Muncul bintil kecil padat atau jerawat berisi nanah. Bedanya dengan jerawat biasa, rosacea tidak menyebabkan komedo (blackhead), dan sering disertai rasa terbakar atau perih.
4. Pembuluh darah terlihat
Pembuluh darah kecil tampak seperti garis merah tipis di bawah kulit.
5. Iritasi mata
Pada sebagian penderita (ocular rosacea), mata bisa terasa perih, berair, atau memerah.
Baca Juga: Toner: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakan, dan Tips Memilih yang Tepat
Penyebab Rosacea
Sampai sekarang, penyebab pasti rosacea belum sepenuhnya diketahui. Namun para ahli menduga ada beberapa faktor yang berperan.
AAD menjelaskan bahwa banyak gejala rosacea, mulai dari flushing hingga breakout mirip jerawat, kemungkinan berkaitan dengan peradangan (inflamasi).
Selain faktor inflamasi, beberapa hal lain yang diduga berperan adalah tungau mikroskopis Demodex yang hidup di kulit, serta kemungkinan infeksi bakteri seperti H. pylori.
Faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh juga diperkirakan ikut berkontribusi.
Faktor Risiko Rosacea
Beberapa kelompok lebih rentan mengalami rosacea.
Kondisi ini umumnya mulai muncul antara usia 30 dan 50 tahun, dan paling sering dialami orang dengan warna kulit cerah, terutama perempuan, seperti dicatat Aurora Health Care.
Meski perempuan lebih sering didiagnosis, laki-laki justru berisiko lebih tinggi mengalami penebalan kulit. Riwayat keluarga dengan rosacea juga meningkatkan risiko.
Selain itu, ada berbagai pemicu (trigger) yang dapat memicu flare-up, antara lain paparan sinar matahari dan panas, stres emosional, makanan pedas, minuman panas, alkohol, kafein, serta perubahan suhu ekstrem.
Mengenali dan menghindari pemicu pribadi adalah bagian penting dari pengelolaan rosacea.
Pengobatan Rosacea
Meski tidak bisa disembuhkan total, rosacea sangat bisa dikelola.
AAD menjelaskan bahwa rencana perawatan biasanya mencakup menghindari pemicu, perawatan kulit yang lembut, perlindungan matahari, serta kombinasi obat dan terapi lain sesuai kebutuhan.
Untuk kemerahan, terapi laser dan intense pulsed light (IPL) bisa membantu mengurangi flushing dan menyamarkan pembuluh darah yang terlihat.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa laser dapat digunakan untuk menghilangkan pembuluh darah yang terlihat dan mengurangi kemerahan pada kulit.
Untuk bintil dan jerawat, dokter biasanya meresepkan obat topikal seperti azelaic acid, atau obat lain sesuai kondisi.
Untuk kemerahan menetap, dokter dapat meresepkan obat yang menyempitkan pembuluh darah untuk mengurangi flushing.
Penting dicatat, terapi laser untuk rosacea sebaiknya selalu dilakukan oleh profesional.
Di tangan orang yang tidak berpengalaman, terapi laser atau light bisa berbahaya dan menyebabkan luka bakar, perubahan warna kulit permanen, atau jaringan parut.
Baca Juga: IPL Treatment: Definisi, Manfaat & Cara Kerjanya
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau kamu mengalami kemerahan wajah yang sering datang dan tidak kunjung hilang, disertai rasa panas, perih, atau bintil mirip jerawat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Karena rosacea mudah disalahartikan sebagai kondisi lain seperti jerawat atau alergi, diagnosis profesional penting untuk memastikan penanganan yang tepat.
Semakin cepat ditangani, semakin mudah dikendalikan agar tidak bertambah parah.
Kelola Rosacea dengan Laser Treatment di Sozo
Salah satu pendekatan efektif untuk mengurangi kemerahan dan flushing akibat rosacea adalah terapi laser, yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis profesional di klinik tepercaya.
Sozo Skin Clinic menyediakan laser treatment yang dapat membantu mengurangi tampilan kemerahan akibat rosacea, ditangani oleh tenaga medis profesional.
Untuk informasi lebih lanjut atau menemukan klinik kecantikan tepercaya, kamu bisa mengunjungi Sozo Skin Clinic.
Yuk, konsultasikan kondisi kulitmu dengan tim dokter Sozo untuk menentukan penanganan rosacea yang paling sesuai!
Referensi
- Cleveland Clinic. Rosacea: Symptoms, Causes, Triggers & Treatment.
- Yale Medicine. Rosacea Fact Sheet.
- AAD. Rosacea: Diagnosis and Treatment.
- Aurora Health Care. Rosacea Symptoms & Treatment.

