Ketombe muncul ketika kondisi kulit kepala mengalami perubahan yang memicu pengelupasan berlebih. Perawatannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit kepala. Kenali cara merawat rambut berketombe serta pilihan perawatan di klinik.
Ketombe bukan hanya serpihan putih yang menempel di rambut atau pakaian. Kondisi ini berkaitan dengan kulit kepala dan dapat muncul ketika keseimbangannya terganggu.
Salah satu faktor yang sering berperan adalah aktivitas Malassezia, yaitu jamur yang secara alami hidup di kulit kepala.
Produksi minyak berlebih, iritasi, stres, cuaca, dan kondisi kulit seperti dermatitis seboroik juga dapat membuat ketombe lebih mudah muncul atau kambuh.
Karena penyebabnya bisa berbeda, cara merawat ketombe juga tidak selalu sama. Untuk itu, mari pahami dulu penyebab yang mendasarinya dan berbagai perawatan rambut ketombe baik secara alami maupun medis!
Apa yang Menyebabkan Ketombe?

Ketombe bukan berarti kamu kurang menjaga kebersihan rambut. Jika ketombe terus berulang, penyebabnya bisa jadi pada kondisi kulit kepala.
Ketombe adalah kondisi yang muncul ketika pengelupasan sel kulit kepala berlangsung lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
- Malassezia: Jamur yang secara alami terdapat di kulit kepala dapat berperan dalam munculnya ketombe pada sebagian orang.
- Produksi Sebum: Kulit kepala yang menghasilkan minyak berlebih dapat menciptakan kondisi yang mendukung munculnya ketombe.
- Sensitivitas Kulit Kepala: Kulit kepala yang sensitif lebih mudah mengalami iritasi dan pengelupasan.
- Dermatitis Seboroik: Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kepala berminyak, merah, dan terasa gatal dengan sisik putih hingga kekuningan.
- Produk Perawatan Rambut: Sampo atau produk styling tertentu dapat memicu iritasi pada orang yang sensitif terhadap kandungannya.
- Stres: Stres dapat memperburuk keluhan ketombe pada sebagian orang.
- Perubahan Cuaca: Cuaca dingin atau perubahan kondisi lingkungan dapat membuat ketombe lebih mudah kambuh.
Bagaimana Cara Merawat Rambut dan Kulit Kepala yang Berketombe?

Perawatan ketombe sebaiknya dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin berat, kamu dapat konsultasi dengan dokter.
Mari simak berbagai cara merawat rambut dan kulit kepala yang berketombe:
Perawatan Rambut Ketombe secara Alami
Bahan alami dapat menjadi pilihan pendamping untuk keluhan ketombe yang masih ringan. Namun, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap orang.
Jika ingin mencoba, bisa mulai dari cara berikut:
1. Gunakan Tea Tree Oil
Tea tree oil memiliki kandungan terpinen-4-ol yang menunjukkan aktivitas antijamur terhadap Malassezia.
Jika ingin mencobanya, gunakan produk yang memang diformulasikan untuk kulit kepala dan ikuti petunjuk pemakaian.
- Aloe Vera untuk Meredakan Rasa Gatal
Bahan ini dapat membantu menenangkan kulit kepala yang terasa gatal atau mengalami iritasi ringan.
Kandungan aloin dan senyawa turunannya memiliki sifat antiinflamasi. Namun penggunaannya lebih tepat sebagai pendamping perawatan daripada pengganti sampo antiketombe.
3. Bilas dengan Cuka Apel
Cuka apel yang sudah diencerkan dapat digunakan sebagai bilasan kulit kepala untuk membantu mengurangi rasa gatal pada sebagian orang.
Bukti manfaatnya untuk ketombe masih terbatas sehingga cara ini tidak sebaiknya menggantikan sampo antiketombe. Hindari penggunaannya jika kulit kepala sedang terluka.
Baca Juga: 10 Obat Ketombe Alami untuk Mengatasi Ketombe, Mudah Dibuat!
Perawatan Rambut Ketombe secara Medis
Perawatan medis bertujuan untuk menangani penyebab dan kondisi kulit kepala yang memicu ketombe.
Hasilnya bisa lebih efektif karena proses perawatannya lebih terarah. Adapun cara yang bisa dipilih yaitu:
4. Pilih Sampo Antiketombe
Sampo antiketombe dapat membantu mengendalikan keluhan ketombe. Pilih yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole, zinc, salicylic acid, dan coal tar.
Beberapa produk perlu dibiarkan selama beberapa menit agar bahan aktifnya bekerja pada kulit kepala.
5. Gunakan Obat Antijamur Sesuai Anjuran Dokter
Ketombe yang berkaitan dengan pertumbuhan Malassezia dapat membutuhkan obat antijamur. Salah satu bahan yang umum digunakan adalah ketoconazole.
Obat ini tersedia dalam bentuk sampo maupun sediaan lain. Penggunaannya sebaiknya mengikuti anjuran dokter.
6. Lakukan Eksfoliasi Kulit
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati yang membuat serpihan semakin terlihat.
Namun, menggosok kulit kepala terlalu kuat justru dapat menyebabkan iritasi. Jika kulit kepala sedang meradang atau memiliki luka, sebaiknya hindari eksfoliasi tanpa arahan profesional.
7. Pertimbangkan Hair Treatment Jika Ketombe Sulit Dikendalikan
Ketombe yang terus kambuh dapat membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kulit kepala yang mendasarinya.
Dokter dapat menilai apakah keluhan lebih sesuai dengan ketombe biasa atau kondisi seperti dermatitis seboroik. Dari hasil evaluasi tersebut, pilihan hair treatment dapat disesuaikan.
8. Lakukan Hair Scalp Peeling
Hair scalp peeling dapat membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati dan residu produk pada kulit kepala.
Treatment ini menggunakan bahan eksfoliasi untuk membersihkan permukaan kulit kepala secara lebih terarah.
Perubahan Kebiasaan Sehari-hari
Selain memilih produk yang tepat, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap kondisi kulit kepala.
Beberapa perawatan rambut ketombe yang bisa dilakukan dengan mengubah kebiasaan harian yaitu:
9. Sesuaikan Frekuensi Keramas
Kulit kepala berminyak mungkin membutuhkan keramas lebih sering dibandingkan kulit kepala yang kering.
Tujuannya adalah menjaga kulit kepala tetap bersih tanpa membuatnya terasa semakin kering atau teriritasi.
10. Hindari Menggaruk atau Mengelupas Serpihan Secara Paksa
Menggaruk kulit kepala dapat memberikan rasa lega sementara ketika terasa gatal. Namun, kebiasaan ini dapat meningkatkan iritasi dan membuat kulit kepala semakin sensitif. Biarkan serpihan terangkat melalui proses keramas dan perawatan yang sesuai.
11. Jaga Kebersihan Barang yang Sering Bersentuhan dengan Rambut
Sisir, sarung bantal, dan aksesori rambut sebaiknya dibersihkan secara rutin. Kebiasaan ini membantu menjaga lingkungan sekitar rambut tetap bersih.
Kamu juga sebaiknya membatasi penggunaan produk styling jika produk tersebut membuat kulit kepala terasa gatal atau semakin berminyak.
Kapan Ketombe Membutuhkan Perawatan di Klinik?
Ketombe ringan umumnya dapat dikontrol dengan perawatan rumahan. Namun, keluhan yang menetap dapat menunjukkan bahwa kamu membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Pertimbangkan pemeriksaan di klinik jika kamu mengalami:
- Ketombe Tidak Membaik: Keluhan tetap muncul setelah penggunaan sampo antiketombe selama beberapa minggu.
- Gatal Sangat Mengganggu: Rasa gatal mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
- Kulit Kepala Merah: Kemerahan dapat menunjukkan adanya iritasi atau peradangan.
- Muncul Kerak Tebal: Sisik atau kerak yang sulit terangkat perlu diperiksa lebih lanjut.
- Kulit Kepala Terasa Perih: Rasa perih dapat muncul ketika kulit mengalami iritasi atau luka.
- Ketombe Menyebar: Sisik juga muncul pada area seperti belakang telinga atau wajah.
- Rambut Ikut Menipis: Kerontokan yang muncul bersamaan dengan masalah kulit kepala perlu dievaluasi penyebabnya.
Pilihan Perawatan Rambut Ketombe di Klinik

Perawatan di klinik dapat menjadi pilihan ketika ketombe sulit dikontrol dengan rutinitas di rumah.
Jenis treatment sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi kulit kepala setelah dilakukan evaluasi.
Di SOZO Skin Clinic, tersedia beberapa jenis perawatan rambut ketombe yang dapat dipilih, yaitu:
1. Express Hair Therapy
Express Hair Therapy berfokus pada pembersihan kulit kepala dari kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati.
Treatment ini berdurasi sekitar 45 menit sehingga dapat menjadi pilihan bagi kamu yang membutuhkan perawatan kulit kepala dalam waktu relatif singkat.
2. Hair Grow Booster
Treatment selanjutnya adalah Hair Grow Booster yang lebih berfokus pada masalah kerontokan dan pertumbuhan rambut.
Treatment ini menggunakan serum khusus yang diaplikasikan pada kulit kepala untuk mendukung kondisi rambut.
Jika ketombe muncul bersamaan dengan kerontokan, dokter dapat mempertimbangkan apakah treatment ini sesuai dengan kondisi rambut kamu.
3. PRP Hair
PRP Hair menggunakan platelet-rich plasma (PRP) yang berasal dari darah pasien. Treatment ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan rambut.
Karena fokus utamanya adalah masalah rambut, penggunaannya untuk kasus yang disertai ketombe perlu ditentukan berdasarkan kondisi kulit kepala.
4. Biolight Hair
Terapi Biolight Hair menggunakan terapi red light sebagai bagian dari perawatan rambut dan kulit kepala.
Treatment ini ditujukan untuk membantu regenerasi sel kulit kepala serta mendukung sirkulasi dan pertumbuhan rambut.
Treatment ini lebih pas kalau masalah ketombe disertai masalah rambut seperti kerontokan atau penipisan.
5. Salmon DNA Hair atau Exosome Hair
Salmon DNA Hair dan Exosome Hair merupakan pilihan treatment yang berfokus pada perawatan kulit kepala dan pertumbuhan rambut. Keduanya menggunakan prosedur microneedling dengan bahan yang berbeda.
Jika ketombe muncul bersama penipisan atau masalah rambut lain, dokter dapat menentukan apakah salah satu treatment tersebut relevan untuk kondisi kamu.
Baca Juga: 5 Jenis Hair Treatment untuk Ketombe, Penyebab & Cara Mengatasinya
Tips Mencegah Ketombe Kembali
Ketombe dapat muncul kembali meskipun sebelumnya sudah membaik. Karena itu, perawatan kulit kepala perlu dilanjutkan melalui kebiasaan sehari-hari yang sesuai dengan kondisinya.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan yaitu:
- Keramas Secara Teratur: Sesuaikan frekuensi keramas dengan produksi minyak dan kondisi kulit kepala.
- Gunakan Sampo Sesuai Kebutuhan: Pilih bahan aktif berdasarkan kondisi ketombe dan ikuti petunjuk pemakaian.
- Jangan Menggaruk Berlebihan: Gunakan ujung jari saat keramas agar kulit kepala tidak mudah terluka.
- Bilas Sampai Bersih: Pastikan tidak ada sisa sampo atau produk perawatan yang tertinggal.
- Batasi Produk Styling: Kurangi penggunaan produk yang membuat residu mudah menumpuk di kulit kepala.
- Bersihkan Sisir Secara Rutin: Cuci sisir untuk mengurangi penumpukan minyak dan residu.
- Kelola Stres: Stres dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang sehingga pengelolaannya tetap penting.
- Perhatikan Reaksi Kulit Kepala: Hentikan produk yang membuat kulit terasa perih, merah, atau semakin gatal.
Jika ketombe terus kembali meskipun kamu sudah memperbaiki rutinitas, jangan hanya mengganti sampo berulang kali.
Segera konsultasi dan buat janji temu dengan dokter untuk mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan dermatitis seboroik, iritasi produk, atau kondisi kulit kepala lain.
Dengan mengetahui penyebabnya, perawatan dapat diarahkan pada masalah yang memang perlu ditangani.
Kamu juga dapat jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat pilihan treatment lainnya. Sekarang, saatnya cari lokasi klinik terdekat agar ketombe bisa segera dihempaskan!
FAQ Seputar Perawatan Rambut Ketombe
Ketombe sering terlihat sederhana, tetapi cara menanganinya dapat berbeda pada setiap orang. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum menentukan perawatan.
1. Apakah Ketombe Disebabkan Karena Jarang Keramas?
Tidak selalu. Ketombe dapat berkaitan dengan aktivitas Malassezia, produksi sebum, kondisi kulit kepala, atau iritasi terhadap produk tertentu.
Jarang mencuci rambut dapat membuat serpihan lebih terlihat karena minyak dan sel kulit mati menumpuk.
2. Apakah Ketombe Bisa Hilang Permanen?
Ketombe dapat dikontrol, tetapi pada sebagian orang keluhannya dapat kambuh kembali. Karena itu, perawatan perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit kepala.
3. Apa Sampo yang Bagus untuk Ketombe?
Sampo dengan bahan aktif seperti ketoconazole, salicylic acid, atau selenium sulfide dapat digunakan untuk membantu mengatasi ketombe.
4. Apakah Perawatan Klinik Bisa Membantu Mengatasi Ketombe?
Perawatan klinik dapat membantu membersihkan kulit kepala dan menangani kondisi yang sulit dikontrol dengan perawatan rumahan. Jenis treatment perlu ditentukan berdasarkan kondisi kulit kepala setelah dilakukan evaluasi.
5. Apakah Ketombe Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?
Ketombe tidak selalu menyebabkan rambut rontok secara langsung. Namun, kulit kepala yang mengalami peradangan atau sering digaruk dapat ikut mengganggu kondisi rambut sehingga kerontokan perlu diperhatikan jika muncul bersamaan dengan ketombe.
6. Apakah Scalp Facial Sama dengan Keramas Biasa?
Tidak sepenuhnya. Keramas berfungsi membersihkan rambut dan kulit kepala sebagai bagian dari rutinitas harian, sedangkan Scalp Facial merupakan treatment yang dirancang untuk memberikan perawatan kulit kepala secara lebih mendalam.
Referensi:
Dandruff | NHS
Dandruff | Mayo Clinic
Dandruff | Medical News Today


