Jerawat merah menandakan adanya peradangan yang dapat menyebabkan kulit bengkak dan terasa sakit. Kompres dingin dan produk khusus jerawat memang dapat membantu, tetapi penanganan dokter diperlukan jika jerawat tidak kunjung membaik.
Jerawat merah biasanya muncul saat kulit mengalami peradangan. Kalau kamu sedang mengalaminya, jangan langsung dipencet atau diberi terlalu banyak produk.
Mulai dengan membersihkan wajah secara lembut dan menggunakan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit.
Apalagi kalau jerawat muncul menjelang acara penting. Rasanya pasti mengganggu, terutama saat benjolannya besar atau terasa sakit ketika disentuh.
Namun, mencoba berbagai cara agar jerawat cepat kempes justru bisa memperparah iritasi dan meningkatkan risiko bekas jerawat.
Lalu, apa yang bisa kamu lakukan agar jerawat lebih cepat mereda? Yuk, kenali cara merawat jerawat merah di rumah dan tanda-tanda bahwa jerawatmu sudah perlu diperiksa oleh dokter!
Kenapa Jerawatku Merah, Bengkak, dan Sakit?

Pernah tidak, jerawat yang awalnya kecil tiba-tiba jadi merah, membengkak, dan sakit saat disentuh? Kondisi ini biasanya terjadi karena ada peradangan di kulit.
Awalnya, pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Saat peradangan terjadi, sistem kekebalan tubuh ikut merespons. Akibatnya, area jerawat jadi kemerahan dan bengkak.
Lalu, kenapa jerawat bisa terasa sakit? Saat terjadi peradangan, jaringan di sekitar jerawat ikut membengkak dan memberi tekanan pada ujung saraf.
Itulah sebabnya jerawat bisa terasa nyeri, terutama kalau benjolannya besar atau tumbuh cukup dalam di kulit.
Namun, tidak semua jerawat merah kondisinya sama. Ada yang hanya berupa benjolan kecil, ada juga yang lebih besar dan terasa sakit.
Supaya kamu tahu cara menanganinya, kenali dulu perbedaan jenis jerawat berikut.
| Jenis Jerawat | Ciri-Ciri | Tingkat Kekhawatiran |
| Papul | Benjolan merah kecil tanpa nanah. | Bisa dirawat di rumah jika ringan. |
| Pustul | Benjolan merah dengan nanah putih atau kekuningan. | Jangan dipencet agar tidak makin meradang. |
| Nodul | Benjolan besar, keras, dan terasa sakit. | Perlu diperiksa dokter karena berisiko meninggalkan bekas. |
| Kista Jerawat | Benjolan meradang di dalam kulit yang terasa nyeri. | Perlu ditangani dokter untuk mengurangi risiko jaringan parut. |
Yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini

Kalau jerawat tiba-tiba merah dan bengkak, kamu tidak perlu langsung mencoba banyak produk. Mulai dengan perawatan sederhana yang membantu menenangkan kulit tanpa memperparah iritasi.
1. Bersihkan Wajah dengan Lembut
Pilih pembersih wajah berlabel gentle cleanser yang bebas scrub dan tidak membuat kulit terasa kesat atau tertarik setelah dicuci.
Setelahnya, gunakan pelembap berlabel non-comedogenic agar kulit tetap lembap tanpa mudah menyumbat pori-pori.
2. Pilih Bahan Aktif yang Sesuai
Kamu tidak perlu menggunakan semua bahan aktif sekaligus. Pilih sesuai kondisi kulit dan perkenalkan produk baru satu per satu untuk mengurangi risiko iritasi.
Adapun beberapa bahan aktif yang bisa dicoba:
- Salicylic Acid: Membantu membersihkan sumbatan pada pori dan cocok untuk kulit yang rentan mengalami komedo.
- Benzoyl Peroxide: Membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan dapat digunakan untuk jerawat yang meradang.
- Niacinamide: Membantu mendukung fungsi pelindung kulit dan meredakan peradangan.
3. Kompres Dingin untuk Membantu Meredakan Bengkak
Kalau jerawat terasa bengkak dan nyeri, tempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin selama beberapa saat.
Kamu juga bisa membungkus es dengan kain bersih sebelum menempelkannya pada jerawat. Jangan menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi, dan ingat bahwa kompres hanya meredakan bengkak sementara.
4. Gunakan Acne Patch untuk Jerawat Bernanah
Pilih acne patch berbahan hidrokoloid yang dapat menyerap cairan dari jerawat yang sudah memiliki bagian putih atau terbuka.
Patch juga melindungi jerawat agar tidak mudah tersentuh atau tergaruk. Tempelkan pada kulit yang bersih dan kering, tetapi ingat bahwa patch tidak dapat mengatasi peradangan yang berada jauh di bawah kulit, seperti nodul atau jerawat batu.
Baca Juga: Bolehkah Facial Treatment saat Jerawat Aktif?
Yang Sebaiknya Kamu Hentikan
Saat jerawat merah dan sakit, wajar kalau kamu ingin segera mengempeskannya. Namun, beberapa kebiasaan justru bisa memperparah peradangan:
1. Memencet atau Menusuk Jerawat
Memencet jerawat bisa mendorong isinya lebih dalam ke jaringan kulit sehingga peradangan semakin parah. Hindari mengeluarkan jerawat dengan kuku atau jarum karena dapat merusak jaringan dan meningkatkan risiko infeksi serta bekas jerawat.
2. Mengoleskan Pasta Gigi
Pasta gigi bukan produk untuk mengobati jerawat dan kandungannya dapat memicu iritasi. Gunakan produk yang memang diformulasikan untuk kulit berjerawat.
3. Mengoleskan Jeruk Nipis
Jeruk nipis mengandung asam yang dapat mengiritasi kulit, terutama jika dioleskan langsung. Paparan sinar matahari setelah kulit terkena sari jeruk juga dapat memicu reaksi kulit dan perubahan warna.
4. Mengandalkan Bedak Dingin untuk Mengempeskan Jerawat
Sensasi sejuk dari bedak dingin mungkin membuat kulit terasa nyaman, tetapi tidak berarti peradangan jerawat mereda. Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, coba kompres dingin menggunakan kain bersih.
5. Menggunakan Banyak Produk Sekaligus
Menggunakan beberapa produk sekaligus justru bisa membuat kulit semakin kering dan iritasi. Mulailah dengan satu bahan aktif sesuai kebutuhan kulit, lalu tambahkan produk lain secara bertahap jika diperlukan.
6. Menggosok atau Mengelupas Kulit Berlebihan
Scrub kasar dan eksfoliasi berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit serta memperparah iritasi. Hindari menggosok area yang sedang meradang, terutama jika jerawat terasa sakit saat disentuh.
Kenapa Jerawat Merah Bisa Muncul Terus?

Jerawat yang berulang tidak selalu disebabkan oleh kebersihan wajah. Ada beberapa faktor yang dapat memicu sumbatan pori atau memperburuk peradangan, di antaranya:
- Perubahan Hormon: Fluktuasi hormon menjelang menstruasi dapat meningkatkan produksi minyak pada sebagian orang.
- Gesekan Masker atau Helm: Tekanan dan gesekan berulang dapat memicu iritasi serta memperburuk jerawat.
- Produk yang Menyumbat Pori: Produk perawatan kulit atau makeup yang tidak cocok dapat memperparah komedo dan jerawat.
- Stres: Stres dapat memengaruhi kondisi kulit dan memperburuk jerawat pada sebagian orang.
- Kurang Tidur: Pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan berkaitan dengan memburuknya kondisi kulit.
- Kebiasaan Menyentuh Wajah: Tangan yang sering menyentuh atau memencet jerawat dapat menambah iritasi pada area tersebut.
Jika jerawat terus berulang, penanganannya perlu mempertimbangkan pemicu dan jenis jerawat, bukan hanya mengobati benjolan yang terlihat.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat Hormon dan Mengurangi Risiko Kambuh
Kapan Jerawat Merah Perlu Diperiksa Dokter?
Jerawat ringan terkadang membaik dengan perawatan mandiri, tetapi jerawat yang meradang dalam atau terus berulang bisa membutuhkan penanganan profesional.
Pertimbangkan konsultasi dengan dokter jika kamu mengalami kondisi berikut:
- Benjolan Besar dan Keras: Jerawat terasa dalam, keras, atau sangat sakit ketika disentuh.
- Jerawat Tidak Kunjung Membaik: Kondisi tidak menunjukkan perbaikan setelah sekitar 2–3 bulan menjalani perawatan mandiri secara konsisten.
- Jerawat Semakin Banyak: Jerawat muncul dalam jumlah banyak atau menyebar ke area wajah maupun tubuh lainnya.
- Mulai Meninggalkan Bopeng: Kulit mulai menunjukkan cekungan atau bekas luka setelah jerawat meradang.
- Jerawat Sering Kambuh: Benjolan yang sama atau jerawat meradang terus muncul meskipun rutinitas perawatan sudah diperbaiki.
- Mengganggu Kepercayaan Diri: Jerawat membuatmu merasa sangat tidak nyaman atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kamu dapat mempertimbangkan perawatan jerawat di SOZO Skin Clinic untuk mengetahui pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit.
Jika jerawat disertai pembengkakan yang cepat memburuk, demam, atau nyeri berat, segera cari pertolongan medis.
Sudah Kempes tapi Masih Ada Noda Merah?
Warna tersebut dapat muncul akibat perubahan setelah peradangan dan memerlukan waktu untuk memudar.
Namun tenang, noda merah setelah jerawat mereda belum tentu merupakan bekas luka permanen.
Jika bekas menetap atau terdapat bopeng, dokter dapat merekomendasikan peeling treatment untuk membantu menyamarkan noda tersebut.
Jangan Tunggu Jerawat Meninggalkan Bekas

Kalau hanya ada satu atau dua jerawat kecil, mulai dengan membersihkan wajah secara lembut, menghindari kebiasaan memencet, dan menggunakan perawatan yang sesuai.
Beri waktu bagi kulit untuk merespons dan hindari terus mengganti produk setiap hari, kecuali jika jerawat mulai terasa sangat sakit.
Sebaiknya segera konsultasi dan buat janji temu dengan dokter untuk mengetahui perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.
Kamu bisa mempertimbangkan facial treatment untuk membersihkan pori-pori agar tidak berujung menjadi jerawat merah.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kamu dapat cari lokasi klinik terdekat atau jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut.
FAQ
Simak beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar jerawat merah, mulai dari cara meredakan bengkak hingga kapan kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter:
1. Bagaimana Cara Mengempeskan Jerawat Merah dengan Cepat?
Bersihkan wajah dengan lembut dan gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan bengkak. Hindari memencet jerawat karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas.
2. Apakah Jerawat Merah Boleh Dipencet?
Sebaiknya tidak. Memencet jerawat dapat mendorong peradangan lebih dalam dan meningkatkan risiko infeksi serta jaringan parut.
3. Apakah Pasta Gigi Bisa Mengempeskan Jerawat?
Pasta gigi bukan obat jerawat dan dapat menyebabkan iritasi. Gunakan produk yang memang diformulasikan untuk membantu mengatasi jerawat.
4. Berapa Lama Jerawat Merah Bisa Kempes?
Waktunya berbeda-beda, tergantung ukuran dan tingkat peradangan jerawat. Jerawat yang lebih dalam dapat membutuhkan waktu lebih lama dan mungkin memerlukan penanganan dokter.
5. Apakah Jerawat Merah Bisa Hilang Tanpa Bekas?
Bisa, terutama jika peradangannya ringan dan kulit dirawat dengan tepat. Namun, memencet jerawat atau membiarkan peradangan dalam tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko noda dan jaringan parut.
6. Kapan Jerawat Merah Harus Diperiksa Dokter?
Periksakan jika jerawat besar, keras, sangat sakit, terus bertambah, atau mulai meninggalkan bopeng. Konsultasi juga diperlukan jika perawatan mandiri tidak menunjukkan perbaikan setelah sekitar 2–3 bulan.
Referensi:
Inflammatory Acne: Symptoms, Types, Causes, Treatment | Cleveland Clinic
How to Get Rid of Red Acne Scars Fast | Alinea Medical Spa
Inflammatory Acne: Causes, Treatments & How to Prevent | Dexeryl

