Hair 10 mnt baca

Rambut Rontok Setiap Hari, Normal atau Tidak? Ini Cara Mengeceknya di Rumah

Rambut Rontok Setiap Hari, Normal atau Tidak? Ini Cara Mengeceknya di Rumah

Rambut rontok setiap hari belum tentu berbahaya, tetapi perubahan jumlah dan ketebalannya tetap perlu diperhatikan. Mengetahui penyebabnya membantu kamu menentukan langkah perawatan yang tepat.

Pernah melihat rambut menumpuk di sisir, menempel di bantal, atau memenuhi saringan kamar mandi setelah keramas? Kalau belakangan ini kamu mengalaminya, wajar jadi khawatir, apalagi saat rambut yang jatuh terlihat lebih banyak.

Tenang dulu, ya. Rambut rontok setiap hari sebenarnya normal, bahkan sekitar 50–100 helai per hari masih tergolong wajar. Ini karena rambut punya siklus tumbuh, beristirahat, lalu berganti dengan rambut baru.

Tapi kalau jumlahnya terasa jauh lebih banyak dari biasanya, yuk cek penyebabnya dan cari tahu apakah kerontokanmu masih tergolong normal.

Rambut Rontok Setiap Hari, Normal Nggak Sih?

Rambut yang jatuh setiap hari belum tentu menandakan masalah. Supaya kamu nggak buru-buru panik, kenali dulu cara rambut tumbuh dan tanda-tanda yang bisa kamu amati sendiri di rumah.

Mengenal Siklus Rambut Secara Singkat

Rambut punya siklus alami yang terdiri dari fase tumbuh, transisi, istirahat, lalu rontok. Setelah rambut lama lepas, folikel rambut dapat memulai siklus pertumbuhan baru.

Bayangkan seperti pergantian daun pada tanaman. Ada daun lama yang lepas ketika daun baru terus tumbuh. Jadi, menemukan beberapa helai rambut di sisir setiap hari merupakan hal yang wajar.

Berapa Helai Rambut Rontok yang Masih Normal?

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari masih tergolong normal.Jumlah ini bisa berbeda pada setiap orang dan tidak harus dihitung satu per satu.

Kalau rambut yang jatuh masih seperti biasanya dan tidak ada perubahan kepadatan rambut yang terlihat, kamu tidak perlu langsung khawatir.

Namun, jika rambut makin menipis atau kerontokannya meningkat jelas, jangan abaikan perubahan tersebut.

Cara Mengecek Kerontokan Rambut di Rumah

Kamu bisa mulai dengan mengamati perubahan rambut dari waktu ke waktu, bukan hanya berdasarkan jumlah rambut yang terlihat setelah keramas.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan:

  • Rambut di sisir, bantal, atau lantai: Perhatikan apakah jumlahnya meningkat dibandingkan kebiasaanmu sehari-hari.
  • Belahan rambut: Cek apakah belahan terlihat makin lebar atau kulit kepala makin jelas terlihat.
  • Ketebalan kuncir: Jika rambut biasa kamu ikat, perhatikan apakah ikatannya terasa lebih longgar karena volumenya berkurang.
  • Kondisi kulit kepala: Amati apakah ada pitak, kemerahan, sisik, atau rasa gatal yang tidak biasa.

Perhatikan juga frekuensi keramasmu, ya. Kalau kamu keramas setiap 2–3 hari sekali, rambut yang lepas secara alami selama beberapa hari bisa ikut terkumpul dan terlihat lebih banyak saat keramas.

Jadi, rambut yang menumpuk setelah keramas belum tentu menandakan kerontokan berlebihan. Namun, jika jumlahnya terus meningkat atau rambut tampak makin tipis, sebaiknya periksakan kondisinya.

Baca Juga: Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya secara Medis

Penyebab Rambut Rontok Lebih Banyak dari Biasanya

rambut rontok setiap hari

Kerontokan berlebihan bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari perubahan kondisi tubuh hingga kebiasaan merawat rambut.

Menariknya, rambut yang rontok hari ini bisa jadi berkaitan dengan kejadian yang kamu alami 2–3 bulan sebelumnya.

1. Setelah Sakit, Demam Tinggi, atau Operasi

Pernah sembuh dari demam tinggi, DBD, tifus, COVID-19, atau menjalani operasi, lalu beberapa bulan kemudian rambut mulai rontok lebih banyak?

Kondisi ini bisa berkaitan dengan telogen effluvium, yaitu kerontokan berlebihan ketika banyak rambut memasuki fase istirahat dan kemudian lepas.

Kerontokan biasanya baru terlihat sekitar 2–3 bulan setelah pemicunya. Jadi, jangan hanya mengingat kejadian minggu ini, coba ingat juga kondisi kesehatanmu beberapa bulan sebelumnya.

  • Petunjuk: rambut rontok menyebar di berbagai bagian kepala dan mulai meningkat beberapa bulan setelah sakit atau kondisi fisik yang berat.

2. Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, perubahan hormon dapat membuat lebih banyak rambut memasuki fase rontok secara bersamaan. Akibatnya, rambut bisa terlihat menipis beberapa bulan setelah persalinan.

  • Petunjuk: rambut terasa lebih banyak rontok sekitar 2–4 bulan setelah melahirkan, terutama ketika keramas atau menyisir. Jika kerontokan sangat berat atau berlangsung lama, konsultasikan dengan dokter.

3. Stres Berat dan Kurang Tidur

Tekanan emosional, masalah pekerjaan, atau kurang tidur berkepanjangan bisa memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Ketika tubuh mengalami stres berat, kerontokan bisa baru terlihat beberapa bulan setelah masa sulit tersebut.

  • Petunjuk: rambut mulai rontok lebih banyak setelah periode stres berat, perubahan rutinitas, atau gangguan tidur yang berkepanjangan.

4. Diet Ketat dan Kekurangan Nutrisi

Rambut membutuhkan protein dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Diet terlalu ketat, penurunan berat badan yang cepat, atau kekurangan zat besi dan nutrisi tertentu dapat memicu kerontokan.

  • Petunjuk: rambut mulai menipis setelah kamu mengurangi makan secara drastis, berat badan turun cepat, atau pola makan menjadi kurang beragam.

5. Faktor Hormon dan Keturunan

Kerontokan berpola atau androgenetic alopecia berkaitan dengan faktor genetik dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon. Kondisi ini bisa dialami pria maupun wanita, dengan pola penipisan yang berbeda.

  • Petunjuk: garis rambut makin mundur atau rambut di bagian atas kepala makin tipis dari waktu ke waktu. Pada wanita, belahan rambut yang semakin lebar bisa menjadi salah satu tanda yang terlihat.

6. Gangguan Tiroid dan Kondisi Medis Lain

Gangguan tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan rambut. Kondisi medis lain, seperti kekurangan zat besi, juga bisa berhubungan dengan kerontokan.

  • Petunjuk: kerontokan disertai keluhan lain, misalnya mudah lelah, perubahan berat badan yang tidak direncanakan, atau perubahan pola menstruasi.

7. Masalah Kulit Kepala

Dermatitis seboroik dapat menyebabkan kulit kepala berketombe, gatal, dan meradang. Sementara itu, infeksi jamur pada kulit kepala bisa menyebabkan rambut patah, area bersisik, atau kebotakan setempat.

  • Petunjuk: kerontokan disertai gatal, kemerahan, sisik, rambut patah, atau area botak berbentuk tertentu. Kondisi seperti ini sebaiknya diperiksa agar dapat ditangani.

8. Tarikan dan Perawatan Rambut Berlebihan

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang atau melakukan penataan yang terus-menerus menarik akar rambut dapat memicu traction alopecia.

Proses bleaching dan penggunaan panas berlebihan juga dapat membuat batang rambut rapuh sehingga lebih mudah patah.

  • Petunjuk: rambut menipis di sekitar garis rambut atau pelipis, terasa sakit saat diikat, atau terlihat banyak helai pendek yang patah. Jika kebiasaan menarik rambut terus berlanjut, kerusakan folikel bisa menjadi permanen.

9. Efek Samping Obat Tertentu

Beberapa obat dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan sebagai efek samping. Waktu munculnya keluhan bergantung pada jenis obat dan kondisi tubuh masing-masing.

  • Petunjuk: kerontokan mulai terasa setelah kamu menggunakan obat baru atau mengalami perubahan pengobatan. Jangan menghentikan obat sendiri; diskusikan kemungkinan efek sampingnya dengan dokter yang meresepkan.

Baca Juga: 15 Penyebab Rambut Rontok & Cara Mengatasinya

Kapan Rambut Rontok Harus Diperiksakan ke Dokter?

trikoskopi

Kalau rambut rontokmu mulai terasa berbeda dari biasanya, coba perhatikan tanda-tanda berikut, ya. Kamu nggak perlu langsung panik, tetapi sebaiknya periksakan kondisimu jika mengalami tanda-tanda ini.

  • Kerontokan meningkat dan berlangsung lebih dari 6 minggu.
  • Muncul pitak atau area botak yang sebelumnya tidak ada.
  • Kulit kepala terasa gatal, merah, nyeri, atau bersisik.
  • Garis rambut makin mundur atau belahan rambut makin lebar.
  • Kerontokan disertai keluhan lain, seperti mudah lelah, perubahan berat badan yang tidak direncanakan, atau menstruasi tidak teratur. 

Dokter dapat memeriksa riwayat kesehatan, pola kerontokan, dan kondisi kulit kepalamu secara langsung. Jika diperlukan, pemeriksaan dengan trikoskopi atau tes darah dapat membantu mencari penyebabnya.

Semakin jelas penyebabnya, semakin tepat pula penanganan yang bisa dipertimbangkan. Jadi, kamu nggak perlu menunggu sampai rambut terlihat sangat tipis untuk mencari bantuan.

Cara Mengurangi Rambut Rontok

cara mengurangi rambut rontok

Cara mengurangi rambut rontok perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Sambil mencari tahu pemicunya, kamu bisa mulai dari kebiasaan sehari-hari yang membantu menjaga rambut dan kulit kepala tetap sehat.

1. Perbaiki Kebiasaan Merawat Rambut

Perawatan yang lembut dapat membantu mengurangi rambut patah dan tarikan berlebihan pada akar rambut.

Coba terapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Sisir rambut dengan lembut: mulai dari ujung, lalu bergerak perlahan ke bagian atas agar rambut tidak mudah kusut dan patah.
  • Hindari ikatan terlalu kencang: pilih gaya rambut yang tidak terus-menerus menarik akar, terutama di sekitar garis rambut.
  • Keramas sesuai kebutuhan: bersihkan kulit kepala secara teratur menggunakan sampo yang sesuai dan pijat dengan ujung jari, bukan kuku.
  • Batasi panas dan bahan kimia: kurangi penggunaan alat styling bersuhu tinggi serta proses kimia yang membuat rambut rapuh.

Keramas tidak menyebabkan rambut sehat tiba-tiba rontok dari akarnya. Justru, rambut yang sudah memasuki fase rontok dapat terlepas ketika kamu mencuci atau menyisirnya.

2. Perbaiki Pola Makan dan Kelola Stres

Pastikan kamu mengonsumsi makanan beragam dengan protein, zat besi, dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Hindari diet ekstrem karena penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat memicu kerontokan.

Usahakan juga tidur cukup dan mencari cara mengelola stres yang realistis untuk rutinitasmu.

3. Pilih Perawatan Klinik Sesuai Penyebabnya

Hasil Hair Clinic Treatment
Hasil Hair Clinic Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Kalau kerontokan terus berlanjut, pemeriksaan menjadi langkah awal sebelum memilih perawatan.

Dokter perlu menilai apakah masalahnya berkaitan dengan siklus rambut, faktor keturunan, kondisi kulit kepala, atau penyebab medis lainnya.

Kamu bisa mengenal pilihan perawatan rambut rontok di SOZO Skin Clinic sebagai salah satu langkah untuk mencari penanganan yang sesuai.

Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan setelah evaluasi meliputi:

  • PRP Hair Treatment: menggunakan plasma dari darah sendiri dan dapat dipertimbangkan untuk kondisi kerontokan tertentu berdasarkan penilaian dokter.
  • Biolight Hair Treatment: pilihan perawatan rambut di klinik yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit kepala.
  • Hair Treatment: lihat pilihan perawatan rambut yang tersedia untuk mengetahui prosedur yang dapat didiskusikan saat konsultasi.

Perlu diingat, tidak semua jenis kerontokan membutuhkan tindakan klinik. Pada sebagian kasus, memperbaiki pemicu atau menangani kondisi medis yang mendasari justru menjadi langkah utama.

Baca Juga: Bye-bye Kebotakan! Ini 10+ Obat Rambut Rontok Alami & Treatment Modern Terbaik

Saatnya Periksa Jika Rambut Rontok Makin Parah

Rambut rontok sekitar 50–100 helai per hari umumnya masih normal. Namun, jika jumlahnya terus meningkat atau rambut mulai menipis, coba cari tahu pemicunya, termasuk kemungkinan kejadian yang kamu alami 2–3 bulan sebelumnya.

Kalau kerontokanmu tak kunjung berkurang, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk memeriksakan kondisi rambut dan kulit kepala.

Dari hasil pemeriksaan, dokter dapat membantu mencari penyebab kerontokan sebelum menentukan penanganan yang sesuai.

Jika diperlukan, kamu bisa mengenal berbagai pilihan hair treatment, termasuk PRP Hair Treatment dan Biolight Hair Treatment, yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi rambutmu.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic lainnya atau mencari lokasi klinik terdekat untuk memudahkan rencana konsultasimu.

Kabar baiknya, banyak jenis kerontokan rambut bisa membaik ketika penyebabnya ditangani dengan tepat. Jadi, kamu nggak harus langsung mencoba berbagai produk atau perawatan; pahami dulu kondisi rambutmu agar langkah selanjutnya lebih sesuai dengan kebutuhanmu.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ

Masih punya pertanyaan tentang rambut rontok setiap hari? Berikut beberapa hal yang sering ditanyakan agar kamu bisa lebih memahami kondisi rambutmu.

1. Apakah rambut rontok setelah keramas itu normal?

Ya, rambut yang sudah memasuki fase rontok alami bisa terlepas saat keramas. Jika kamu jarang keramas, rambut yang terkumpul selama beberapa hari juga bisa membuat jumlahnya terlihat lebih banyak.

2. Apakah rambut rontok karena stres bisa tumbuh kembali?

Bisa, terutama jika kerontokan terjadi akibat telogen effluvium dan pemicunya sudah teratasi. Namun, waktu pemulihan berbeda pada setiap orang dan penyebab lain tetap perlu dipertimbangkan jika kerontokan berlanjut.

3. Apakah sering keramas menyebabkan rambut rontok?

Tidak selalu. Keramas membantu membersihkan kulit kepala, sedangkan rambut yang terlepas saat mencuci biasanya sudah memasuki fase rontok atau mengalami patah; gunakan cara mencuci yang lembut agar rambut tidak mudah rusak.

4. Apakah vitamin rambut bisa mengatasi kerontokan?

Vitamin atau suplemen tidak selalu diperlukan untuk mengatasi rambut rontok. Manfaatnya bergantung pada penyebab kerontokan dan ada tidaknya kekurangan nutrisi, sehingga sebaiknya konsultasikan kebutuhan suplemen dengan dokter.

5. Berapa lama rambut bisa tumbuh kembali setelah rontok berlebihan?

Pada telogen effluvium, kerontokan umumnya berangsur membaik setelah pemicunya teratasi, tetapi pemulihan volume rambut membutuhkan waktu beberapa bulan. Jika rambut terus menipis atau tidak menunjukkan perbaikan, periksakan kondisinya agar penyebab lain tidak terlewat.

 

Referensi

Do You Have Hair Loss or Hair Shedding? | American Academy of Dermatology

Hair Loss: Overview | American Academy of Dermatology

Telogen Effluvium: Symptoms, Causes, Treatment & Regrowth | Cleveland Clinic

COVID-19 Related Hair Loss | Cleveland Clinic

Iron Deficiency Anaemia | NHS

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?