Lagi mempertimbangkan PRP wajah, tapi punya riwayat penyakit atau sedang rutin minum obat? Wajar kalau kamu ingin memastikan dulu. Jawaban singkatnya: PRP wajah umumnya tidak disarankan kalau kamu punya gangguan pembekuan darah, sedang mengalami infeksi, atau sedang minum obat pengencer darah. Kondisi lain seperti diabetes, riwayat herpes, atau keloid tidak otomatis jadi penghalang, tapi perlu dinilai dokter dulu.
PRP memang memakai darahmu sendiri, jadi kedengarannya aman untuk siapa saja. Kenyataannya, kondisi darah dan kulitmu tetap ikut menentukan apakah tindakan ini pas untukmu. Dengan tahu kamu masuk kelompok mana, kamu bisa datang konsultasi dengan lebih siap.
Kondisi Medis yang Membuat PRP Wajah Tidak Disarankan
Kalau kamu punya salah satu kondisi di bawah ini, PRP wajah umumnya bukan pilihan yang tepat. DermNet mencantumkan kondisi-kondisi ini sebagai kontraindikasi, yaitu kondisi yang membuat tindakan sebaiknya tidak dilakukan.
- Trombosit sangat rendah. Trombosit adalah keping darah yang membantu darah membeku.
- Kadar fibrinogen rendah. Fibrinogen adalah protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah.
- Kondisi tubuh tidak stabil, misalnya sampai kolaps atau pingsan karena sirkulasi darah terganggu.
- Sepsis, yaitu infeksi berat yang sudah memengaruhi seluruh tubuh.
- Infeksi akut maupun kronis, baik yang baru muncul maupun yang sudah berlangsung lama.
- Penyakit hati kronis.
- Sedang memakai antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin, dabigatran, atau heparin.
Cleveland Clinic juga menyebut PRP aman untuk hampir semua orang, kecuali mereka yang punya gangguan pembekuan darah sampai membutuhkan pengencer darah, atau masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan darah.
Kalau kamu masuk kelompok ini, bukan berarti kulitmu tidak bisa dirawat sama sekali. Artinya, PRP belum pas untuk kondisimu saat ini, dan dokter bisa membantu mencari pilihan lain.
Kondisi yang Perlu Dievaluasi Dokter Terlebih Dahulu
Kondisi berikut tidak otomatis membuatmu tidak boleh PRP. Dokter perlu menilainya dulu, karena keputusannya bisa berbeda untuk tiap orang.
Punya Riwayat Herpes Simplex?
Herpes simplex adalah infeksi virus yang bisa muncul berulang sebagai lepuhan kecil, misalnya di sekitar bibir. Medical News Today menyebut PRP yang dikombinasikan dengan microneedling (tindakan dengan jarum halus) kadang bisa memicu herpes kambuh, dan infeksi di wajah seperti herpes termasuk kondisi yang perlu dikonsultasikan dulu.
Kabar baiknya, ini biasanya bisa diantisipasi. Journal of Drugs in Dermatology menyebut dokter mungkin memberi obat antivirus sebagai pencegahan kalau kamu punya riwayat herpes di bibir. Jadi, ceritakan riwayatmu dengan jujur, termasuk seberapa sering kambuh.
Diabetes, Apakah Masih Boleh PRP?
Medical News Today menyebut orang dengan penyakit kronis, termasuk diabetes, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjalani PRP dengan microneedling. Sumber yang kami rujuk belum membedakan diabetes yang terkontrol baik dengan yang belum.
Karena itu, keputusan sebaiknya diambil bersama dokter. Bawa hasil cek gula darah terakhir dan daftar obat yang kamu pakai supaya penilaiannya lebih tepat.
Sedang Minum Obat Pengencer Darah atau Obat Lain
Obat pengencer darah memengaruhi cara darah membeku, sementara PRP melibatkan pengambilan darah dan tusukan jarum. Pada microneedling, Journal of Drugs in Dermatology menyebut antikoagulan oral dihentikan sementara selama satu minggu, yaitu 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah tindakan.
Yang penting diingat: jangan menghentikan obat sendiri, apalagi kalau obat itu untuk jantung atau mencegah stroke. Keputusan berhenti atau tidak ada di tangan dokter yang meresepkan. Sampaikan juga obat bebas dan suplemen yang rutin kamu minum.
Daya Tahan Tubuh Sedang Lemah (Imunosupresi)
Imunosupresi artinya sistem kekebalan tubuh bekerja lebih lemah dari biasanya. Contohnya kalau kamu minum obat penekan imun setelah transplantasi organ, sedang mengobati penyakit autoimun, atau sedang kemoterapi.
Journal of Drugs in Dermatology memasukkan imunosupresi sebagai kontraindikasi microneedling. DermNet juga menekankan bahwa teknik steril makin penting pada orang yang kondisinya membuat lebih mudah terkena infeksi.
Punya Riwayat Keloid
Keloid adalah bekas luka yang tumbuh menebal dan melebar melewati batas luka aslinya. Kecenderungan keloid termasuk kontraindikasi microneedling menurut Journal of Drugs in Dermatology, dan Medical News Today juga menyebut riwayat mudah berbekas luka sebagai hal yang perlu dikonsultasikan.
Di sisi lain, daftar kontraindikasi PRP dari DermNet tidak mencantumkan keloid. Karena sumbernya tidak seragam, kondisi ini perlu dinilai dokter, terutama kalau PRP-mu akan dikombinasikan dengan microneedling.
Sedang Hamil atau Menyusui
Medical News Today menyebut PRP dengan microneedling mungkin tidak cocok dilakukan saat hamil. Karena PRP wajah bersifat estetika dan tidak mendesak, pilihan yang lebih hati-hati adalah menundanya dulu, termasuk selama menyusui, dan berdiskusi dengan dokter kandungan serta dokter kulit.
Riwayat Kanker atau Sedang Menjalani Terapi Kanker
Sumber yang kami rujuk belum membahas PRP wajah secara khusus untuk penyintas kanker atau orang yang sedang menjalani terapinya. Kalau kamu sedang kemoterapi, poin soal daya tahan tubuh lemah di atas juga berlaku. Libatkan dokter yang menangani kankermu sebelum memutuskan apa pun.
Baca juga: Microneedling Biasa vs Microneedling + PRP (Vampire Facial): Mana yang Lebih Tepat untuk Bopeng?
Kondisi Kulit yang Membuat PRP Perlu Ditunda
Kalau kulitmu sedang meradang atau terinfeksi, PRP cukup ditunda, bukan dibatalkan. Kondisi yang termasuk di sini:
- Jerawat aktif dan infeksi lokal di area yang akan ditangani (Journal of Drugs in Dermatology).
- Kulit yang sedang kambuh karena eksim, psoriasis, atau rosacea (Medical News Today).
American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa perawatan bekas jerawat biasanya dimulai setelah jerawat terkendali, karena meredakan jerawat membantu mengurangi peradangan dan mencegah bekas baru. Jadi, kalau jerawatmu masih aktif, obati dulu jerawatnya, baru pertimbangkan PRP setelah kulit lebih tenang.
Saat Tujuanmu Lebih Cocok dengan Treatment Lain
Kadang yang membuat PRP kurang pas bukan kondisi kesehatanmu, tapi hasil yang ingin kamu capai. Tabel ini bisa membantumu memeriksa ekspektasi sebelum konsultasi.
| Tujuan | Kenapa PRP kurang tepat | Bacaan lanjutan |
|---|---|---|
| Mengencangkan kulit yang sudah sangat kendur | Cleveland Clinic menyebut treatment non-bedah biasanya tidak memberi perbaikan dramatis pada kulit yang sangat kendur | 7+ Tanda Penuaan Wajah yang Sering Tidak Disadari |
| Memudarkan noda hitam bekas jerawat tanpa bopeng | Noda hitam adalah masalah warna kulit, bukan cekungan, jadi penanganannya biasanya fokus ke pigmen | 7 Penyebab Flek Hitam di Wajah dan Cara Menanganinya |
| Menyamarkan bopeng yang dalam | Bopeng dalam umumnya butuh kombinasi treatment, dan PRP lebih sering berperan sebagai pendamping | Frustasi dengan Bekas Jerawat? Kenali 3 Treatment yang Terbukti Menyamarkan |
Kenapa PRP Wajah Sebaiknya Dilakukan Dokter di Klinik?
Karena prosesnya melibatkan pengambilan dan pengolahan darah, PRP wajah sebaiknya hanya dilakukan dokter di fasilitas medis yang lengkap, bukan di salon. Ini beberapa alasannya:
- Sterilitas menentukan keamanan. DermNet menegaskan teknik steril wajib dipakai di setiap tahap pembuatan dan pemberian PRP. RealSelf mencatat kasus di New Mexico, Amerika Serikat, pada 2019, ketika dua orang tertular HIV setelah menjalani prosedur “vampire” yang dilakukan tanpa standar yang benar.
- Darah hanya untuk dirimu sendiri. Menurut DermNet, PRP yang berasal dari darah sendiri lebih aman dibanding sediaan dari orang lain, karena bebas dari kekhawatiran penularan penyakit seperti HIV dan hepatitis. Jadi, jangan memakai darah orang lain, termasuk keluarga.
- Alatnya juga perlu jelas. PRP memang dibuat dari darahmu, tapi tabung, kit, dan alat pemutar darahnya (sentrifus) tetap peralatan medis. Kamu berhak bertanya ke klinik soal alat yang dipakai.
- Dokter menyaring kondisimu lebih dulu. Di Sozo Skin Clinic, PRP Wajah dilakukan melalui konsultasi dokter terlebih dahulu, supaya kondisi kulit, jenis bekas jerawat, dan kebutuhan perawatanmu bisa dinilai sebelum tindakan.
Informasi yang Perlu Kamu Sampaikan ke Dokter Saat Konsultasi
Supaya penilaian dokter akurat, siapkan informasi berikut sebelum datang. Mencatatnya di ponsel sudah cukup.
- Riwayat penyakit: gangguan darah atau pembekuan darah, penyakit hati, diabetes, herpes, keloid, kanker, dan infeksi yang sedang atau baru saja kamu alami.
- Obat dan suplemen yang sedang diminum: termasuk pengencer darah, obat penekan imun, obat bebas, dan suplemen harian.
- Status kehamilan atau menyusui: sampaikan juga kalau kamu sedang merencanakan kehamilan.
- Treatment kulit dan obat jerawat dalam dua tahun terakhir: American Academy of Dermatology menganjurkan hal ini karena memulai sebagian perawatan bekas jerawat saat masih memakai, atau baru berhenti dari, obat jerawat tertentu bisa memicu efek yang tidak diinginkan.
Konsultasi sebagai Langkah Pertama yang Aman
“Pakai darah sendiri” membuat PRP minim risiko alergi, tapi tidak otomatis membuatnya cocok untuk semua orang. Yang menentukan tetap kondisi darah, kulit, dan tujuanmu.
Kalau kamu masuk kelompok yang tidak disarankan, PRP belum perlu dipaksakan. Kalau kondisimu perlu dievaluasi, bawa daftar informasi di atas saat konsultasi. Kalau masalahnya jerawat aktif atau infeksi kulit, tunggu sampai kulit lebih tenang.
Kalau tujuanmu menyamarkan bekas jerawat, kamu juga bisa melihat pilihan Scar Treatment lainnya, lalu diskusikan mana yang paling sesuai saat pemeriksaan dengan dokter.
Referensi:
Platelet-Rich Plasma: Dermatological Applications | DermNet
Can a Vampire Facial Make You Look Younger? | Cleveland Clinic
Microneedling for Treatment of Acne Scars | Journal of Drugs in Dermatology
Everything You Need to Know About Microneedling with PRP | Medical News Today
What’s a Vampire Facial? Everything to Know | RealSelf
Acne Scars: Diagnosis and Treatment | American Academy of Dermatology
PRP Wajah | Sozo Skin Clinic
