Skin 13 mnt baca

Glycolic Acid: Manfaat, Cara Pakai, dan Efek Samping

Glycolic Acid: Manfaat, Cara Pakai, dan Efek Samping

Glycolic acid adalah jenis AHA yang mengeksfoliasi permukaan kulit dengan melepas sel kulit mati. Manfaat dapat mencerahkan kulit kusam dan menyamarkan noda. Konsentrasi sekitar 5–10% umum digunakan dalam produk rumahan. Pemula sebaiknya mulai 1–2 kali seminggu dan selalu menggunakan sunscreen pada pagi hari.

Tabel Ringkasan Glycolic Acid

InformasiPenjelasan
Apa Itu?AHA yang mengeksfoliasi permukaan kulit.
Manfaat UtamaMencerahkan, menghaluskan, dan menyamarkan noda.
Cara KerjaMelonggarkan ikatan sel kulit mati agar lebih mudah terlepas.
Cocok UntukKulit kusam, tekstur kasar, noda, dan komedo ringan.
Konsentrasi RumahanUmumnya sekitar 5–10%.
Cara PakaiMulai 1–2 kali seminggu dan tingkatkan bertahap.
Kombinasi AmanHyaluronic acid, ceramide, niacinamide, dan pelembap.
Perlu Hati-Hati DenganRetinoid, AHA/BHA lain, dan eksfoliator kuat.
Efek SampingKering, perih, kemerahan, dan pengelupasan.
Treatment KlinikChemical peeling dengan konsentrasi lebih tinggi.

Glycolic acid adalah bahan eksfoliasi yang banyak digunakan dalam produk skincare maupun chemical peeling di klinik. 

Bahan ini dapat membantu menghaluskan tekstur kulit, mencerahkan kulit kusam, dan menyamarkan noda.

Manfaat tersebut berasal dari kemampuan glycolic acid dalam mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. 

Namun, produk dengan kadar glycolic acid lebih tinggi belum tentu selalu lebih efektif. Cara kerjanya juga dipengaruhi oleh kandungan produk dan cara penggunaannya.

Apabila kamu berencana untuk menambahkannya ke skincare harian, mari simak dulu cara kerja dan manfaatnya!

Apa Itu Glycolic Acid?

Ilustrasi Cara Kerja Glycolic Acid
Ilustrasi Cara Kerja Glycolic Acid | Sumber: Alpha-H

Glycolic acid atau asam glikolat adalah salah satu jenis alpha-hydroxy acid (AHA), yaitu kelompok bahan yang digunakan untuk mengeksfoliasi permukaan kulit.

Secara alami, glycolic acid dapat ditemukan pada tebu dan beberapa jenis tumbuhan. Namun, glycolic acid dalam produk skincare umumnya dibuat dengan proses yang terkontrol agar konsentrasi sesuai untuk penggunaan sehari-hari.

Cara kerjanya berbeda dengan salicylic acid yang mana cenderung larut dalam minyak dan lebih mudah bekerja di area pori yang berminyak.

Di antara jenis AHA lainnya, glycolic acid memiliki ukuran molekul paling kecil. Ukuran ini membuatnya lebih mudah menembus lapisan kulit sehingga efek eksfoliasinya cukup efektif.

Namun, kemampuan tersebut juga membuat glycolic acid lebih berisiko menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi yang terlalu tinggi. Inilah sebabnya saat memilih produk glycolic acid sebaiknya tidak hanya berdasarkan persentasenya. 

Pasalnya, glycolic acid 8% dengan pH lebih rendah dan jumlah asam aktif lebih tinggi bisa menghasilkan efek yang lebih kuat daripada produk 10% yang sebagian asamnya sudah dinetralkan.

Dalam produk skincare, glycolic acid dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Pembersih wajah atau tubuh.
  • Toner.
  • Serum atau gel.
  • Krim malam.
  • Masker eksfoliasi.
  • Produk perawatan tubuh.
  • Larutan chemical peeling profesional.

Bagaimana Cara Kerja Glycolic Acid?

Lapisan terluar kulit secara alami akan melepaskan sel-sel kulit mati. Namun, jika proses pelepasannya melambat, sel kulit mati dapat menumpuk dan membuat kulit terlihat kusam.

Di sini, glycolic acid bekerja dengan melonggarkan hubungan antara sel-sel kulit mati tersebut. Setelah ikatannya melemah, sel kulit mati menjadi lebih mudah terlepas dari permukaan kulit.

Proses inilah yang membuat permukaan kulit secara bertahap terlihat lebih halus dan cerah. Namun, pada chemical peeling profesional, proses ini harus dikontrol dengan lebih ketat karena konsentrasi glycolic acid yang digunakan biasanya lebih tinggi.

Larutan perlu dinetralkan pada waktu yang tepat untuk menghentikan kerja asam. Jika dibiarkan terlalu lama, glycolic acid dapat masuk terlalu dalam dan meningkatkan risiko iritasi berat hingga luka bakar kimia.

Baca Juga: 7 Kandungan Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh

Manfaat Glycolic Acid untuk Kulit

Manfaat glycolic acid adalah memudahkan pelepasan sel kulit mati agar permukaan kulit tampak lebih cerah. 

Hasil akhirnya dipengaruhi oleh konsentrasi dan masalah kulit yang ditangani. Adapun beberapa manfaatnya mencakup:

1. Mengangkat Penumpukan Sel Kulit Mati

Glycolic acid melonggarkan struktur yang menahan sel mati pada lapisan terluar. Sel tersebut kemudian terlepas tanpa perlu gesekan seperti menggunakan scrub

2. Mencerahkan Tampilan Kulit Kusam

Penumpukan sel mati menciptakan permukaan yang tidak rata. Setelah lapisan tersebut berkurang, cahaya dipantulkan dengan lebih seragam sehingga kulit terlihat lebih cerah. 

3. Memperhalus Tekstur Kulit

Sel mati yang menumpuk dapat menyebabkan permukaan terasa kasar. Eksfoliasi memperbarui susunan epidermis sehingga tekstur menjadi lebih rata. 

4. Menyamarkan Noda Pascajerawat

Noda cokelat setelah jerawat terbentuk ketika peradangan meningkatkan pigmen pada lapisan kulit. Glycolic acid mempercepat pelepasan sel yang membawa pigmen tersebut sehingga warnanya memudar bertahap. 

5. Mendukung Penanganan Komedo dan Jerawat Ringan

Penumpukan sel kulit dapat menyumbat folikel dan memicu komedo. Glycolic acid menormalkan pelepasan sel di sekitar pori sehingga sumbatan lebih sulit terbentuk. 

6. Menyamarkan Garis Halus

Paparan terkontrol terhadap glycolic acid dapat memicu pembaruan epidermis. Dengan permukaan yang lebih rata dan terhidrasi, garis halus pun bisa terlihat lebih samar. 

7. Mendukung Pembentukan Kolagen

Pada konsentrasi dan protokol tertentu, glycolic acid dapat meningkatkan ekspresi gen yang berkaitan dengan kolagen dan asam hialuronat. Efek ini lebih kuat pada peel profesional dibandingkan produk skincare berkonsentrasi rendah.

Siapa yang Cocok Menggunakan Glycolic Acid?

Glycolic acid cocok untuk masalah kulit yang berkaitan dengan penumpukan sel kulit mati dan tekstur permukaan. 

Namun, penggunaannya lebih aman ketika kondisi kulit sedang stabil dan tidak mengalami iritasi. Berikut beberapa kondisi yang dapat dibantu dengan glycolic acid treatment:

  1. Kulit Kusam: Penumpukan sel kulit mati dapat membuat wajah terlihat kurang cerah dengan cara mengangkat lapisan tersebut agar kulit terlihat lebih segar.
  2. Tekstur Kasar: Permukaan kulit yang tidak rata dapat terasa kasar saat disentuh dan eksfoliasi dapat membuat tekstur kulit terasa lebih halus.
  3. Noda Bekas Jerawat: Glycolic acid membantu mempercepat pergantian sel kulit sehingga noda kehitaman bekas jerawat dapat memudar secara bertahap.
  4. Komedo Ringan: Penumpukan sel kulit mati dapat ikut menyumbat bagian atas pori, sehingga komedo lebih mudah dikendalikan.
  5. Warna Kulit Tidak Merata: Dengan membantu pergantian sel, warna kulit dapat terlihat lebih merata secara bertahap.
  6. Garis Halus: Penggunaan secara teratur dapat membantu memperbaiki permukaan kulit sehingga garis halus tampak lebih samar.
  7. Kerusakan Ringan Akibat Matahari: Paparan matahari dapat membuat kulit kusam dan bisa memperbarui lapisan permukaan yang mengalami perubahan tersebut.

Baca Juga: Efek Setelah Peeling Wajah, Mana yang Normal dan Berbahaya?

Cara Menggunakan Glycolic Acid yang Benar

Cara Menggunakan Glycolic Acid yang Benar
Cara Menggunakan Glycolic Acid yang Benar | Sumber: Evolve Organic Beauty

Penggunaan glycolic acid sebaiknya dimulai secara perlahan agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi. 

Produk yang dibilas seperti pembersih wajah biasanya memiliki waktu kontak lebih singkat sehingga efeknya cenderung lebih ringan. 

Sebaliknya, toner dan serum leave-on berada lebih lama di kulit sehingga efek eksfoliasi dan risiko iritasinya juga dapat lebih tinggi.

Untuk penggunaan yang aman, mari simak cara berikut:

  1. Lakukan Patch Test: Oleskan sedikit produk pada area kecil kulit terlebih dahulu untuk melihat apakah kulit mengalami kemerahan.
  2. Mulai dari Konsentrasi Rendah: Pilih produk dengan konsentrasi sekitar 5% karnea lebih mudah ditoleransi saat kulit belum terbiasa dengan AHA.
  3. Gunakan secara Bertahap: Mulailah sekitar 1–2 kali seminggu, terutama untuk produk leave-on. Frekuensi dapat ditingkatkan secara perlahan jika kulit tidak mengalami iritasi.
  4. Bersihkan Wajah Terlebih Dahulu: Gunakan glycolic acid pada kulit yang sudah dibersihkan.
  5. Gunakan pada Kulit Kering: Tunggu hingga wajah kering sebelum mengoleskan produk.
  6. Oleskan Secukupnya: Gunakan lapisan tipis dan merata tanpa mengoleskannya terlalu dekat dengan mata, bibir, atau bagian kulit yang sedang terluka.
  7. Lanjutkan dengan Pelembap: Eksfoliasi dapat membuat kulit terasa lebih kering. Pelembap membantu menjaga kadar air dalam kulit.
  8. Gunakan Sunscreen Setiap Pagi: Penggunaan sunscreen secara rutin dapay membantu mencegah iritasi dan noda semakin gelap.
  9. Tunda Setelah Waxing atau Prosedur yang Mengiritasi: Kulit yang baru mengalami waxing atau tindakan tertentu biasanya lebih sensitif. 
  10. Hentikan Jika Terjadi Iritasi: Pemakaian sebaiknya dihentikan jika muncul kemerahan berat atau rasa terbakar.

Glycolic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Apa?

Tidak semua kombinasi dengan glycolic acid benar-benar dilarang. Namun, beberapa kombinasi bahan dapat meningkatkan risiko iritasi tambahan. 

Jika kulit sudah terbiasa, beberapa bahan ini dapat digunakan, hanya pada waktu berbeda. Misalnya, vitamin C pada pagi hari dan glycolic acid pada malam hari.

Mari simak beberapa bahan kombinasi yang perlu diperhatikan:

  • Retinol, Tretinoin, dan Adapalene: Sama-sama dapat mempercepat pergantian sel kulit. Penggunaan bersamaan dapat membuat kulit lebih mudah kering.
  • AHA Lain: Menggabungkan glycolic acid dengan lactic acid atau mandelic acid dapat membuat efek eksfoliasi menjadi terlalu kuat.
  • BHA: Salicylic acid juga merupakan bahan eksfoliasi. Menggunakannya bersama glycolic acid dapat meningkatkan risiko iritasi pada sebagian orang.
  • PHA Konsentrasi Tinggi: Meski umumnya lebih lembut dibandingkan AHA, penggunaannya bersama beberapa eksfoliator sekaligus tetap dapat membebani kulit.
  • Scrub Kasar: Eksfoliasi fisik dan kimia secara bersamaan dapat meningkatkan gesekan yang memicu kerusakan lebih lanjut.
  • Produk Peeling Lain: Menggunakan beberapa produk peeling dalam satu rutinitas dapat menyebabkan eksfoliasi berlebihan.
  • Vitamin C Asam Konsentrasi Tinggi: Kombinasi ini tidak selalu bermasalah, tetapi pada kulit sensitif dapat meningkatkan rasa perih atau kemerahan.

Glycolic Acid Boleh Dipakai Bersama Apa?

Glycolic acid lebih mudah dipadukan dengan bahan yang membantu menjaga kadar air dan lapisan pelindung kulit. 

Kombinasi ini penting karena eksfoliasi dapat membuat sebagian orang mengalami kulit kering atau terasa lebih sensitif.

Adapun yang diperbolehkan digunakan bersama glycolic acid yaitu:

  • Hyaluronic Acid: Membantu menarik dan mempertahankan air sehingga kulit tetap terasa lembap setelah eksfoliasi.
  • Gliserin: Membantu menjaga kadar air pada lapisan kulit dan mengurangi rasa kering.
  • Ceramide: Membantu menjaga komponen lemak pada skin barrier sehingga lapisan pelindung kulit tetap bekerja dengan baik.
  • Panthenol: Membantu menjaga kelembapan sekaligus memberikan rasa nyaman pada kulit yang mudah terasa kering.
  • Niacinamide: Mendukung fungsi skin barrier dan dapat digunakan untuk melengkapi rutinitas setelah eksfoliasi.
  • Peptide: Dapat digunakan selama formulanya tidak mengandung eksfoliator kuat lain yang membuat rutinitas menjadi terlalu aktif.

Berapa Persen Glycolic Acid yang Aman?

Untuk penggunaan mandiri, produk leave-on dengan konsentrasi sekitar 5–10% lebih disarankan. 

Pemula biasanya lebih cocok mulai dari sekitar 5%, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi membutuhkan toleransi kulit yang lebih baik.

Namun, angka persentase bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa kuat produk bekerja. 

Produk dengan konsentrasi lebih tinggi, terutama yang digunakan untuk chemical peeling, sebaiknya berada di bawah pengawasan tenaga profesional. 

Semakin tinggi konsentrasi dan semakin rendah pH, efek pengelupasan dan risiko iritasinya juga dapat meningkat.

Apakah Glycolic Acid Aman Digunakan Setiap Hari?

Tidak semua orang perlu menggunakan glycolic acid setiap hari. Produk berkonsentrasi rendah mungkin dapat digunakan lebih sering, tetapi produk seperti serum leave-on dapat menimbulkan iritasi jika langsung dipakai setiap malam.

Pemula sebaiknya memulai satu hingga dua kali seminggu. Frekuensi dapat ditingkatkan setelah beberapa minggu jika tidak muncul iritasi apa pun.

Pemakaian harian bukan ukuran bahwa produk bekerja lebih efektif. Eksfoliasi yang terlalu sering dapat merusak skin barrier, meningkatkan kehilangan air, dan memicu peradangan yang justru meninggalkan noda gelap.

Efek Samping Glycolic Acid

Efek samping glycolic acid dapat berbeda pada setiap orang. Risikonya dipengaruhi oleh konsentrasi dan kondisi kulit sebelum digunakan.

Efek samping yang dapat muncul antara lain:

  1. Kemerahan: Kulit dapat terlihat merah setelah mengalami iritasi, terutama jika produk terlalu kuat.
  2. Rasa Perih: Glycolic acid dapat menimbulkan rasa menyengat saat mengenai kulit yang sensitif.
  3. Kulit Kering: Eksfoliasi yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan kulit mempertahankan air sehingga kulit terasa lebih kering.
  4. Pengelupasan: Sel kulit mati dapat terlepas lebih cepat sehingga kulit terlihat mengelupas.
  5. Lebih Sensitif terhadap Matahari: Setelah eksfoliasi, kulit perlu menggunakan tabir surya agar terlindungi dengan baik dari sinar UV.
  6. Noda Setelah Iritasi: Peradangan akibat penggunaan yang terlalu kuat dapat memicu hiperpigmentasi atau noda kehitaman setelah kulit sembuh.
  7. Lepuhan: Pada paparan yang terlalu kuat, glycolic acid dapat menyebabkan luka bakar kimia hingga muncul lepuhan.
  8. Jerawat Memburuk: Iritasi dapat membuat peradangan semakin berat atau memicu munculnya breakout pada sebagian orang.

Glycolic Acid pada Skincare vs Chemical Peeling

Glycolic acid pada produk skincare dan chemical peeling menggunakan bahan dasar yang sama. 

Namun, keduanya berbeda dari segi konsentrasi dan cara penggunaan. Untuk membantumu menemukan pilihan treatment yang tepat, mari simak perbedaannya keduanya:

AspekSkincare RumahanChemical Peeling Klinik
KonsentrasiUmumnya sekitar 5–10%, beberapa produk di bawah 20%Umumnya sekitar 20–70%
KekuatanLebih ringanLebih kuat dan terkontrol
Area KerjaPermukaan kulitDapat bekerja lebih dalam
DurasiSesuai petunjuk produkBeberapa menit dengan pemantauan
NetralisasiBiasanya tidak diperlukanSering membutuhkan netralisasi
TujuanKusam, tekstur, dan noda ringanPigmentasi, photoaging, jerawat, atau bekasnya
HasilMuncul secara bertahapDapat terlihat lebih cepat
PemulihanLebih minimalDapat muncul merah atau mengelupas
RisikoKering, perih, dan iritasiLuka bakar, pigmentasi, infeksi, atau bekas luka
PengawasanDigunakan sendiri sesuai petunjukDilakukan oleh tenaga medis terlatih

Kapan Sebaiknya Melakukan Treatment Dibanding Hanya Skincare?

Produk skincare biasanya cukup untuk masalah yang masih ringan, seperti kulit kusam, tekstur kasar, komedo ringan, atau noda tipis. 

Produk rumahan juga lebih cocok untuk perawatan rutin dalam jangka panjang jika kulit dapat menoleransi AHA dengan baik.

Sementara itu, chemical peeling dapat dipertimbangkan jika:

  • Noda Sulit Memudar: Noda tetap terlihat meskipun sudah menggunakan perawatan rumahan secara rutin.
  • Melasma atau Hiperpigmentasi: Perubahan warna kulit yang lebih sulit ditangani membutuhkan pemeriksaan agar kedalaman pigmennya dapat diketahui.
  • Tekstur Kulit Tetap Kasar: Produk berkonsentrasi rendah belum memberikan perubahan yang cukup pada permukaan kulit.
  • Komedo Sering Kembali: Komedo terus muncul meskipun rutinitas perawatan kulit sudah dilakukan dengan baik.
  • Kerusakan Akibat Matahari Lebih Terlihat: Kulit mengalami perubahan tekstur, warna tidak merata, atau tanda photoaging yang lebih luas.
  • Bekas Jerawat Dangkal: Beberapa jenis bekas jerawat dapat membutuhkan peeling atau kombinasi dengan tindakan lain.

banner promo skin

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi dan buat janji temu dengan dokter dapat dipertimbangkan jika penggunaan glycolic acid menimbulkan iritasi yang tidak membaik.

Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika masalah kulit seperti noda, melasma, bekas jerawat, atau tekstur kasar tidak membaik setelah menggunakan skincare secara rutin. 

Dokter dapat membantu menentukan apakah glycolic acid masih sesuai atau diperlukan perawatan lain seperti chemical peeling.

Salah satu rekomendasinya adalah Eternal Bloom Peel yang bekerja dengan membuang sel-sel kulit tua di permukaan agar kulit kembali cerah dan lembut.

Hasil Eternal Bloom Peel Sozo Skin Clinic
Hasil Eternal Bloom Peel Sozo Skin Clinic

Kamu bisa menemukan layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut atau datangi langsung dengan cari lokasi klinik terdekat.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Glycolic Acid

Pemakaian glycolic acid sering menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, Artikel ini sudah mengumpulkan jawaban dari pertanyaan yang sering muncul:

1. Apakah Glycolic Acid Termasuk AHA atau BHA?

Glycolic acid termasuk AHA yang larut dalam air dan terutama mengeksfoliasi permukaan kulit. BHA seperti salicylic acid larut dalam minyak sehingga lebih mudah bekerja di area pori yang mengandung sebum.

2. Apakah Glycolic Acid Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat?

Bisa menyamarkan noda cokelat dan bekas dangkal secara bertahap. Bekas jerawat cekung atau jaringan parut dalam tidak dapat hilang hanya dengan serum glycolic acid dan biasanya memerlukan prosedur kombinasi.

3. Apakah Glycolic Acid Bisa Mengatasi Jerawat?

Bisa mendukung penanganan komedo dan jerawat ringan dengan menormalkan pelepasan sel di sekitar pori. Jerawat nodul, kistik, atau meradang luas memerlukan terapi medis karena sumber masalahnya berada lebih dalam.

4. Apakah Glycolic Acid Bisa Mengecilkan Pori?

Tidak mengubah ukuran pori secara permanen. Berkurangnya sel mati dan sumbatan dapat membuat tepi pori terlihat lebih bersih serta permukaan kulit tampak lebih rata.

5. Apakah Glycolic Acid Aman untuk Ibu Hamil?

Produk topikal berkonsentrasi rendah umumnya dianggap berisiko rendah, tetapi seluruh frekuensinya tetap perlu dikonsultasikan. Chemical peeling berkonsentrasi tinggi sebaiknya ditunda atau dilakukan hanya setelah mendapat persetujuan dokter kandungan dan dokter kulit.

6. Berapa Lama Hasil Glycolic Acid Mulai Terlihat?

Kulit dapat terasa lebih halus setelah beberapa kali pemakaian, sedangkan noda dan warna tidak merata memerlukan waktu lebih lama. Produk rumahan biasanya membutuhkan penggunaan konsisten selama beberapa minggu hingga bulan.

7. Apakah Glycolic Acid Menyebabkan Purging?

Mungkin, karena peningkatan pergantian sel dapat mempercepat munculnya sumbatan yang sudah terbentuk. Namun, jerawat yang muncul pada area baru disertai rasa gatal, terbakar, atau ruam lebih mungkin menandakan iritasi.

8. Lebih Baik Glycolic Acid atau Salicylic Acid?

Glycolic acid lebih sesuai untuk tekstur, kusam, noda permukaan, dan garis halus. Salicylic acid lebih sesuai untuk kulit berminyak, komedo, dan sumbatan pori karena sifatnya larut dalam minyak.

9. Apakah Glycolic Acid Membuat Kulit Menjadi Tipis?

Tidak jika digunakan dengan konsentrasi dan frekuensi yang sesuai. Eksfoliasi mengurangi penumpukan sel mati pada permukaan, sedangkan penggunaan berlebihan dapat merusak pelindung kulit dan membuatnya tampak merah, sensitif, atau mengilap.

Referensi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×