Skin 6 mnt baca

7 Urutan Facial Wajah yang Benar untuk Kulit Bersih Maksimal

7 Urutan Facial Wajah yang Benar untuk Kulit Bersih Maksimal

Membersihkan muka dengan sabun saja tidak cukup untuk mengangkat tumpukan komedo dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Kamu membutuhkan perawatan yang lebih mendalam, salah satunya dengan melakukan facial wajah secara berkala.

Namun, kamu tidak bisa asal mengoleskan produk tanpa aturan yang jelas. Urutan langkah yang keliru justru berisiko merusak lapisan pelindung kulit, memicu iritasi, atau bahkan membuat jerawat kamu makin meradang.

Artikel ini membahas urutan facial wajah yang benar, mulai dari tahap pembersihan hingga perlindungan akhir. Kamu bisa mengikuti panduan ini untuk mendapatkan kulit yang bersih, segar, dan glowing maksimal tanpa efek samping.

Baca Juga: 7 Manfaat Facial Wajah untuk Kulit Bersih, Halus, dan Cerah Alami

Kenapa Urutan Facial Wajah Itu Penting?

Tahapan dalam facial wajah memiliki urutan yang sudah dirancang khusus agar masing-masing proses bekerja optimal. Jika dilakukan tidak berurutan, perawatan bisa menjadi kurang efektif atau malah menimbulkan iritasi.

Misalnya, exfoliation yang dilakukan sebelum cleansing akan membuat kotoran justru masuk lebih dalam ke pori-pori. Sebaliknya, setiap tahapan yang benar memastikan kulit menerima manfaat facial dengan maksimal.

7 Urutan Facial Wajah Yang Benar untuk Kulit Lebih Cerah

1. Pembersihan Ganda (Double Cleansing)

Kamu harus memulai facial dengan wajah yang benar-benar bersih. Bersihkan wajah terlebih dahulu menggunakan pembersih berbahan dasar minyak seperti cleansing oil atau cleansing balm untuk meluruhkan makeup, sisa sunscreen, dan sebum. Setelah itu, cuci muka menggunakan facial wash andalan kamu untuk mengangkat sisa kotoran yang masih tertinggal.

2. Eksfoliasi Kulit (Exfoliation)

Setelah wajah bersih, kamu perlu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Kamu bisa menggunakan eksfoliator fisik berupa scrub halus atau eksfoliator kimia seperti serum AHA/BHA. Proses ini sangat penting agar nutrisi dari produk skincare selanjutnya bisa meresap masuk dengan mudah.

3. Penguapan Wajah (Steaming)

Uapi wajah kamu menggunakan air hangat atau handuk hangat selama 5 sampai 10 menit. Suhu hangat ini berfungsi untuk melunakkan jaringan kulit dan membuka pori-pori kamu. Langkah ini akan mempermudah kamu saat mengeluarkan komedo nanti tanpa harus menekan kulit terlalu keras.

4. Ekstraksi Komedo (Extraction)

Ini adalah tahap inti untuk membersihkan pori-pori kamu dari komedo hitam (blackheads) dan komedo putih (whiteheads). Gunakan alat ekstraktor komedo yang sudah kamu sterilkan terlebih dahulu. Lakukan ekstraksi secara perlahan dan hati-hati agar kulit kamu tidak terluka atau meninggalkan bekas kehitaman.

5. Masker Wajah (Masking)

Setelah pori-pori kamu bersih dan terbuka, kamu harus segera menenangkannya kembali. Aplikasikan masker wajah yang sesuai dengan kebutuhan kulit kamu. Kamu bisa memakai clay mask untuk mengontrol minyak, atau sheet mask berformula dingin untuk meredakan kemerahan akibat ekstraksi tadi. Diamkan selama 15 menit, lalu bilas.

6. Aplikasi Pelembap dan Tabir Surya (Moisturizing & Protecting)

Kamu wajib menutup rangkaian facial dengan mengoleskan pelembap (moisturizer) untuk mengunci hidrasi dan mengembalikan kelembapan alami kulit kamu. Jika kamu melakukan facial pada pagi atau siang hari, jangan lupa untuk mengakhiri langkah ini dengan mengoleskan sunscreen agar lapisan kulit baru kamu terlindungi dari sinar matahari.

Apakah Urutan Facial di Rumah Sama dengan di Klinik?

Tahapan intinya sama. Kamu tetap melakukan pembersihan ganda, eksfoliasi, penguapan, ekstraksi, dan pemakaian masker. Perbedaannya terletak pada teknologi, kekuatan bahan aktif, dan siapa yang mengeksekusinya.

Klinik kecantikan menggunakan perangkat medis khusus. Dokter atau terapis memakai ekstraksi vakum, mesin mikrodermabrasi, hingga terapi sinar LED untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Alat-alat ini menembus lapisan kulit yang tidak bisa kamu jangkau hanya dengan tangan kosong atau kapas.

Klinik juga menggunakan cairan eksfoliasi (chemical peeling) dengan konsentrasi tinggi. Kamu tidak bisa membeli produk tingkat medis ini di pasaran secara bebas.

Terakhir, tenaga medis menangani langsung proses ekstraksinya. Mereka tahu titik tekan dan kedalaman pori-pori yang aman. Kamu terhindar dari risiko bopeng, infeksi bakteri, atau pembengkakan jaringan kulit yang sering terjadi saat kamu memencet jerawat sendiri di depan kaca.

Apakah Facial Wajah Aman Dilakukan?

Facial wajah aman dilakukan selama kamu mengikuti urutan yang benar dan menjaga kebersihan alat yang digunakan. Perawatan ini membantu menjaga kesehatan kulit dengan membersihkan tumpukan kotoran yang tidak bisa diangkat oleh sabun cuci muka biasa.

Namun, facial bisa menjadi tidak aman jika kamu melakukan ekstraksi atau memencet jerawat yang sedang meradang secara paksa. Tindakan keliru tersebut dapat merusak jaringan kulit, memicu infeksi bakteri, hingga meninggalkan bekas luka bopeng yang permanen.

Bagi kamu yang memiliki kondisi jerawat parah atau kulit yang sangat sensitif, melakukan facial secara mandiri di rumah sangat tidak disarankan. Kamu sebaiknya mengunjungi klinik profesional seperti klinik kecantikan terbaik Sozo Skin Clinic. Penanganan langsung oleh dokter atau tenaga medis ahli memastikan seluruh tahapan facial berjalan steril, aman, dan disesuaikan dengan kondisi kulit kamu tanpa risiko merusak lapisan pelindung kulit.

Kapan Sebaiknya Facial Dilakukan?

Waktu terbaik untuk melakukan facial wajah adalah setiap 3 hingga 4 minggu sekali, atau minimal satu bulan sekali. Siklus regenerasi sel kulit alami kamu membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mengganti sel kulit mati dengan sel kulit baru. Melakukan facial dalam rentang waktu ini membantu proses peluruhan sel kulit mati berjalan optimal tanpa mengganggu lapisan pelindung kulit.

Namun, frekuensi ini bisa berubah tergantung pada kondisi kulit kamu:

  • Kulit Berminyak dan Berjerawat: Kamu mungkin membutuhkan facial setiap 2 minggu sekali di awal perawatan untuk mengontrol sebum dan membersihkan sumbatan komedo secara intensif.
  • Kulit Kering dan Sensitif: Kamu cukup melakukan facial setiap 4 hingga 6 minggu sekali agar kulit memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kelembapan alaminya.

Selain siklus bulanan, lakukan facial saat kamu merasa tekstur kulit mulai kasar, muncul banyak komedo hitam, atau skincare yang biasa kamu gunakan terasa tidak meresap dengan baik.

Tips Perawatan Setelah Facial yang Wajib Kamu Tahu 

Kulit kamu berada dalam kondisi yang sangat sensitif setelah melalui proses ekstraksi dan eksfoliasi. Lakukan beberapa hal ini untuk menjaga hasil facial tetap maksimal dan mencegah iritasi susulan:

  • Hindari Makeup Tebal selama 24 Jam: Biarkan pori-pori kamu bernapas dan pulih sepenuhnya terlebih dahulu sebelum ditimpa produk kosmetik.
  • Stop Penggunaan Skincare Berbahan Aktif Keras: Jangan gunakan retinol, serum vitamin C murni, atau produk eksfoliasi lain selama dua hingga tiga hari ke depan. Fokus saja pada hidrasi menggunakan pelembap.
  • Jangan Memegang Wajah dengan Tangan Kotor: Bakteri pada tangan yang menyentuh pori-pori terbuka setelah facial bisa memicu munculnya jerawat baru.
  • Hindari Paparan Panas Ekstrem: Jauhi aktivitas yang memicu keringat berlebih seperti olahraga berat, sauna, atau memasak di depan kompor yang terlalu panas selama satu hari penuh.

Kesimpulan

Urutan facial wajah yang benar memegang kendali penuh atas kesehatan kulit kamu. Melakukan tahapan secara acak atau memaksakan ekstraksi sendiri justru berisiko merusak lapisan pelindung kulit dan meninggalkan bopeng permanen.

Jika kamu ragu melakukan tahapan di atas sendirian di rumah, percayakan kesehatan kulitmu pada ahlinya. Kamu bisa langsung datang ke Sozo Skin Clinic untuk mendapatkan perawatan facial yang steril, aman, dan ditangani langsung oleh tim medis profesional menggunakan teknologi modern yang sesuai dengan kondisi kulit kamu.

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?