Skin 11 mnt baca

Penyebab Mata Panda: Kenapa Lingkaran Hitam di Bawah Mata Muncul?

Penyebab Mata Panda: Kenapa Lingkaran Hitam di Bawah Mata Muncul?

Mata panda bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, genetik, pigmentasi, alergi, hingga perubahan struktur area bawah mata. Mengenali penyebabnya membantu kamu menentukan cara mengatasinya dengan lebih tepat.

Pernah nggak sih, kamu sudah merasa cukup tidur tapi area bawah mata masih terlihat gelap? Kalau iya, jangan buru-buru menyalahkan pola tidurmu.

Nyatanya, kurang tidur memang bisa membuat lingkaran hitam di bawah mata semakin terlihat, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Pigmentasi, pembuluh darah, kondisi kulit, faktor genetik, penuaan, sampai struktur wajah juga bisa ikut berperan.

Jadi, yuk kenali dulu penyebab mata panda supaya kamu bisa memahami kondisi bawah mata dengan lebih tepat.

Apa Itu Mata Panda?

Mata panda adalah istilah umum untuk kondisi ketika area di bawah atau sekitar mata terlihat lebih gelap dibandingkan kulit wajah di sekitarnya. Warnanya bisa terlihat kecokelatan, kehitaman, kebiruan, atau keunguan, tergantung faktor yang mendasarinya.

Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut periorbital dark circles atau periorbital hyperpigmentation. Mata panda cukup umum terjadi dan penyebabnya bisa berbeda pada setiap orang, bahkan beberapa faktor bisa muncul secara bersamaan.

Apa Saja Penyebab Mata Panda?

Mata Panda
Ilustrasi Mata Panda | Sumber: Magnific

Warna gelap di bawah mata bisa terbentuk karena perubahan pigmentasi, pembuluh darah yang lebih terlihat, kulit yang menipis, sampai bayangan dari struktur wajah.

Supaya lebih mudah dipahami, yuk lihat satu per satu faktor yang bisa membuat mata panda muncul atau terlihat semakin jelas.

1. Kurang Tidur dan Kelelahan

Kurang tidur bisa membuat mata panda terlihat lebih jelas, terutama karena kulit wajah bisa tampak lebih pucat sehingga pembuluh darah di bawah kulit menjadi lebih terlihat.

Kelelahan juga bisa membuat area mata tampak lebih kusam atau bengkak. Karena itu, mata panda setelah beberapa malam kurang tidur bisa terlihat lebih menonjol meskipun kondisi ini biasanya bukan satu-satunya penyebab.

2. Faktor Genetik

Kalau mata panda sudah terlihat sejak usia muda atau juga dialami oleh anggota keluargamu, faktor genetik bisa ikut berperan. Genetik dapat memengaruhi ketebalan kulit, pigmentasi, hingga struktur area sekitar mata.

3. Pigmentasi Kulit

Kulit di sekitar mata bisa mengalami hiperpigmentasi, yaitu kondisi ketika produksi melanin meningkat sehingga warnanya menjadi lebih gelap.

Pada kondisi ini, warna mata panda biasanya lebih terlihat kecokelatan atau kehitaman. Paparan sinar matahari dan peradangan berulang di sekitar mata dapat ikut memperburuk pigmentasi.

4. Kulit Bawah Mata yang Tipis

Kulit di sekitar mata termasuk salah satu bagian kulit yang paling tipis di wajah. Karena itu, pembuluh darah dan jaringan di bawahnya bisa lebih mudah terlihat melalui permukaan kulit.

Inilah salah satu alasan mata panda bisa tampak kebiruan atau keunguan, terutama pada orang dengan kulit bawah mata yang tipis.

5. Alergi dan Kebiasaan Menggosok Mata

Alergi di sekitar mata dapat memicu rasa gatal, kemerahan, dan peradangan. Kalau kamu sering menggosok atau mengucek mata karena terasa gatal, iritasi dan perubahan pigmentasi bisa menjadi semakin jelas.

Jadi, pada orang dengan alergi, mata panda bisa muncul sebagai kombinasi antara peradangan, pembuluh darah yang lebih terlihat, dan kebiasaan menggosok area mata.

6. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat merangsang produksi melanin sebagai bagian dari respons perlindungan kulit. Kalau area sekitar mata sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup, pigmentasi di area tersebut bisa menjadi lebih terlihat.

Karena itu, perlindungan dari sinar UV tetap penting meskipun masalah yang kamu khawatirkan hanya mata panda.

7. Dehidrasi

Saat tubuh kekurangan cairan, kulit bisa terlihat lebih kering dan kusam. Area bawah mata juga dapat terlihat lebih cekung sehingga bayangan di sekitarnya menjadi semakin jelas.

Meski begitu, dehidrasi biasanya lebih berperan dalam membuat mata panda tampak semakin menonjol, bukan menjadi penyebab tunggal pada semua orang.

8. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin menurun sehingga kulit secara bertahap menjadi lebih tipis dan kehilangan elastisitasnya.

Volume jaringan di sekitar mata juga dapat berubah. Kombinasi kulit yang lebih tipis, perubahan lemak, dan munculnya cekungan bawah mata bisa membuat bayangan terlihat lebih jelas dan tampak seperti lingkaran hitam.

9. Struktur Wajah dan Cekungan Bawah Mata

Nggak semua area bawah mata yang terlihat gelap sebenarnya disebabkan oleh perubahan warna kulit. Cekungan pada area tear trough dapat menciptakan bayangan, terutama ketika terkena pencahayaan dari arah tertentu.

Karena itu, mata panda yang terlihat seperti lingkaran hitam bisa saja sebagian sebenarnya merupakan efek bayangan dari struktur wajah.

Baca Juga: Rejuran Eye untuk Mata Panda dan Kerutan: Manfaat, Sesi, dan Hasil

Apakah Mata Panda Selalu Disebabkan oleh Kurang Tidur?

Tidak. Kurang tidur memang bisa membuat area bawah mata terlihat lebih kusam atau gelap, tetapi mata panda juga bisa tetap terlihat meskipun kamu sudah tidur cukup.

Misalnya, kalau penyebab utamanya adalah faktor genetik, pigmentasi, pembuluh darah yang lebih terlihat, atau cekungan bawah mata, memperbaiki jam tidur saja mungkin belum cukup untuk mengubah tampilannya secara signifikan.

Jadi, nggak perlu langsung menyalahkan pola tidurmu setiap kali melihat mata panda. Yang lebih penting, kenali dulu faktor yang paling mungkin berperan supaya kamu nggak salah memilih cara mengatasinya.

Bagaimana Mengetahui Penyebab Mata Panda?

Pemeriksaan Penyebab Mata Panda
Ilustrasi Pemeriksaan Penyebab Mata Panda | Sumber: Dr. Kopelman

Mata panda bisa terlihat mirip, tetapi penyebab di baliknya belum tentu sama. Karena itu, pemeriksaan langsung dapat membantu membedakan apakah warna gelap lebih berkaitan dengan pigmentasi, pembuluh darah, kulit yang tipis, atau bayangan dari struktur wajah.

Beberapa hal yang biasanya diperhatikan antara lain:

1. Perhatikan Warna Area Bawah Mata

Warna mata panda bisa memberikan sedikit gambaran. Umumnya, warna kecokelatan atau kehitaman bisa berkaitan dengan pigmentasi. Sementara itu, warna kebiruan atau keunguan bisa muncul karena pembuluh darah di bawah kulit lebih terlihat.

Walaupun begitu, warna saja belum cukup untuk menentukan penyebab karena beberapa faktor bisa muncul bersamaan.

2. Amati Cekungan dan Bayangan di Bawah Mata

Coba perhatikan area bawah mata dari beberapa sudut pencahayaan. Kalau bagian yang terlihat gelap semakin jelas ketika cahaya datang dari arah tertentu, bayangan dari cekungan bawah mata atau tear trough bisa ikut berperan.

Pada kondisi seperti ini, masalahnya bukan hanya perubahan warna kulit. Struktur dan volume di sekitar mata juga dapat membuat area tersebut tampak lebih gelap.

3. Perhatikan Kondisi Kulit dan Gejala di Sekitar Mata

Rasa gatal, mata berair, kemerahan, atau kebiasaan mengucek mata bisa menjadi petunjuk adanya alergi atau iritasi. Kondisi ini dapat membuat area sekitar mata mengalami peradangan dan terlihat semakin gelap.

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan uji regangan kulit (pinch test) dengan menarik kulit secara perlahan untuk melihat perubahan tampilan warna.

Kalau warna gelap ikut memudar saat kulit diregangkan, faktor pembuluh darah atau bayangan bisa lebih mungkin berperan, sedangkan warna yang tetap terlihat dapat mengarah pada komponen pigmentasi.

Tapi ingat, pinch test ini bukan pemeriksaan yang bisa menentukan penyebab mata panda secara pasti dan sebaiknya tidak dijadikan diagnosis sendiri di rumah.

4. Cek Pola Tidur dan Kebiasaan Sehari-hari

Coba ingat kembali kebiasaanmu belakangan ini. Apakah kamu sering tidur kurang dari 7–8 jam, begadang, terlalu lama menatap layar gawai atau laptop, atau mengonsumsi makanan tinggi garam dan alkohol?

Kurang tidur dan kelelahan bisa membuat mata panda semakin terlihat. Sementara itu, makanan tinggi garam dapat membuat area bawah mata tampak lebih bengkak. Penggunaan layar berlebihan juga bisa berkaitan dengan mata lelah dan tidur yang terganggu.

5. Lihat Riwayat Keluarga dan Perubahannya Seiring Usia

Kalau mata panda sudah terlihat sejak muda dan anggota keluarga juga mengalaminya, faktor genetik bisa ikut berperan.

Sementara itu, mata panda yang semakin terlihat seiring usia dapat berkaitan dengan kulit yang menipis, perubahan volume jaringan, atau cekungan bawah mata.

Kalau penyebabnya masih sulit dipastikan, dokter dapat membantu melalui pemeriksaan langsung. Tes tambahan, seperti tes darah, biasanya hanya diperlukan jika ada gejala atau riwayat kesehatan tertentu.

Baca Juga: 6 Jenis Flek Hitam di Wajah & Cara Mengatasi, Ini Pembedanya

Cara Mengatasi Mata Panda Berdasarkan Penyebabnya

Hasil Rejuran Eye Treatment
Hasil Rejuran Eye Treatment | Sumber: Internal SOZO Skin Clinic

Cara mengatasi mata panda sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Ada yang bisa dibantu dengan kebiasaan sehari-hari, sementara kondisi tertentu mungkin membutuhkan skincare atau treatment di klinik.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:

1. Perbaiki Pola Tidur dan Kebiasaan Sehari-hari

Kalau mata panda semakin terlihat saat kurang tidur, coba perbaiki waktu dan kualitas tidurmu. Remaja usia 13–18 tahun dianjurkan tidur 8–10 jam, sedangkan orang dewasa membutuhkan setidaknya 7 jam per malam.

Usahakan juga punya jam tidur dan bangun yang teratur, termasuk di akhir pekan. Batasi penggunaan gawai menjelang tidur agar waktu istirahat tidak ikut terganggu.

2. Atasi Alergi dan Hindari Menggosok Mata

Kalau mata panda disertai gatal, berair, atau kemerahan, alergi dan iritasi perlu ditangani terlebih dahulu. Hindari mengucek mata karena gesekan berulang dapat membuat kulit sekitar mata semakin iritasi dan gelap.

Kalau keluhannya sering kambuh, dokter dapat membantu mencari pemicu dan menentukan penanganan yang sesuai.

3. Gunakan Kompres Dingin untuk Mengurangi Bengkak

Kompres dingin bisa membantu mengurangi bengkak dan membuat pembuluh darah di sekitar mata tampak lebih mengecil untuk sementara. Cara ini bisa dicoba ketika mata terlihat sembap setelah kurang tidur atau kelelahan.

Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin, lalu letakkan pada mata yang terpejam selama sekitar 10–20 menit. Jangan menempelkan es batu langsung ke kulit karena area bawah mata cukup sensitif.

4. Gunakan Skincare yang Sesuai

Untuk mata panda yang berkaitan dengan pigmentasi, bahan seperti vitamin C atau retinoid dapat membantu memperbaiki tampilan warna kulit secara bertahap.

Sementara itu, bahan pelembap seperti asam hialuronat dapat membantu menjaga kulit bawah mata tetap terhidrasi.

Karena kulit di sekitar mata cukup tipis dan sensitif, pilih produk yang memang aman untuk area tersebut. Mulai secara bertahap dan hentikan jika muncul iritasi.

5. Lindungi Area Bawah Mata dari Sinar UV

Kalau mata panda cenderung kecokelatan karena pigmentasi, perlindungan dari sinar UV penting agar warnanya tidak semakin terlihat.

Gunakan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih dan aplikasikan sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Kamu juga bisa memakai kacamata hitam untuk membantu melindungi area sekitar mata dari paparan sinar matahari langsung.

6. Pertimbangkan Treatment Sesuai Penyebabnya

Kalau mata panda tetap terlihat meskipun kebiasaan sehari-hari sudah diperbaiki, treatment di SOZO Skin Clinic bisa dipertimbangkan.

Pilihannya bergantung pada penyebab, misalnya laser untuk pigmentasi tertentu, skin booster atau Rejuran Eye untuk membantu memperbaiki kualitas kulit, hingga filler untuk cekungan bawah mata.

Namun, treatment tersebut nggak otomatis cocok untuk semua jenis mata panda. Dokter perlu menilai kondisi kulit, pigmentasi, pembuluh darah, dan struktur bawah mata terlebih dahulu agar pilihan perawatannya lebih tepat.

Kapan Mata Panda Perlu Dikonsultasikan?

Mata panda umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Tapi, kalau lingkaran hitam semakin terlihat, menetap meski pola tidur sudah cukup, atau disertai keluhan lain di sekitar mata, ada baiknya kamu mencari tahu penyebabnya.

Kamu bisa mempertimbangkan konsultasi ke dokter kalau:

  • Mata panda semakin gelap atau terlihat jelas meskipun kamu sudah cukup tidur dan menjaga pola hidup.
  • Lingkaran hitam muncul tiba-tiba tanpa perubahan kebiasaan yang jelas.
  • Area bawah mata terasa gatal, bengkak, atau kemerahan dan keluhannya sering kambuh.
  • Mata panda disertai cekungan atau perubahan volume yang membuat bayangan di bawah mata semakin terlihat.

Nah, kalau kamu masih bingung penyebabnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di SOZO Skin Clinic untuk mengetahui kondisi area bawah mata dan pilihan perawatan yang sesuai.

Untuk mata panda yang berkaitan dengan kualitas kulit, skin booster atau Rejuran Eye dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan setelah dokter menilai kondisinya.

Keduanya ditujukan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit di area sekitar mata, tetapi pilihan treatment tetap disesuaikan dengan penyebabnya.

Kamu juga bisa menjelajahi layanan SOZO Skin Clinic untuk melihat pilihan treatment lainnya atau mencari lokasi SOZO Skin Clinic terdekat untuk mendapatkan konsultasi secara langsung.

Banner-CTA-Awareness-BLOG

FAQ Penyebab Mata Panda

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar lingkaran hitam di bawah mata.

1. Apa penyebab mata panda yang paling umum?

Mata panda bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurang tidur, genetik, pigmentasi, kulit bawah mata yang tipis, alergi, penuaan, hingga cekungan bawah mata. Beberapa faktor juga bisa terjadi bersamaan.

2. Apakah kurang tidur menyebabkan mata panda?

Ya, kurang tidur bisa membuat mata panda terlihat semakin jelas. Kulit dapat tampak lebih pucat sehingga pembuluh darah di bawah mata lebih terlihat, sementara mata yang lelah juga bisa tampak lebih sembap.

3. Kenapa mata panda tidak hilang meskipun sudah cukup tidur?

Kalau sudah cukup tidur tetapi mata panda tetap terlihat, kemungkinan ada faktor lain yang ikut berperan. Misalnya pigmentasi, genetik, pembuluh darah yang terlihat, kulit yang menipis, atau cekungan bawah mata.

4. Apakah faktor genetik bisa menyebabkan mata panda?

Bisa. Faktor genetik dapat memengaruhi ketebalan kulit, pigmentasi, dan struktur area sekitar mata, sehingga mata panda bisa sudah terlihat sejak usia muda.

5. Apakah terlalu sering melihat HP menyebabkan mata panda?

Menatap HP terlalu lama bukan penyebab langsung mata panda, tetapi bisa membuat mata lelah dan mengganggu waktu tidur jika dilakukan sampai larut malam. Kondisi tersebut dapat membuat lingkaran hitam terlihat semakin jelas.

6. Apakah dehidrasi menyebabkan mata panda?

Kurang cairan dapat membuat kulit terlihat lebih kering dan kusam, sementara area bawah mata bisa tampak lebih cekung. Akibatnya, mata panda yang sudah ada dapat terlihat semakin jelas.

7. Apakah mata panda bisa disebabkan oleh alergi?

Bisa. Alergi dapat menyebabkan mata gatal, berair, atau bengkak, dan kebiasaan menggosok mata berulang kali bisa membuat kulit sekitar mata semakin iritasi dan gelap.

8. Kenapa mata panda semakin terlihat seiring bertambahnya usia?

Seiring bertambahnya usia, kulit dapat menjadi lebih tipis dan elastisitasnya berkurang. Perubahan volume jaringan serta munculnya cekungan bawah mata juga dapat membuat bayangan di area tersebut semakin terlihat.

 

Referensi

Periorbital Hyperpigmentation: A Comprehensive Review | Indian Dermatology Online Journal / PubMed Central

What Causes Dark Circles Under the Eyes? | Journal of Cosmetic Dermatology / PubMed

Infraorbital Dark Circles: Definition, Causes, and Treatment Options | Dermatologic Surgery / PubMed

Treatments of Periorbital Hyperpigmentation: A Systematic Review | Journal of Cosmetic Dermatology / PubMed

Clinical Assessment, Diagnosis, and Management of Infraorbital Wrinkles and Pigmentation | Dermatologic Clinics / PubMed

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?