Vitiligo merupakan kondisi kronis yang menyebabkan kulit kehilangan pigmen sehingga muncul bercak putih dengan batas yang jelas. Kondisi ini tidak menular, dapat dialami siapa saja, dan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan penyakit autoimun lain.
Tabel Ringkasan Vitiligo
| Informasi | Penjelasan yang Harus Ditulis |
| Nama Kondisi | Vitiligo |
| Pengertian | Kondisi kronis yang menyebabkan hilangnya pigmen pada kulit akibat kerusakan atau berhentinya fungsi melanosit |
| Penyebab Utama | Belum diketahui secara pasti; paling sering berkaitan dengan proses autoimun, faktor genetik, stres oksidatif, dan pemicu lingkungan |
| Gejala Utama | Bercak putih susu dengan batas jelas dan permukaan kulit yang biasanya tetap normal |
| Area yang Sering Terkena | Wajah, tangan, jari, kaki, siku, lutut, lipatan tubuh, sekitar mata dan mulut, serta area genital |
| Menular? | Tidak |
| Bisa Sembuh? | Belum dapat disembuhkan secara permanen, tetapi perkembangan dapat dikontrol dan sebagian warna kulit dapat kembali |
| Siapa yang Berisiko? | Orang dengan riwayat keluarga vitiligo atau penyakit autoimun tertentu |
| Diagnosis | Pemeriksaan kulit, lampu Wood, dermoskopi, dan pemeriksaan tambahan bila diperlukan |
| Kapan Harus ke Dokter? | Saat bercak putih baru muncul, menyebar, mengenai rambut atau mukosa, atau menimbulkan dampak psikologis |
Tidak semua bercak putih pada kulit disebabkan oleh jamur. Salah satu kemungkinan lainnya adalah vitiligo.
Penyakit kronis ini menyebabkan hilangnya pigmen pada bagian kulit tertentu. Kondisi ini tidak menular dan dapat dialami siapa saja.
Perkembangannya sulit diprediksi karena bercak dapat tetap kecil, menyebar, atau berhenti bertambah dalam periode tertentu.
Untuk membantu Anda mengenali kondisi ini lebih lanjut, mari pahami penyebab, cara terjadi dan pengobatan vitiligo!
Apa Itu Vitiligo?

Vitiligo adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan hilangnya pigmen pada bagian kulit tertentu.
Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih berbatas cukup jelas, tetapi permukaan kulit biasanya tetap rata dan tidak bersisik.
Perubahan warna terjadi ketika melanosit, yaitu sel penghasil melanin, rusak atau berhenti bekerja.
Selain kulit, vitiligo dapat memengaruhi rambut dan jaringan mukosa, seperti bagian dalam mulut.
Vitiligo tidak menular dan dapat dialami siapa saja. Kondisi ini berbeda dari eksim atau panu yang disebabkan oleh infeksi jamur dan biasanya menimbulkan sisik halus pada permukaan kulit.
Bagaimana Vitiligo Terjadi?
Vitiligo terjadi ketika melanosit, yaitu sel penghasil melanin, rusak atau berhenti berfungsi. Melanin memberi warna pada kulit. Saat produksinya terganggu, area kulit kehilangan pigmen dan membentuk bercak putih.
Proses terjadinya vitiligo dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Melanosit Memproduksi Melanin: Dalam kondisi normal, melanosit menghasilkan melanin yang menentukan warna kulit.
- Sistem Imun Keliru Menyerang Melanosit: Pada vitiligo, sistem imun dapat menganggap melanosit sebagai sel berbahaya lalu menyerangnya.
- Melanosit Mengalami Kerusakan: Serangan imun memicu peradangan yang merusak atau menghentikan fungsi melanosit.
- Produksi Melanin Menurun: Ketika melanosit tidak lagi bekerja optimal, kulit mulai terlihat lebih pucat.
- Terbentuk Bercak Putih: Hilangnya melanin membuat area kulit berubah menjadi putih dengan batas yang cukup jelas.
- Bercak Dapat Berkembang: Bercak dapat menetap atau berhenti berkembang selama periode tertentu.
Baca Juga: Psoriasis: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Pengobatan
Penyebab Vitiligo
Penyebab pasti vitiligo belum diketahui. Kondisi ini diduga terjadi akibat gabungan faktor imun, genetik, ketahanan melanosit, dan lingkungan.
Namun secara umum, berikut berbagai penyebab munculnya vitiligo:
1. Reaksi Autoimun
Sistem imun keliru mengenali melanosit sebagai ancaman lalu menghancurkannya. Mekanisme ini terutama terjadi pada vitiligo nonsegmental dan dapat berkaitan dengan penyakit tiroid autoimun, diabetes tipe 1, alopecia areata, atau anemia pernisiosa.
2. Faktor Genetik
Riwayat vitiligo pada orang tua atau saudara kandung meningkatkan risiko, tetapi tidak memastikan kondisi ini akan diwariskan.
3. Stres Oksidatif pada Melanosit
Stres oksidatif terjadi ketika radikal bebas di dalam sel melebihi kemampuan antioksidan tubuh untuk menetralkannya. Kondisi ini merusak melanosit dan memicu respons imun terhadap sel tersebut.
4. Kerentanan Melanosit
Melanosit lebih mudah rusak saat menghadapi radiasi ultraviolet, peradangan, atau paparan senyawa fenol. Kerusakan tersebut mengganggu produksi melanin dan meningkatkan risiko terbentuknya bercak putih.
5. Mekanisme Saraf
Pada vitiligo segmental, zat kimia dari ujung saraf diduga merusak melanosit pada satu sisi tubuh. Teori ini digunakan untuk menjelaskan pola bercak yang terbatas pada satu area, tetapi mekanismenya masih diteliti.
6. Pemicu Lingkungan dan Trauma Kulit
Luka, goresan, kulit terbakar matahari, paparan senyawa fenol, hingga stres dapat memicu bercak baru. Faktor ini memicu vitiligo pada orang dengan kerentanan genetik, bukan menjadi penyebab tunggal.
Faktor Risiko Vitiligo
Faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami vitiligo. Kondisi ini juga dapat muncul tanpa riwayat keluarga atau penyakit autoimun.
Siapa pun dapat mengalami vitiligo. Namun, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan kerentanan:
- Riwayat Keluarga: Risiko meningkat jika orang tua atau saudara kandung mengalami vitiligo.
- Penyakit Tiroid Autoimun: Penyakit Hashimoto dan Graves sering dikaitkan dengan vitiligo.
- Diabetes Tipe 1: Kedua kondisi melibatkan gangguan sistem imun.
- Alopecia Areata: Kerontokan rambut berbentuk bercak dapat muncul bersama vitiligo.
- Anemia Pernisiosa: Penyakit autoimun ini dapat menjadi kondisi penyerta.
- Penyakit Autoimun Lain: Contohnya lupus, artritis reumatoid, dan penyakit Addison.
- Paparan Senyawa Fenolik: Bahan kimia tertentu dapat merusak melanosit dan memicu bercak putih.
- Trauma Kulit Berulang: Luka, gesekan, tekanan, dan terbakar matahari dapat memicu bercak baru.
- Awitan Sejak Anak-Anak: Vitiligo yang muncul dini dapat berkaitan dengan penyebaran lebih luas atau riwayat autoimun keluarga.
Gejala Vitiligo
Gejala utama vitiligo adalah bercak yang lebih putih daripada kulit sekitarnya. Bentuk, lokasi, dan kecepatannya menyebar dapat berbeda pada setiap orang.
Berbeda dari panu, bercak vitiligo umumnya tidak memiliki sisik halus. Inilah beberapa gejala yang perlu kamu waspadai:
- Bercak Putih Berbatas Tegas: Warnanya dapat tampak putih susu atau putih kapur.
- Permukaan Tetap Rata: Bercak umumnya tidak menebal, bersisik, atau berubah tekstur.
- Ukuran Bercak Berubah: Bercak dapat menetap, meluas perlahan, atau bertambah cepat.
- Pola Simetris: Vitiligo nonsegmental sering muncul pada sisi kanan dan kiri tubuh.
- Pola Satu Sisi: Vitiligo segmental biasanya terbatas pada satu area atau satu sisi tubuh.
- Rambut Berubah Putih: Rambut kepala, alis, bulu mata, atau janggut pada area bercak dapat kehilangan warna.
- Mukosa Kehilangan Pigmen: Perubahan warna dapat mengenai bagian dalam mulut, hidung, atau area genital.
- Muncul Setelah Trauma: Bercak baru dapat terbentuk pada lokasi luka, tekanan, atau gesekan.
- Mudah Terbakar Matahari: Kulit tanpa melanin lebih rentan mengalami sunburn.
- Gatal Ringan: Vitiligo biasanya tidak gatal atau nyeri, tetapi sebagian orang merasakan gatal sebelum bercak muncul.
- Tepi Bercak Kemerahan: Kondisi ini dapat terlihat saat vitiligo masih aktif.
Bagian Tubuh yang Sering Terkena Vitiligo

Vitiligo dapat muncul di seluruh tubuh. Bagian wajah dan leher biasanya lebih responsif terhadap repigmentasi karena memiliki lebih banyak folikel rambut yang menyimpan melanosit.
Namun, ujung jari, tangan, kaki, bibir, dan area dengan sedikit folikel rambut cenderung lebih sulit merespons terapi.
Adapun beberapa bagian tubuh yang sering terkena vitiligo di antaranya:
- Wajah dan Leher: Area ini sering terlihat jelas karena terbuka dan banyak terpapar cahaya matahari.
- Sekitar Mata: Termasuk area periorifisial, yaitu kulit di sekitar lubang tubuh.
- Sekitar Mulut dan Hidung: Melanosit pada area periorifisial dapat ikut terdampak proses autoimun.
- Tangan dan Jari: Sering terkena gesekan atau luka kecil.
- Pergelangan Tangan: Gesekan dari jam, gelang, atau pakaian dapat memicu fenomena Koebner pada orang yang rentan.
- Kaki dan Jari Kaki: Tekanan dari alas kaki dan gesekan berulang dapat memicu bercak baru.
- Siku dan Lutut: Area ini sering mengalami tekanan dan gesekan.
- Ketiak dan Selangkangan: Lipatan kulit mengalami gesekan berulang dan kelembapan.
- Area Genital: Vitiligo dapat mengenai kulit maupun jaringan mukosa di area tersebut.
- Kulit Kepala: Bercak dapat disertai perubahan rambut menjadi putih.
- Bagian Dalam Mulut: Vitiligo mukosal dapat menyebabkan jaringan tampak lebih pucat.
Baca Juga: Hiperpigmentasi: Penyebab, Jenis & Treatment agar Kulit Lebih Merata
Jenis-Jenis Vitiligo
Vitiligo terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu nonsegmental dan segmental. Vitiligo nonsegmental kemudian dibedakan lagi berdasarkan lokasi dan pola penyebaran.
Klasifikasi vitiligo perlu dilakukan guna menemukan pilihan penanganan yang tepat. Mari simak jenis-jenisnya sebagai berikut:
1. Vitiligo Nonsegmental

Vitiligo nonsegmental merupakan jenis yang paling umum dan biasanya menimbulkan bercak pada kedua sisi tubuh.
Polanya cenderung simetris, misalnya muncul pada kedua tangan, siku, lutut, atau sisi wajah. Perkembangannya sulit diprediksi karena bercak dapat berhenti menyebar, lalu kembali aktif.
Ciri-ciri Vitiligo Nonsegmental:
- Muncul pada kedua sisi tubuh.
- Polanya cenderung simetris.
- Dapat menyebar secara bertahap.
- Sering berkaitan dengan autoimunitas.
- Mengalami fase aktif dan stabil.
2. Vitiligo Segmental

Vitiligo segmental menyebabkan bercak pada satu sisi atau satu bagian tubuh, seperti sisi kanan wajah atau satu lengan.
Jenis ini sering muncul pada usia muda dan berkembang cepat selama 6 bulan hingga 2 tahun pertama. Setelah itu, penyebarannya cenderung berhenti dan menjadi stabil.
Ciri-ciri Vitiligo Segmental:
- Terbatas pada satu sisi tubuh.
- Sering muncul pada usia muda.
- Berkembang cepat pada fase awal.
- Mengikuti pola memanjang pada kulit.
- Rambut pada area bercak dapat memutih.
3. Vitiligo Generalisata

Vitiligo generalisata merupakan bentuk nonsegmental yang menyebabkan bercak pada banyak bagian tubuh. Bercak biasanya muncul secara simetris pada wajah, tangan, siku, lutut, atau kaki.
Ciri-ciri Vitiligo Generalisata:
- Muncul pada banyak area tubuh.
- Bercak cenderung simetris.
- Dapat meluas secara bertahap.
- Termasuk pola yang sering ditemukan.
- Dapat mengalami periode stabil.
4. Vitiligo Acrofacial

Vitiligo acrofacial terutama mengenai wajah dan area akral, yaitu ujung tangan serta kaki. Bercak sering terlihat di sekitar mata, mulut, jari tangan, dan jari kaki.
Area tersebut cenderung lebih sulit mengalami repigmentasi karena memiliki cadangan melanosit pada folikel rambut yang lebih sedikit.
Ciri-ciri Vitiligo Acrofacial:
- Mengenai wajah.
- Muncul pada tangan atau kaki.
- Dapat mencapai ujung jari.
- Sering terlihat di sekitar mata dan mulut.
- Area akral lebih sulit mengalami repigmentasi.
5. Vitiligo Mukosal

Vitiligo mukosal mengenai jaringan mukosa, terutama bagian dalam mulut dan area genital. Kondisi ini dapat muncul tanpa bercak kulit atau bersamaan dengan vitiligo pada bagian tubuh lain.
Diagnosis memerlukan pemeriksaan langsung karena perubahan warna pada mukosa dapat menyerupai gangguan pigmentasi lainnya.
Ciri-ciri Vitiligo Mukosal:
- Mengenai bagian dalam mulut.
- Dapat muncul pada area genital.
- Jaringan terlihat lebih pucat atau putih.
- Dapat disertai bercak pada kulit.
- Memerlukan pemeriksaan dokter.
6. Vitiligo Fokal

Vitiligo fokal ditandai oleh satu atau sedikit bercak yang terbatas pada satu area tubuh. Bercak belum menunjukkan pola simetris seperti vitiligo nonsegmental atau pola satu sisi yang jelas seperti vitiligo segmental.
Ciri-ciri Vitiligo Fokal:
- Muncul pada area kecil.
- Jumlah bercak sedikit.
- Pola penyebaran belum jelas.
- Dapat menetap tanpa meluas.
- Perlu dipantau secara berkala.
7. Vitiligo Universal

Jenis vitiligo ini merupakan bentuk langka yang menyebabkan hilangnya pigmen pada hampir seluruh permukaan kulit.
Pigmen alami hanya tersisa pada area kecil sehingga warna kulit tampak hampir seragam. Kondisi ini membutuhkan perlindungan matahari ketat.
Ciri-ciri Vitiligo Universal:
- Mengenai hampir seluruh kulit.
- Pigmen alami hanya tersisa sedikit.
- Kulit lebih rentan terbakar matahari.
- Dampak psikologis dapat lebih besar.
- Pilihan terapi memerlukan evaluasi khusus.
8. Vitiligo Campuran

Vitiligo campuran terjadi ketika pola segmental dan nonsegmental muncul pada orang yang sama.
Bercak dapat terlihat pada satu sisi tubuh, sementara bercak lain muncul secara simetris di kedua sisi. Penyakit ini lebih kompleks sehingga terapi perlu disesuaikan dengan kondisi.
Ciri-ciri Vitiligo Campuran:
- Memiliki pola segmental dan nonsegmental.
- Terdapat bercak pada satu sisi tubuh.
- Bercak lain muncul secara simetris.
- Perkembangannya lebih kompleks.
- Terapi disesuaikan dengan aktivitas penyakit.
Perbedaan Vitiligo dengan Bercak Putih Lainnya
Vitiligo berbeda dari bercak putih lain seperti panu. Perbedaannya terlihat dari warna, batas, tekstur, dan penyebabnya.
Panu adalah infeksi jamur superfisial yang biasanya memiliki sisik halus, sedangkan bercak vitiligo umumnya tidak bersisik.
Perubahan warna setelah dermatitis mereda juga dapat berupa hipopigmentasi, bukan selalu vitiligo.
Pemeriksaan dokter tetap diperlukan karena beberapa kondisi dapat terlihat serupa. Adapun perbedaannya secara umum yaitu:
| Kondisi | Tampilan Bercak | Tekstur | Keluhan Lain | Perbedaan Utama |
| Vitiligo | Putih susu dengan batas jelas | Rata dan tidak bersisik | Biasanya tidak gatal | Pigmen menghilang hampir seluruhnya |
| Panu | Lebih terang atau lebih gelap | Bersisik halus | Dapat terasa gatal | Disebabkan jamur Malassezia |
| Pityriasis Alba | Putih samar dengan batas kurang jelas | Kering dan bersisik tipis | Sering dialami anak | Berkaitan dengan kulit kering atau dermatitis |
| Hipopigmentasi Pascaperadangan | Lebih pucat dari kulit sekitar | Mengikuti kondisi kulit sebelumnya | Ada riwayat ruam, luka, atau iritasi | Pigmen dapat kembali bertahap |
| Albinisme | Pigmen berkurang secara menyeluruh sejak lahir | Normal | Dapat memengaruhi rambut dan mata | Bersifat genetik sejak lahir |
| Leukoderma Kimia | Putih pada area yang terpapar | Umumnya rata | Ada riwayat kontak bahan kimia | Melanosit rusak akibat senyawa tertentu |
Apakah Vitiligo Menular?
Vitiligo tidak menular. Kondisi ini bukan infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur, melainkan gangguan pigmentasi yang berkaitan dengan kerusakan melanosit.
Vitiligo tidak berpindah melalui sentuhan, berbagi barang atau hubungan seksual. Pola makan dan kebiasaan merokok juga belum terbukti menjadi penyebab langsung vitiligo.
Anggapan bahwa vitiligo menular dapat memicu stigma dan membuat penderita dijauhi. Karena itu, vitiligo perlu dipahami sebagai kondisi kulit, bukan alasan untuk membatasi interaksi sosial.
Apakah Vitiligo Bisa Sembuh?
Vitiligo belum dapat disembuhkan secara permanen. Namun, terapi dapat memperlambat penyebaran dan mengembalikan sebagian warna kulit.
Hasil pengobatan dipengaruhi jenis vitiligo itu sendiri dan setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda.
Wajah dan leher cenderung lebih mudah mengalami repigmentasi dibandingkan tangan, kaki, ujung jari, bibir, dan area dengan sedikit folikel rambut.
Pigmen yang sudah kembali juga dapat berkurang lagi sehingga perawatan pemeliharaan mungkin diperlukan.
Tidak semua penderita memilih terapi medis. Keputusan penanganan perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Vitiligo?
Dokter mendiagnosis vitiligo melalui pemeriksaan kulit. Awalnya, dokter akan menanyakan kapan bercak muncul dan kecepatannya menyebar, lalu memetakan kemungkinan pemicu.
Pemeriksaan tambahan dilakukan jika bercak sulit dibedakan atau terdapat dugaan penyakit penyerta.
Beberapa metode diagnosis yang dapat dilakukan yaitu:
- Riwayat Keluarga: Riwayat vitiligo atau penyakit autoimun dalam keluarga akan ditanyakan.
- Lampu Wood: Cahaya ultraviolet memperjelas depigmentasi dan membedakannya dari panu atau hipopigmentasi lain.
- Dermoskopi: Pemeriksaan ini menilai pola pigmen dan tanda vitiligo aktif atau stabil.
- Dokumentasi Foto: Foto berkala digunakan untuk memantau bercak baru dan respons terapi.
- Penilaian Luas Bercak: Metode seperti VASI dapat digunakan untuk mengukur luas dan tingkat depigmentasi.
- Tes Darah: Pemeriksaan dilakukan bila ada dugaan gangguan tiroid, diabetes, anemia, atau penyakit autoimun lain.
- Pemeriksaan Mata atau Pendengaran: Dilakukan bila terdapat gejala yang mengarah pada keterlibatan organ tersebut.
- Biopsi Kulit: Jarang diperlukan dan hanya dilakukan bila diagnosis belum jelas.
Apakah Vitiligo Berbahaya?
Vitiligo tidak mengancam nyawa dan umumnya tidak merusak organ secara langsung. Namun, bercak yang kehilangan melanin menjadi lebih rentan terbakar matahari sehingga kulit perlu dilindungi dengan sunscreen dan pakaian tertutup.
Sebagian penderita vitiligo juga memiliki penyakit autoimun lain, seperti gangguan tiroid, alopecia areata, anemia pernisiosa, atau diabetes tipe 1.
Gangguan pada mata atau pendengaran dapat terjadi, tetapi tergolong jarang dan tidak dialami semua penderita.
Vitiligo juga tidak otomatis meningkatkan risiko kanker kulit. Risiko yang lebih jelas adalah sunburn karena berkurangnya perlindungan melanin pada area bercak.
Cara Mengatasi Vitiligo
Tidak semua penderita vitiligo harus menjalani terapi untuk mengembalikan warna kulit. Penanganan dipilih berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya.
Terapi bertujuan mengendalikan penyebaran dan mendorong repigmentasi. Adapun beberapa caranya yaitu:
1. Kamuflase Kulit
Kosmetik dapat menyamarkan perbedaan warna tanpa mengobati penyebab vitiligo. Pilih produk yang sesuai dengan warna kulit dan tidak memicu iritasi.
2. Kortikosteroid Topikal
Kortikosteroid oles dapat mengendalikan peradangan dan mengembalikan sebagian pigmen, terutama pada fase awal. Namun penggunaan terlalu lama dapat menyebabkan kulit menipis, sehingga harus sesuai resep dokter.
3. Calcineurin Inhibitor
Obat seperti tacrolimus atau pimecrolimus dapat dipertimbangkan untuk wajah dan lipatan tubuh. Obat ini tidak menipiskan kulit, tetapi bisa menimbulkan rasa panas atau iritasi sementara.
4. Krim JAK Inhibitor
Krim ruxolitinib bekerja dengan menghambat sinyal imun yang merusak melanosit pada vitiligo nonsegmental. Penggunaannya harus mengikuti resep dokter.
5. Fototerapi NB-UVB
Fototerapi narrowband ultraviolet B menggunakan sinar UV terkontrol untuk menekan aktivitas imun dan merangsang repigmentasi. Terapi ini membutuhkan beberapa sesi dan perlu pengawasan medis.
6. Terapi Excimer
Laser atau lampu excimer menargetkan bercak kecil tanpa menyinari seluruh tubuh. Terapi ini dapat dipertimbangkan untuk vitiligo terlokalisasi, terutama pada wajah dan leher.
7. Cangkok atau Transplantasi Sel
Prosedur bedah dapat dipertimbangkan pada vitiligo stabil yang tidak membaik dengan terapi lain. Pilihannya meliputi cangkok kulit, transplantasi epidermal, atau transplantasi melanosit dan keratinosit. Prosedur ini umumnya tidak dianjurkan jika bercak masih bertambah.
8. Depigmentasi
Depigmentasi dipertimbangkan jika vitiligo sudah mengenai sebagian besar permukaan kulit. Prosedur ini menghilangkan sisa pigmen agar warna lebih seragam dan hasilnya cenderung permanen.
Tips Merawat Kulit bagi Penderita Vitiligo
Perawatan kulit berfokus pada perlindungan dari matahari, pencegahan iritasi, dan pemantauan bercak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Gunakan Tabir Surya: Pilih broad-spectrum sunscreen dengan SPF 50 atau lebih pada kulit yang terpapar.
- Kenakan Pakaian Pelindung: Gunakan topi dan pakaian tertutup, serta berteduh saat matahari terik.
- Hindari Tanning: Jangan berjemur atau memakai tanning bed untuk menyamarkan bercak.
- Gunakan Pelembap: Pelembap menjaga kenyamanan kulit, tetapi tidak mengembalikan pigmen.
- Kurangi Gesekan: Hindari pakaian ketat, garukan, dan tekanan berulang pada kulit.
- Rawat Luka: Bersihkan luka atau goresan agar tidak memicu peradangan lebih lanjut.
- Pilih Produk Lembut: Hentikan produk yang menyebabkan perih, kemerahan, atau iritasi.
- Hindari Pemutih Sembarangan: Produk pemutih tidak mengobati vitiligo dan dapat membuat warna semakin tidak merata.
- Periksa Vitamin D: Pemeriksaan dapat dipertimbangkan jika kamu sangat membatasi paparan matahari.
Baca Juga: 10 Efek Samping Laser Wajah & Kondisi yang Perlu Diwaspadai
Kapan Harus ke Dokter?
Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter saat menemukan bercak putih baru atau perubahan warna kulit yang belum diketahui penyebabnya.
Pemeriksaan diperlukan karena vitiligo dapat menyerupai panu, hipopigmentasi pascaperadangan, dan kondisi kulit lainnya.
Kamu bisa konsultasi dan buat janji temu dengan dokter di Sozo Skin Clinic sebelum bercak bertambah besar atau menyebar.
Hindari menggunakan obat oles tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Dokter akan menjelaskan pilihan perawatan sesuai hasil evaluasi.
Cari lokasi klinik terdekat dari lebih dari 60 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Untuk informasi harga dan perawatan kulit lainnya, kamu bisa jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lainya.
FAQ
Vitiligo masih sering dianggap sebagai infeksi kulit atau panu. Berikut jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai kondisi ini.
1. Apa Penyebab Vitiligo?
Penyebab pasti vitiligo belum diketahui. Kondisi ini diduga berkaitan dengan reaksi autoimun, faktor genetik, stres oksidatif, dan pemicu lingkungan yang merusak melanosit.
2. Apakah Vitiligo Menular?
Tidak, vitiligo tidak menular. Kondisi ini bukan infeksi sehingga tidak berpindah melalui sentuhan, pakaian, alat makan, atau kontak fisik lainnya.
3. Apakah Vitiligo Bisa Sembuh Total?
Belum ada terapi yang dapat menyembuhkan vitiligo secara permanen. Pengobatan dapat memperlambat perkembangan dan mengembalikan sebagian warna kulit, tetapi hasilnya berbeda pada setiap orang.
4. Apa Perbedaan Vitiligo dengan Panu?
Vitiligo menyebabkan bercak putih berbatas jelas yang umumnya rata dan tidak bersisik. Panu merupakan infeksi jamur yang dapat terasa gatal dan memiliki sisik halus pada permukaan kulit.
5. Apakah Vitiligo Berbahaya?
Vitiligo tidak mengancam nyawa. Namun, kulit menjadi lebih mudah terbakar matahari dan sebagian penderita dapat mengalami penyakit autoimun penyerta atau tekanan psikologis.
6. Apakah Vitiligo Bisa Menyebar?
Ya, tetapi tidak selalu. Bercak dapat meluas perlahan, berkembang cepat, atau berhenti bertambah selama periode tertentu.
7. Siapa yang Berisiko Terkena Vitiligo?
Risiko lebih tinggi pada orang dengan riwayat keluarga vitiligo, penyakit autoimun, atau paparan pemicu tertentu. Meski demikian, vitiligo dapat dialami siapa saja.
8. Apakah Stres Memperparah Vitiligo?
Stres bukan penyebab tunggal vitiligo. Namun, stres fisik atau emosional dapat memicu kemunculan atau perkembangan bercak pada sebagian orang yang rentan.
9. Apakah Anak-Anak Bisa Mengalami Vitiligo?
Ya, vitiligo dapat muncul sejak masa kanak-kanak. Bercak putih pada anak perlu dibedakan dari panu, pityriasis alba, bercak bawaan, atau hipopigmentasi setelah dermatitis.
10. Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri saat bercak putih baru muncul, menyebar, mengenai rambut atau jaringan mukosa, atau memengaruhi kepercayaan diri. Diagnosis diperlukan sebelum menggunakan obat atau menjalani prosedur kulit.
11. Bagaimana agar Vitiligo Tidak Menyebar?
Penyebaran vitiligo tidak selalu dapat dicegah sendiri. Diagnosis dini, perlindungan kulit dari luka dan sunburn, serta terapi dokter dapat membantu mengendalikan penyakit yang masih aktif.
12. Apakah Ada Makanan atau Vitamin untuk Menyembuhkan Vitiligo?
Belum ada makanan, vitamin, atau suplemen yang terbukti menyembuhkan vitiligo. Kekurangan nutrisi tertentu dapat diperiksa dan ditangani berdasarkan anjuran dokter.
13. Apakah Vitiligo Sama dengan Albinisme?
Tidak, vitiligo dan albinisme merupakan kondisi yang berbeda. Vitiligo biasanya muncul setelah lahir pada area tertentu, sedangkan albinisme merupakan kondisi genetik yang memengaruhi produksi pigmen sejak lahir.
14. Apakah Penderita Vitiligo Boleh Terkena Matahari?
Penderita vitiligo tetap boleh beraktivitas di luar ruangan dengan perlindungan yang tepat. Gunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan hindari kulit terbakar matahari.
Referensi:
- Vitiligo: Types, Symptoms, Causes, Treatment & Recovery | Cleveland Clinic
- Vitiligo | StatPearls
- Vitiligo | NHS
- Vitiligo – Symptoms & Causes | Mayo Clinic
- Is Vitiligo Harmful to Your Health? | Mayo Clinic Press


