Acne 10 mnt baca

Jerawat Pasir: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Jerawat Pasir: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Jerawat pasir ditandai dengan bintik-bintik kecil yang muncul berdekatan dan membuat permukaan kulit terasa kasar. Penyebabnya bisa beragam, sehingga cara mengatasinya perlu disesuaikan, mulai dari perawatan sehari-hari hingga treatment di klinik.

Pernah merasa kulit wajah jadi kasar seperti ada pasir kecil-kecil, padahal sudah rutin cuci muka? Bintik-bintik kecil ini sering disebut jerawat pasir karena muncul dalam jumlah banyak dan membuat tekstur kulit terasa nggak rata.

Meski sekilas mirip, jerawat pasir dan bruntusan nggak selalu sama. Jerawat pasir biasanya mengarah pada bintik kecil yang menyerupai komedo tertutup.

Sementara itu, bruntusan bisa merujuk pada berbagai jenis bintik atau benjolan kecil dengan penyebab yang berbeda.

Nah, supaya nggak salah mengenali dan memilih perawatannya, yuk kenali dulu ciri-ciri, penyebab, serta cara mengatasi jerawat pasir dengan tepat.

Apa Itu Jerawat Pasir?

Jerawat pasir adalah sebutan populer untuk kondisi ketika kulit dipenuhi bintik-bintik kecil yang terasa kasar saat disentuh. Bintik ini bisa terlihat seperti komedo tertutup dan muncul dalam jumlah banyak.

Istilah “jerawat pasir” sendiri sebenarnya bukan istilah medis yang spesifik. Kalau bintiknya berupa komedo tertutup, kondisi ini bisa termasuk comedonal acne atau acne komedonal.

Pada kondisi tersebut, folikel atau pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Karena bintiknya muncul berdekatan dalam jumlah banyak, permukaan kulit pun bisa terasa seperti berpasir.

Meski begitu, nggak semua bintik kecil di wajah berarti komedo tertutup. Kondisi lain seperti bruntusan atau folliculitis juga bisa terlihat mirip, sehingga penyebabnya perlu dilihat sebelum menentukan cara mengatasinya.

Ciri-Ciri Jerawat Pasir

ciri ciri Jerawat Pasir
Jerawat Pasir | Sumber: Superdrug Online Doctor

Jerawat pasir biasanya terlihat sebagai bintik-bintik kecil yang muncul cukup rapat dan membuat tekstur kulit terasa kurang halus. Kalau kamu masih ragu mengenalinya, beberapa ciri yang bisa diperhatikan antara lain:

  • Bintik kecil dan rapat: Benjolan berukuran kecil dapat muncul dalam jumlah banyak di area wajah tertentu.
  • Terasa kasar saat disentuh: Banyaknya bintik yang berdekatan bisa membuat permukaan kulit terasa seperti berpasir.
  • Warnanya mirip kulit: Jika bintiknya berupa komedo tertutup, warnanya bisa putih atau menyerupai warna kulit.
  • Tidak selalu merah atau sakit: Komedo tertutup umumnya tidak meradang, jadi tekstur kulit bisa terasa mengganggu tanpa disertai nyeri.
  • Bisa muncul di area tertentu: Dahi dan dagu termasuk area yang cukup sering mengalami komedo, meski bintik serupa juga bisa muncul di bagian wajah lainnya.

Baca Juga: Jerawat Parah Harus ke Klinik atau Cukup di Rumah? Kenali Pilihan Treatment dari Facial hingga Laser

Apa Penyebab Jerawat Pasir?

Jerawat pasir bisa muncul ketika folikel rambut atau pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan kotoran.

Selain itu, beberapa kebiasaan dan kondisi kulit juga bisa membuat bintik-bintik kecil lebih mudah muncul, seperti:

  • Pori-pori tersumbat: Penumpukan minyak dan sel kulit mati di dalam pori dapat membentuk sumbatan yang terlihat sebagai bintik kecil atau komedo tertutup.
  • Produksi minyak berlebih: Kulit yang lebih berminyak cenderung lebih mudah mengalami penyumbatan pori, terutama jika minyak bercampur dengan sel kulit mati.
  • Produk yang terlalu oklusif: Beberapa produk skincare, makeup, atau produk rambut yang terlalu berat bisa menyumbat pori pada sebagian orang.
  • Keringat dan kelembapan: Keringat yang bercampur dengan minyak dan sel kulit mati dapat membuat kulit terasa lebih mudah tersumbat, terutama setelah aktivitas atau berada di tempat yang panas.
  • Perubahan hormon: Fluktuasi hormon dapat memengaruhi produksi minyak kulit, sehingga pada kondisi tertentu bintik atau komedo lebih mudah muncul.
  • Gesekan dan kebiasaan menyentuh wajah: Sering menyentuh, menggosok, atau memberi tekanan pada kulit dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah rentan mengalami sumbatan.

Jerawat Pasir vs Bruntusan, Apa Bedanya?

bruntusan
Bruntusan | Sumber: Health

Jerawat pasir dan bruntusan memang sama-sama bisa bikin wajah terlihat dipenuhi bintik kecil, sehingga keduanya sering dianggap sama. Padahal, istilah dan penyebab yang mendasarinya bisa berbeda.

Biar nggak salah mengenali, perbedaannya bisa dilihat dari pengertian, bentuk dan tampilan, penyebab, hingga gejala yang menyertainya.

1. Pengertian

Jerawat pasir biasanya digunakan untuk menggambarkan bintik-bintik kecil yang muncul berdekatan dan membuat permukaan kulit terasa kasar. Jika bintiknya berupa komedo tertutup.

Sementara itu, bruntusan adalah istilah umum untuk menggambarkan banyak bintik atau benjolan kecil pada kulit. Istilah ini bisa merujuk pada beberapa kondisi dengan penyebab yang berbeda, jadi nggak selalu berarti komedo.

2. Bentuk dan Tampilan

Jerawat pasir cenderung terlihat sebagai bintik kecil yang rapat, dengan warna putih atau menyerupai kulit jika berupa komedo tertutup. Karena muncul berdekatan, permukaan wajah bisa terasa lebih kasar saat disentuh.

Bruntusan bisa terlihat sebagai bintik atau benjolan kecil dengan tampilan yang lebih beragam. Warnanya juga bisa berbeda, tergantung kondisi kulit yang menyebabkannya.

3. Penyebab

Kalau jerawat pasir berupa komedo tertutup, penyebabnya berkaitan dengan folikel atau pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Penggunaan produk tertentu, perubahan hormon, atau kondisi kulit yang lebih berminyak juga bisa ikut berperan.

Sementara itu, bruntusan bisa muncul karena berbagai hal, sehingga penyebabnya nggak bisa ditentukan hanya dari tampilan bintiknya. Karena itu, kondisi kulit secara keseluruhan perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebab yang lebih mungkin.

4. Gejala yang Menyertai

Jerawat pasir yang berupa komedo tertutup umumnya nggak meradang, sehingga lebih terasa sebagai masalah tekstur daripada rasa sakit atau perih.

Pada bruntusan, gejala yang menyertai bisa berbeda-beda. Beberapa kondisi dapat disertai kemerahan, gatal, atau rasa nggak nyaman, tergantung penyebabnya.

Supaya perbedaannya lebih gampang dilihat dalam satu pandangan, berikut rangkumannya:

AspekJerawat PasirBruntusan
PengertianBintik kecil yang bisa berupa komedo tertutupIstilah umum untuk bintik kecil
Bentuk dan tampilanKecil, rapat, putih atau sewarna kulitBentuk dan warna bisa beragam
PenyebabSumbatan minyak dan sel kulit matiBisa disebabkan berbagai kondisi
Gejala yang menyertaiUmumnya nggak meradangBisa disertai gatal atau kemerahan

Baca Juga: 25 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Dibatasi

Cara Mengatasi Jerawat Pasir

Cara mengatasi jerawat pasir perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit. Kalau bintiknya berkaitan dengan pori-pori yang tersumbat, perawatan yang tepat bisa membantu mengurangi sumbatan sekaligus menjaga kulit tetap sehat.

Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:

1. Bersihkan Wajah dengan Lembut

Cuci wajah secara rutin menggunakan pembersih yang lembut untuk membantu mengangkat minyak, kotoran, dan sisa produk dari permukaan kulit. Hindari menggosok wajah terlalu keras karena bisa membuat kulit semakin sensitif.

2. Gunakan Skincare dengan Bahan Aktif yang Sesuai

Bahan aktif seperti salicylic acid dan retinoid dapat membantu mengatasi pori-pori yang tersumbat. Gunakan secara bertahap dan sesuaikan dengan kondisi kulit supaya nggak mudah mengalami iritasi.

3. Hindari Memencet atau Menggaruk Bintik

Memencet atau menggaruk bintik kecil mungkin terasa menggoda, terutama saat tekstur kulit terasa kasar. Kebiasaan ini justru bisa menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin sulit membaik.

4. Perhatikan Produk yang Digunakan

Skincare, makeup, atau produk rambut tertentu bisa ikut memengaruhi munculnya sumbatan pada sebagian orang.

Kalau bintik mulai muncul setelah menggunakan produk tertentu, coba perhatikan apakah kondisi kulit membaik setelah penggunaannya dihentikan.

5. Pertimbangkan Treatment di Klinik

Hasil Acne Treatment
Hasil Acne Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Kalau jerawat pasir cukup banyak, sulit membaik, atau kamu masih bingung menentukan penyebabnya, treatment di klinik bisa dipertimbangkan. Jenis perawatan sebaiknya dipilih setelah kulit diperiksa supaya treatment yang diberikan benar-benar sesuai.

Di SOZO Skin Clinic, pilihan treatment jerawat dapat disesuaikan dengan kondisi kulitmu. Pilihannya mulai dari facial treatment, chemical peel, hingga laser treatment dan penanganan medis bila diperlukan.

Baca Juga: Stop Panik! Ini 4 Obat Jerawat Paling Manjur untuk Remaja

Bahan Aktif untuk Membantu Mengatasi Jerawat Pasir

Selain menjaga kebersihan kulit, penggunaan bahan aktif tertentu bisa membantu mengatasi bintik yang berkaitan dengan pori-pori tersumbat.

Pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, dan kamu nggak perlu menggunakan semuanya sekaligus.

Beberapa bahan aktif yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Salicylic acid: Membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan minyak yang menumpuk di dalam pori, sehingga bisa membantu mengatasi komedo dan sumbatan.
  • Retinoid: Membantu mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah penumpukan yang dapat menyumbat pori. Penggunaannya sebaiknya dimulai secara bertahap karena bisa menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
  • Azelaic acid: Membantu menjaga pori tetap bersih sekaligus memiliki efek anti-inflamasi, sehingga dapat menjadi pilihan untuk kulit yang juga mudah mengalami kemerahan.
  • Benzoyl peroxide: Lebih banyak digunakan untuk membantu mengatasi jerawat yang meradang karena memiliki aktivitas antimikroba. Bahan ini mungkin kurang relevan jika bintik yang kamu alami hanya berupa komedo tertutup tanpa peradangan.

Cara Mencegah Jerawat Pasir Muncul Kembali

Setelah kondisi kulit mulai membaik, kebiasaan sehari-hari tetap penting supaya pori-pori nggak mudah tersumbat lagi.

Tapi tenang, nggak perlu terlalu banyak langkah, kamu bisa mulai dari beberapa kebiasaan sederhana berikut:

  • Bersihkan wajah secara rutin: Cuci wajah dengan pembersih yang lembut, terutama setelah berkeringat atau beraktivitas di luar rumah.
  • Pilih produk yang sesuai: Gunakan skincare dan makeup yang nggak terasa terlalu berat di kulit dan, bila memungkinkan, pilih produk yang berlabel non-comedogenic.
  • Jangan terlalu sering menyentuh wajah: Tangan bisa membawa minyak dan kotoran yang kemudian berpindah ke kulit wajah.
  • Hindari menggosok kulit berlebihan: Eksfoliasi yang terlalu sering atau menggosok wajah dengan keras bisa membuat kulit iritasi dan justru terasa semakin sensitif.
  • Gunakan pelembap dan sunscreen: Menjaga kulit tetap terhidrasi dan terlindungi dari sinar UV membantu mendukung kondisi skin barrier tetap baik.
  • Perhatikan produk rambut: Produk seperti conditioner, hair oil, atau styling product bisa mengenai area wajah dan pada sebagian orang dapat ikut memicu sumbatan.

Kapan Jerawat Pasir Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Jerawat pasir yang ringan mungkin bisa dibantu dengan perawatan kulit sehari-hari. Tapi, kalau bintik-bintiknya terus muncul, semakin banyak, atau nggak kunjung membaik, sebaiknya kondisi kulit diperiksa untuk mencari tahu penyebabnya.

Kamu bisa mempertimbangkan pemeriksaan dokter kalau:

  • Bintik terus muncul atau semakin banyak meski sudah rutin merawat kulit.
  • Kulit terasa gatal, merah, atau nyeri, terutama kalau keluhannya semakin mengganggu.
  • Bintik nggak membaik setelah mengganti atau memperbaiki skincare yang digunakan.
  • Kamu nggak yakin apakah bintiknya termasuk jerawat pasir, karena beberapa kondisi kulit lain bisa terlihat mirip.

Kalau masih bingung dengan kondisi kulitmu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengetahui penyebab dan perawatan yang sesuai.

Dari hasil konsultasi, dokter dapat membantu menentukan apakah kamu membutuhkan acne treatment seperti facial treatment, chemical peel, hingga laser treatment.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan perawatan lainnya atau mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat untuk mendapatkan perawatan bersama dokter dan tim ahli.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ Seputar Jerawat Pasir

Masih ada yang ingin kamu ketahui soal jerawat pasir? Berikut beberapa pertanyaan yang cukup sering muncul, beserta jawabannya.

1. Apakah jerawat pasir bisa hilang sendiri?

Bisa, terutama jika bintiknya ringan dan pemicunya berhasil dihindari. Namun, kalau bintik terus muncul atau nggak kunjung membaik, sebaiknya cari tahu penyebabnya agar penanganannya lebih tepat.

2. Apakah jerawat pasir boleh dipencet?

Sebaiknya hindari memencetnya sendiri. Selain bisa membuat kulit iritasi, tekanan pada kulit juga dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat.

3. Apakah jerawat pasir bisa muncul karena skincare?

Bisa. Produk skincare, makeup, atau produk rambut tertentu yang terlalu berat atau kurang cocok dengan kulitmu dapat ikut menyebabkan pori-pori tersumbat pada sebagian orang.

4. Apakah facial treatment bisa membantu mengatasi jerawat pasir?

Bisa menjadi salah satu pilihan, terutama jika bintiknya berkaitan dengan komedo atau pori-pori yang tersumbat. Namun, jenis facial treatment sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan dilakukan oleh tenaga profesional.

5. Apakah jerawat pasir bisa meninggalkan bekas?

Kalau bintiknya berupa komedo tertutup dan tidak mengalami peradangan, risikonya untuk meninggalkan bekas biasanya lebih rendah. Namun, memencet atau menggaruknya bisa menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko munculnya bekas.

 

Referensi

Comedonal Acne | DermNet New Zealand

Acne: Overview | American Academy of Dermatology (AAD)

American Academy of Dermatology issues updated guidelines for the management of acne | American Academy of Dermatology (AAD)

Adult Acne Treatment | American Academy of Dermatology (AAD)

Acne: Symptoms and Causes | Mayo Clinic

Acne-like Breakouts Could Be Folliculitis | American Academy of Dermatology (AAD)

Acne Mimics: What Else Could It Be? | DermNet New Zealand

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?