Paha menjadi salah satu area yang paling rentan mengalami selulit karena distribusi lemak dan struktur jaringan ikat di bawah kulit. Kondisi ini juga bisa dialami orang kurus akibat faktor genetik.
Selulit paling sering muncul di paha karena area ini secara alami menyimpan lebih banyak lemak, apalagi pada perempuan.
Sebetulnya selulit merupakan kondisi yang umum dan tidak selalu menandakan masalah kesehatan.
Bentuk susunan jaringan ikat di bawah kulit juga membuat lemak lebih mudah menonjol dan membentuk permukaan kulit yang bergelombang.
Kalau kamu memiliki selulit dan merasa terganggu dengan penampilannya, mari pahami dulu penyebabnya dan langkah yang bisa membantu menyamarkan tampilannya!
Kenapa Paha Jadi Tempat Favorit Selulit?

Paha, bokong, dan pinggul merupakan area yang paling sering mengalami selulit. Kalau pada perempuan, lemak tubuh cenderung lebih banyak tersimpan di area tersebut.
Ditambah lagi, jaringan ikat di bawahnya juga memiliki susunan yang memungkinkan lemak menonjol di antara serat-seratnya.
Bayangkan jaringan ikat seperti tali yang menghubungkan kulit dengan jaringan di bawahnya. Ketika sebagian tali menarik kulit ke bawah dan lemak di sekitarnya menonjol ke atas, permukaan kulit terlihat berlekuk atau bergelombang.
Tidak hanya itu, selulit juga bisa disebabkannya oleh faktor genetik. Karena itu, orang dengan berat badan ideal pun bisa memiliki selulit.
Baca Juga: Selulit Memang Susah Hilang, tapi Meso Cellulift Bisa Menyamarkannya
Penyebab Selulit di Paha

Ada beberapa faktor yang dapat memicu selulit di paha. Sebagian besar tidak bisa dihindari, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi risikonya. Berikut penyebabnya:
1. Genetik
Jika anggota keluarga memiliki selulit, kamu mungkin lebih rentan mengalaminya juga. Faktor ini tidak bisa diubah melalui olahraga atau pola makan. Jadi, memiliki selulit bukan berarti kamu kurang menjaga tubuh.
2. Hormon
Hormon, terutama estrogen, diduga berperan memicu selulit. Perubahan hormon ini dapat terjadi selama pubertas atau kehamilan.
Pengaruh hormon juga menjadi alasan mengapa selulit lebih umum pada perempuan dibandingkan laki-laki.
3. Usia dan Kulit yang Makin Tipis
Seiring bertambahnya usia, kulit dapat kehilangan sebagian kolagen dan elastisitasnya. Kolagen adalah protein yang membantu menjaga kekuatan dan struktur kulit. Ketika kulit kurang elastis, lekukan akibat jaringan di bawahnya bisa terlihat lebih jelas.
4. Perubahan Berat Badan
Kenaikan berat badan dapat membuat selulit lebih terlihat karena volume lemak di bawah kulit bertambah. Namun, selulit tidak disebabkan oleh penurunan berat badan.
5. Kurang Bergerak dan Duduk Lama
Kurang aktivitas fisik juga dapat melemahkan kekuatan otot dan berkontribusi pada perubahan komposisi tubuh. Akibatnya, tampilan selulit mungkin menjadi lebih jelas.
Kenapa Orang Kurus Juga Bisa Punya Selulit?
Selulit tidak hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih. Orang kurus tetap memiliki lemak di bawah kulit, karena struktur jaringan ikatnya tetap bisa membentuk lekukan. Biasanya ini karena faktor genetik, hormon, dan kolagen yang berkurang.
Faktor yang Bisa dan Tidak Bisa Diubah
Tidak semua faktor bisa dikendalikan, dan kebiasaan sehat tidak menjamin selulit akan hilang sepenuhnya.
Mari simak tabel berikut agar kamu lebih paham terkait cara penanganannya:
| Faktor | Bisa Diubah atau Dibantu? | Penjelasan |
| Genetik | Tidak | Memengaruhi struktur kulit dan distribusi lemak. |
| Hormon | Tidak sepenuhnya | Perubahan hormon alami dapat memengaruhi tampilan selulit. |
| Usia | Tidak | Kulit dapat kehilangan elastisitas seiring waktu. |
| Jenis kelamin | Tidak | Selulit lebih umum pada perempuan. |
| Aktivitas fisik | Bisa dibantu | Latihan dapat meningkatkan kekuatan otot. |
| Perubahan berat badan | Bisa dibantu | Menjaga berat badan stabil dapat mengurangi perubahan tampilan selulit. |
| Merokok | Bisa dihindari | Merokok dapat merusak kolagen yang mendukung struktur kulit. |
| Kebiasaan duduk | Bisa dibantu | Selingi duduk lama dengan berdiri atau berjalan singkat. |
Mitos Penyebab Selulit
Beberapa anggapan tentang selulit terdengar masuk akal, tetapi tidak semuanya didukung bukti.
Agar kamu tidak salah pilih treatment, mari simak beberapa mitos dan faktanya berikut:
| Mitos | Fakta |
| Selulit disebabkan racun dalam tubuh. | Selulit disebabkan oleh struktur lemak dan jaringan ikat di bawah kulit. |
| Kurang minum air menyebabkan selulit. | Dehidrasi bukan penyebab selulit. |
| Celana ketat menyebabkan selulit. | Belum ada bukti kuat bahwa celana ketat menyebabkan selulit. |
| Selulit hanya dialami orang dengan berat badan berlebih. | Selulit bisa dialami siapa saja, termasuk orang dengan berat badan normal atau kurus. |
| Olahraga dan diet bisa menghilangkan selulit sepenuhnya. | Olahraga dan pola makan seimbang dapat membantu memperbaiki tampilan kulit, tetapi tidak menjamin selulit hilang. |
Langkah yang Membantu Tampilan Kulit Paha
Kamu tidak perlu mengejar kulit yang sepenuhnya mulus. Namun, ada beberapa kebiasaan yang dapat menjaga tampilan kulit di paha, seperti:
- Rutin Bergerak: Coba berjalan kaki dan selingi waktu duduk dengan gerakan ringan.
- Latihan Kekuatan Kaki: Latihan seperti squat atau lunge dapat membantu membangun otot paha. Otot yang lebih kuat dapat membuat tampilan kulit terlihat lebih kencang, meski selulit belum tentu hilang.
- Hindari Merokok: Merokok dapat memengaruhi kolagen dan elastin yang membantu menjaga struktur kulit.
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Minum air yang cukup untuk mendukung kesehatan kulit.
- Jaga Berat Badan Stabil: Hindari diet ekstrem dan perubahan berat badan yang berulang.
Baca Juga: Pilihan Treatment Lemak Tanpa Operasi dan Batasnya
Kapan Harus ke Dokter?
Jika ingin penanganan yang lebih efektif, kamu bisa mempertimbangkan perawatan klinik seperti Meso Treatment.
Namun dokter perlu menilai kondisi kulitmu terlebih dulu. Jika memungkinkan, kamu bisa menjalani Meso Cellulift untuk membantu memperbaiki tampilan paha atau RF Body Slimming untuk membantu mengencangkan kulit paha yang kendur.

Kamu bisa buat janji temu dan konsultasi dengan dokter untuk memahami kondisi selulitmu lebih jauh.
Sebagian besar penyebab selulit di paha memang berada di luar kendalimu. Fokuslah pada hal yang masih bisa dibantu.
Jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk pilihan penanganan yang terseia. Daripada menebak-nebak, segera cari lokasi klinik terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Ingat, paha yang kuat dan sehat jauh lebih penting daripada paha yang harus selalu terlihat mulus.
FAQ Seputar Selulit di Paha
1. Kenapa Selulit Muncul di Paha Padahal Kurus?
Orang kurus tetap memiliki lemak di bawah kulit. Genetik, hormon, dan susunan jaringan ikat dapat membuat selulit terlihat meski berat badan ideal.
2. Apakah Duduk Terlalu Lama Menyebabkan Selulit?
Duduk lama bukan penyebab tunggal selulit, tetapi kebiasaan kurang bergerak dapat memengaruhi kekuatan otot dan komposisi tubuh. Selingi duduk dengan berdiri atau berjalan singkat.
3. Apakah Minum Air Putih Bisa Mengurangi Selulit?
Minum cukup air mendukung kesehatan tubuh dan kulit, tetapi tidak terbukti menghilangkan selulit. Selulit terutama berkaitan dengan struktur jaringan di bawah kulit.
4. Apakah Selulit di Paha Bisa Dicegah?
Selulit tidak selalu bisa dicegah karena genetik, hormon, dan usia turut berperan. Aktivitas fisik, berat badan stabil, dan tidak merokok dapat membantu menjaga kondisi kulit dan otot.
5. Olahraga Apa yang Membantu Selulit di Paha?
Latihan kekuatan seperti squat dan lunge dapat membantu membangun otot paha. Berjalan kaki atau bersepeda juga mendukung aktivitas fisik rutin, tetapi olahraga tidak menjamin selulit hilang.
Referensi
Cellulite: Symptoms and Causes | Mayo Clinic
Cellulite | MedlinePlus
Cellulite Treatments: What Really Works? | American Academy of Dermatology
Cellulite: Current Understanding and Treatment | Aesthetic Surgery Journal Open Forum (2023)

