Acne 8 mnt baca

Cara Mengatasi Fungal Acne: Kenali Dulu Bedanya dengan Jerawat Biasa

Cara Mengatasi Fungal Acne: Kenali Dulu Bedanya dengan Jerawat Biasa

Fungal acne ditandai dengan bintik kecil yang seragam dan sering terasa gatal. Cara mengatasinya perlu disesuaikan dengan penyebab, kondisi kulit, dan penanganan yang tepat.

Bruntusan kecil yang terasa gatal dan nggak kunjung membaik meski sudah pakai obat jerawat memang bisa bikin bingung. Bisa jadi, kondisi tersebut merupakan fungal acne, yang penyebab dan cara mengatasinya berbeda dari jerawat biasa.

Kalau kamu mengalami hal serupa, jangan buru-buru mencoba produk lain dulu, ya. Kenali ciri-cirinya dan cari tahu kapan fungal acne perlu diperiksa dokter agar penanganannya lebih sesuai.

Fungal Acne Itu Apa?

Fungal acne adalah istilah yang sering digunakan untuk Malassezia folliculitis, yaitu peradangan pada folikel rambut akibat pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia yang memang hidup secara alami di kulit. Kondisi ini bukan jerawat biasa, sehingga penanganannya bisa berbeda.

Jamur tersebut lebih mudah berkembang dalam kondisi kulit yang panas dan lembap. Karena itu, fungal acne bisa muncul atau memburuk ketika kulit sering berkeringat dan terlalu lama dibiarkan lembap.

Ciri Fungal Acne yang Bisa Kamu Kenali

fungal acne
Fungal Acne | Sumber: Skin Science

Salah satu ciri fungal acne adalah munculnya bintik-bintik kecil dengan ukuran yang cenderung seragam. Bintik ini sering terasa gatal, terutama ketika kulit berkeringat atau berada di lingkungan panas.

Beberapa ciri fungal acne lainnya yang perlu kamu perhatikan meliputi:

  • Bentuknya relatif seragam: Bintik kecil terlihat mirip satu sama lain dan bisa berkumpul di area tertentu.
  • Terasa gatal: Rasa gatal lebih sering ditemukan dibandingkan pada jerawat biasa, meskipun tidak selalu muncul.
  • Muncul di area tertentu: Fungal acne di dahi, garis rambut, dada, bahu, dan punggung termasuk lokasi yang umum.
  • Kurang merespons obat jerawat biasa: Bruntusan bisa menetap meskipun kamu sudah mencoba produk jerawat, terutama jika penyebabnya belum ditangani dengan tepat.

Namun, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk memastikan diagnosis, ya. Bruntusan akibat kondisi kulit lain juga bisa terlihat serupa, jadi pemeriksaan dokter tetap diperlukan.

Fungal Acne, Jerawat Biasa, atau Bruntusan?

fungal acne dan jerawat biasa lainnya
Fungal Acne dan Jerawat Biasa Lainnya | Sumber: Norse Organics

Fungal acne vs jerawat biasa bisa dibedakan melalui bentuk bintik, rasa yang muncul, lokasi, dan respons terhadap perawatan. Sementara itu, bruntusan merupakan istilah umum untuk tekstur kulit yang tidak rata dan bukan diagnosis medis tertentu.

PembedaFungal acneJerawat biasaBruntusan
Bentuk dan ukuranBintik kecil yang cenderung seragamBeragam, mulai dari komedo hingga jerawat meradangBintik kecil atau tekstur tidak rata
RasaSering gatalBisa nyeri, terutama saat meradangBergantung pada penyebabnya
Lokasi umumDahi, garis rambut, dada, punggungWajah, dada, dan punggungBergantung pada penyebabnya
PemicuPanas, kelembapan, keringat, dan faktor lainMinyak berlebih, pori tersumbat, hormon, dan peradanganBeragam, termasuk pori tersumbat dan iritasi
Respons terhadap obat jerawat biasaBisa kurang membaik jika penyebabnya belum ditanganiBergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawatBergantung pada penyebabnya

Perlu diingat, bruntusan juga bisa muncul akibat komedo tertutup atau pori yang tersumbat, termasuk di area dagu. Karena penyebabnya berbeda, cara menghilangkan bruntusan di dagu maupun closed comedones perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Kenapa Fungal Acne Bisa Muncul?

Penyebab fungal acne berkaitan dengan pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan di folikel rambut hingga memicu peradangan. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi beberapa faktor lainnya, seperti:

  • Cuaca panas dan lembap: Kondisi ini dapat membuat kulit lebih mudah berkeringat dan lembap.
  • Keringat yang dibiarkan terlalu lama: Kulit yang tetap lembap setelah olahraga atau beraktivitas di luar bisa mendukung pertumbuhan jamur.
  • Pakaian atau ciput yang ketat dan lembap: Gesekan, panas, dan kelembapan yang terperangkap dapat memperburuk kondisi kulit.
  • Produk yang terlalu berat: Produk yang terlalu berminyak atau oklusif dapat menjadi faktor yang perlu dievaluasi pada kulit yang rentan.
  • Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang: Pada sebagian orang, antibiotik dapat mengubah keseimbangan mikroorganisme di kulit dan meningkatkan risiko pertumbuhan Malassezia.

Meski begitu, fungal acne tidak selalu muncul karena kebersihan kulit yang buruk. Kondisi ini juga dipengaruhi faktor lain, jadi kamu nggak perlu menyalahkan diri sendiri jika mengalaminya.

Jika bintik disertai keluhan pada kulit kepala atau area berminyak lainnya, kondisi seperti folikulitis dan dermatitis seboroik juga bisa menjadi bahan diskusi dengan dokter karena sama-sama dapat berkaitan dengan Malassezia, tetapi merupakan kondisi yang berbeda.

Cara Mengatasi Fungal Acne

cara mengatasi fungal acne

Cara mengatasi fungal acne perlu disesuaikan dengan penyebabnya, jadi jangan buru-buru mencoba berbagai produk jerawat. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus membantu merawat kulit sehari-hari.

1. Periksakan ke Dokter untuk Memastikan Diagnosis

Kalau bruntusan terasa gatal, bentuknya seragam, atau nggak membaik dengan obat jerawat biasa, sebaiknya periksakan ke dokter. Gejala tersebut bisa mengarah ke fungal acne, tetapi pemeriksaan diperlukan untuk membedakannya dari jerawat atau kondisi kulit lainnya.

2. Jalani Pengobatan Sesuai Resep Dokter

Nah, kalau dokter sudah memastikan bruntusan yang kamu alami adalah fungal acne, dokter bisa meresepkan obat antijamur sesuai kondisi kulitmu. Ikuti petunjuk penggunaannya dan konsultasikan kembali jika keluhan nggak membaik atau justru semakin parah.

3. Jaga Kulit Tetap Bersih Setelah Berkeringat

Kebiasaan sehari-hari bisa membantu mengurangi kelembapan berlebih yang mendukung pertumbuhan jamur. Kamu bisa mulai dengan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Segera bersihkan diri setelah berkeringat: Mandi setelah olahraga atau beraktivitas di luar ruangan.
  • Ganti pakaian dan ciput yang lembap: Hindari membiarkan keringat terperangkap terlalu lama.
  • Hindari menggosok kulit terlalu keras: Bersihkan kulit dengan lembut dan jangan memencet bintik yang muncul.
  • Cuci handuk dan sarung bantal secara rutin: Pastikan perlengkapan yang bersentuhan dengan kulit tetap bersih dan kering.

Kebiasaan ini bisa mendukung pemulihan, tetapi belum tentu cukup tanpa pengobatan yang sesuai.

4. Pilih Skincare untuk Fungal Acne yang Lebih Ringan

Pilih skincare untuk fungal acne yang sesuai dengan kondisi kulitmu dan tidak memicu iritasi. Sebaiknya hindari produk yang terasa terlalu berat jika memperburuk keluhan, serta jangan mencoba banyak produk baru sekaligus.

Kalau kamu bingung menentukan produk yang cocok, konsultasikan dengan dokter agar rutinitas perawatan kulitmu tetap sesuai dengan penanganan yang dibutuhkan

Berapa Lama Fungal Acne Membaik?

Dengan pengobatan yang tepat, fungal acne dapat mulai membaik dalam sekitar 2–4 minggu, meski waktunya bisa berbeda pada setiap orang. Lama pemulihan juga bisa dipengaruhi kondisi kulit dan respons terhadap pengobatan yang diberikan dokter.

Fungal acne sendiri bisa kambuh jika faktor pemicunya masih ada. Kalau keluhan nggak membaik setelah menjalani pengobatan sesuai arahan dokter, sebaiknya periksakan kembali kulitmu untuk mengevaluasi penanganannya.

Cara Mencegah Fungal Acne Kambuh

Setelah kondisi kulit membaik, ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko fungal acne kambuh. Caranya sederhana dan bisa dimulai dari rutinitas sehari-hari.

  • Jangan biarkan kulit terlalu lama lembap: Segera mandi dan ganti pakaian setelah berkeringat.
  • Pilih pakaian yang nyaman: Utamakan bahan yang membantu mengurangi penumpukan panas dan kelembapan.
  • Gunakan skincare secukupnya: Hindari menumpuk produk berat jika kulitmu mudah mengalami keluhan serupa.
  • Jaga kebersihan perlengkapan pribadi: Cuci handuk, sarung bantal, dan ciput secara rutin.
  • Ikuti arahan dokter: Jika fungal acne sering kambuh, konsultasikan langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.

Kapan Sebaiknya Kamu ke Dokter?

Kalau bruntusan kecil yang gatal nggak membaik dengan obat jerawat biasa, jangan buru-buru menambah produk lain, ya. Sebaiknya periksakan ke dokter dan jaga kulit tetap bersih serta tidak lembap terlalu lama, terutama setelah berkeringat.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di Sozo Skin Clinic untuk memastikan apakah keluhanmu termasuk fungal acne, jerawat biasa, atau kondisi kulit lainnya. Setelah pemeriksaan, dokter dapat menyarankan Acne Treatment atau Facial Treatment jika sesuai dengan kondisi kulitmu.

Bruntusan yang nggak kunjung hilang bukan berarti nggak bisa diatasi, kok. Terkadang, yang dibutuhkan adalah diagnosis yang tepat agar penanganannya sesuai dengan penyebabnya.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ

Masih punya pertanyaan seputar fungal acne? Yuk, simak jawaban dari beberapa pertanyaan yang sering muncul berikut ini.

1. Apa bedanya fungal acne dan jerawat biasa?

Fungal acne terjadi ketika jamur Malassezia tumbuh berlebihan di folikel rambut, sedangkan jerawat biasa berkaitan dengan pori tersumbat dan peradangan. Fungal acne juga cenderung berupa bintik kecil yang seragam dan sering terasa gatal.

2. Apakah fungal acne bisa hilang sendiri?

Keluhan fungal acne bisa mereda ketika faktor pemicunya berkurang, tetapi belum tentu hilang sepenuhnya. Kalau bruntusan nggak membaik atau sering kambuh, sebaiknya periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang sesuai.

3. Apakah fungal acne menular?

Fungal acne umumnya tidak menular melalui kontak biasa. Jamur Malassezia sebenarnya hidup secara alami di kulit, tetapi pertumbuhannya yang berlebihan bisa memicu peradangan pada folikel rambut.

4. Skincare apa yang aman untuk fungal acne?

Pilih skincare yang ringan dan sesuai dengan kondisi kulitmu. Hindari produk yang memicu iritasi atau terasa terlalu berat jika memperburuk keluhan, dan konsultasikan pilihan produk kepada dokter jika kamu masih bingung.

5. Kenapa fungal acne sering kambuh?

Fungal acne bisa kambuh ketika faktor pemicunya, seperti panas, keringat, dan kelembapan, masih ada. Pengobatan sesuai arahan dokter dan kebiasaan menjaga kulit tetap bersih serta tidak lembap terlalu lama bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan.

 

Referensi

Malassezia (Pityrosporum) Folliculitis | DermNet

Malassezia Folliculitis | StatPearls, NCBI Bookshelf

Malassezia-Associated Skin Diseases, the Use of Diagnostics and Treatment | Journal of Fungi

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?