Bopeng adalah bekas luka cekung yang terbentuk akibat kerusakan jaringan kulit dan produksi kolagen yang tidak mencukupi saat proses penyembuhan. Bopeng umumnya tidak hilang sepenuhnya dengan sendirinya, terutama jika kerusakan sudah mencapai lapisan kulit yang lebih dalam.
Bekas jerawat yang sudah lama hilang tetapi masih meninggalkan cekungan pada kulit sering disebut sebagai bopeng.
Kondisi ini menjadi salah satu keluhan yang cukup umum karena membuat permukaan wajah tampak tidak rata.
Banyak orang mengira bopeng akan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Padahal, bopeng merupakan bentuk bekas luka yang terjadi akibat kerusakan jaringan kulit.
Tingkat keparahan bopeng juga dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya memiliki cekungan dangkal, tetapi ada pula yang cukup dalam.
Oleh karena itu, mari pahami dulu penyebab, jenis, dan cara penanganannya menjadi langkah penting sebelum memilih perawatan yang tepat.
Apa itu Bopeng?

Bopeng adalah bekas luka cekung pada kulit yang dalam dunia medis dikenal sebagai atrophic scar.
Kondisi ini terbentuk ketika jaringan kulit rusak akibat peradangan, tetapi proses penyembuhannya terganggu akibat produksi kolagen yang tidak cukup.
Apabila jumlah kolagen yang diproduksi lebih sedikit dari jaringan yang rusak, akan terbentuk cekungan permanen pada permukaan kulit yang dikenal sebagai bopeng.
Bopeng berbeda dengan bekas jerawat berupa noda hitam maupun kemerahan. Keduanya tidak menyebabkan kulit menjadi cekung.
Noda hitam terjadi akibat peningkatan produksi melanin, sedangkan kemerahan muncul karena pelebaran pembuluh darah pada area bekas jerawat.
Bopeng juga sering tertukar dengan pori-pori besar. Padahal, pori-pori besar adalah pembesaran lubang pori alami yang terdapat pada kulit, sedangkan bopeng merupakan jaringan parut yang terbentuk akibat kerusakan lapisan dermis.
Inilah sebabnya mengapa cara mengatasi bopeng biasanya berbeda dengan perawatan untuk mengecilkan pori-pori.
Apa Penyebab Muka Menjadi Bopeng?
Bopeng terbentuk ketika proses penyembuhan kulit setelah peradangan tidak menghasilkan kolagen yang cukup untuk menggantikan jaringan yang rusak.
Semakin dalam kerusakan yang terjadi pada kulit, semakin besar risiko terbentuknya bekas luka berupa cekungan permanen.
Berikut beberapa potensi penyebabnya:
1. Jerawat yang Meradang
Jerawat nodul dan jerawat kistik memiliki risiko paling tinggi menyebabkan bopeng karena peradangannya dapat mencapai lapisan dermis.
Saat dinding folikel pecah, jaringan di sekitarnya ikut mengalami kerusakan. Jika kolagen yang terbentuk tidak cukup selama proses penyembuhan, kulit dapat meninggalkan cekungan permanen.
2. Kebiasaan Memencet Jerawat
Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan mendorong bakteri masuk lebih dalam ke kulit.
Kondisi ini membuat kerusakan jaringan menjadi lebih luas dibanding jerawat yang dibiarkan sembuh secara alami.
3. Produksi Kolagen yang Tidak Optimal
Kolagen berperan mengisi kembali area kulit yang rusak setelah peradangan mereda. Jika jumlah kolagen yang diproduksi tidak mencukupi, sebagian jaringan yang hilang tidak dapat tergantikan sepenuhnya.
4. Penanganan Jerawat yang Terlambat
Jerawat yang dibiarkan meradang dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam.
Semakin lama inflamasi berlangsung, semakin besar pula risiko terbentuknya bekas luka.
5. Infeksi Kulit
Beberapa infeksi kulit dapat merusak lapisan dermis dan meninggalkan bekas luka setelah sembuh.
Ketika proses regenerasi tidak berjalan optimal, area tersebut dapat membentuk cekungan pada permukaan kulit.
6. Cacar Air dan Luka Tertentu
Selain jerawat, cacar air juga dapat meninggalkan bopeng karena merusak jaringan kulit selama proses peradangan.
Cedera atau luka yang mencapai lapisan dermis memiliki risiko serupa. Bekas luka yang kehilangan jaringan kulit sering kali tampak sebagai cekungan permanen.
7. Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Paparan sinar UV tidak secara langsung menyebabkan bopeng, tetapi dapat memperpanjang peradangan dan mengganggu proses penyembuhan kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen penting untuk mendukung proses perbaikan kulit.
Baca Juga: 10+ Cara Menghilangkan Bopeng di Wajah yang Efektif dan Aman
Jenis-Jenis Bopeng pada Wajah

Bopeng bekas jerawat umumnya termasuk ke dalam kelompok atrophic scar, yaitu bekas luka cekung yang terbentuk akibat berkurangnya jaringan kulit dan kolagen selama proses penyembuhan.
Tiga jenis yang paling sering ditemukan adalah ice pick scar, boxcar scar, dan rolling scar.
Mari simak karakteristiknya masing-masing:
1. Ice Pick Scar
Ice pick scar berbentuk lubang sempit dengan bukaan kecil di permukaan kulit tetapi memiliki kedalaman yang cukup dalam.
Bentuknya menyerupai bekas tusukan jarum sehingga sering terlihat seperti pori-pori yang besar.
Jenis ini termasuk yang paling sulit diatasi karena kerusakannya mencapai lapisan kulit yang lebih dalam.
2. Boxcar Scar
Boxcar scar berbentuk cekungan bulat atau oval dengan tepi yang tegas dan dasar yang relatif datar.
Ukurannya biasanya lebih lebar dibanding ice pick scar dan sering ditemukan pada area pipi.
Dari samping, bentuknya menyerupai huruf “U” karena memiliki dinding yang cukup jelas.
3. Rolling Scar
Rolling scar memiliki cekungan yang lebih landai dengan tepi tidak beraturan sehingga kulit tampak bergelombang.
Jenis ini terjadi akibat adanya jaringan fibrotik yang menarik permukaan kulit ke bawah. Karena itu, rolling scar sering membuat tekstur wajah terlihat seperti kulit jeruk saat terkena cahaya dari samping.
Agar lebih mudah membedakannya, mari simak tabel perbandingan berikut:
| Jenis Bopeng | Bentuk | Kedalaman | Karakteristik |
| Ice Pick Scar | Lubang kecil | Dalam | Mirip bekas tusukan jarum |
| Boxcar Scar | Bulat atau oval | Dangkal hingga dalam | Tepi tegas dan dasar datar |
| Rolling Scar | Bergelombang | Sedang | Kulit tampak tidak rata akibat tarikan jaringan di bawah kulit |
Apa Bedanya Bopeng dan Pori-Pori Besar?
Bopeng dan pori-pori besar adalah dua kondisi kulit yang berbeda meskipun sama-sama dapat membuat tekstur wajah tampak tidak rata.
Bopeng merupakan bekas luka akibat kerusakan jaringan kulit, sedangkan pori-pori besar terjadi karena pelebaran saluran folikel tanpa adanya kehilangan jaringan kulit.
Agar lebih mudah membedakannya, berikut beberapa karakteristik utama dari keduanya:
1. Penyebab Awal
Bopeng terjadi akibat kerusakan jaringan kulit setelah peradangan, terutama jerawat yang dalam dan meradang.
Di sisi lain, pori-pori besar lebih sering disebabkan oleh produksi minyak berlebih, faktor genetik, penuaan, dan berkurangnya elastisitas kulit.
2. Bentuk yang Dihasilkan Berbeda
Bopeng terlihat seperti cekungan atau lubang pada kulit dengan bentuk yang dapat berupa ice pick, boxcar, atau rolling scar.
Pori-pori besar hanya tampak sebagai titik-titik pori yang membesar tanpa membentuk cekungan yang dalam.
3. Kedalaman Kelainannya Berbeda
Bopeng melibatkan kerusakan hingga lapisan dermis sehingga struktur kulit mengalami kehilangan jaringan.
Pori-pori besar umumnya hanya berupa pelebaran saluran folikel dan tidak menyebabkan hilangnya jaringan kulit.
4. Tekstur Kulit yang Ditimbulkan Berbeda
Bopeng membuat permukaan kulit tampak bergelombang, berlubang, atau tidak rata ketika terkena cahaya dari samping.
Namun, pori-pori besar dapat membuat kulit terlihat kasar, tetapi permukaannya relatif tetap rata.
5. Cara Mengatasinya Juga Berbeda
Karena merupakan bekas luka, bopeng umumnya membutuhkan treatment yang dapat merangsang pembentukan kolagen seperti microneedling dan laser.
Pori-pori besar biasanya lebih berfokus pada perbaikan elastisitas kulit, penggunaan peeling, atau laser yang ditujukan untuk mengecilkan tampilan pori.
Untuk melihat perbedaannya secara lebih jelas, berikut tabel perbandingannya:
| Aspek | Bopeng | Pori-Pori Besar |
| Penyebab | Kerusakan jaringan akibat jerawat atau luka | Produksi minyak berlebih, genetik, sinar UV |
| Bentuk | Cekungan atau lubang pada kulit | Titik pori yang tampak membesar |
| Kedalaman | Dapat mencapai lapisan dermis | Umumnya hanya berupa pelebaran folikel |
| Tekstur Kulit | Bergelombang, berlubang, atau tidak rata | Kasar tetapi relatif tetap rata |
| Cara Mengatasi | Microneedling, laser, PRP | Skincare, laser, kontrol produksi minyak |
Karena sama-sama dapat muncul setelah jerawat, banyak orang mengira bopeng dan pori-pori besar adalah kondisi yang sama.
Padahal, bopeng merupakan bekas luka permanen akibat kehilangan jaringan kulit, sedangkan pori-pori besar tidak selalu disertai kerusakan jaringan.
Apakah Bopeng Bisa Hilang?
Bopeng tidak dapat hilang sepenuhnya dengan sendirinya, terutama jika kerusakan kulit sudah mencapai lapisan dermis.
Namun, tampilannya dapat menjadi lebih samar dan tekstur kulit dapat membaik melalui treatment guna merangsang pembentukan kolagen baru.
Bopeng yang sangat dangkal terkadang tampak membaik seiring proses regenerasi kulit alami.
Akan tetapi, bopeng yang lebih dalam seperti ice pick scar, boxcar scar, atau rolling scar biasanya memerlukan tindakan medis karena tubuh sering kali tidak mampu mengembalikan jaringan kulit yang hilang secara optimal.
Karena itu, tujuan perawatan bopeng umumnya difokuskan untuk memperbaiki tekstur kulit dan membuat permukaan kulit terlihat lebih rata.
Apakah Bopeng Bersifat Permanen?
Ya, bopeng termasuk bekas luka sehingga dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama. Meski tergolong permanen, bukan berarti tampilannya tidak bisa diperbaiki.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan kolagen yang cukup saat memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat peradangan.
Berbagai treatment dapat membantu merangsang remodeling kolagen sehingga kedalaman bopeng berkurang dan tekstur kulit menjadi lebih halus.
Tingkat perbaikannya dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh jenis bopeng, kedalaman jaringan yang hilang, dan kemampuan regenerasi kulit masing-masing.
Berapa Lama Bopeng Akan Hilang?
Bopeng tidak akan bisa hilang atau kembali rata dengan sendirinya tanpa tindakan medis.
Secara medis, bopeng memerlukan waktu penyembuhan antara 3 hingga 12 bulan tergantung pada tingkat kedalaman bekas dan metode tindakan yang dipilih.
Proses pemulihan bopeng membutuhkan 3 hingga 12 sesi perawatan yang dilakukan secara berkala (umumnya diberikan jarak 4 sampai 6 minggu per sesi).
Jeda waktu ini sangat krusial untuk memberikan kesempatan bagi kulit memproduksi jaringan kolagen baru.
Perbaikan tekstur wajah biasanya mulai terlihat secara signifikan setelah melewati sesi ketiga atau keempat dengan tingkat keberhasilan mencapai 70% hingga 90%.
Semakin dalam dan luas bopeng yang dimiliki, biasanya semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan perbaikan tekstur kulit yang terlihat.
Cara Mengatasi Bopeng Sesuai Kondisinya

Tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua jenis bopeng. Pemilihan penanganan perlu atas hasil evaluasi oleh dokter.
Pada banyak kasus, dokter juga dapat mengombinasikan beberapa metode karena setiap jenis bopeng memiliki karakteristik yang berbeda.
Adapun beberapa cara mengatasi bopeng yaitu:
1. Microneedling
Microneedling bekerja dengan menciptakan micro-injury terkontrol pada kulit menggunakan jarum-jarum halus untuk memicu produksi kolagen dan elastin baru.
Treatment ini umumnya digunakan untuk membantu memperbaiki rolling scar dan boxcar scar ringan.
Di Sozo Skin Clinic, microneedling dapat dikombinasikan dengan PRP (Platelet-Rich Plasma) atau Vampire Facial.
Kombinasi ini membantu memberikan dorongan tambahan dari growth factor alami sehingga proses regenerasi kulit dan pembentukan kolagen dapat berlangsung lebih optimal.
2. Laser Treatment

Laser treatment membantu memperbaiki bopeng dengan merangsang remodeling kolagen pada lapisan kulit yang lebih dalam sekaligus memperhalus permukaan kulit.
Beberapa jenis laser juga dapat membantu mengatasi bekas jerawat kemerahan atau hiperpigmentasi yang sering muncul bersamaan dengan bopeng.
Di Sozo Skin Clinic, dokter akan menentukan jenis laser yang digunakan berdasarkan kedalaman bopeng dan kondisi kulit.
Karena setiap jenis bopeng memiliki karakteristik berbeda, pemilihan laser perlu disesuaikan secara individual.
3. Subcision Treatment
Subcision treatment merupakan prosedur yang digunakan untuk mengatasi rolling scar. Tindakan ini dilakukan dengan melepaskan ikatan jaringan tersebut sehingga kulit dapat terangkat dan terlihat lebih rata.
Di Sozo Skin Clinic, Subcision Treatment dilakukan setelah evaluasi jenis dan kedalaman bopeng oleh dokter.
Pada beberapa kasus, subcision juga dapat dikombinasikan dengan treatment lain untuk membantu memberikan hasil yang lebih optimal.
4. PRP Face
PRP Face memanfaatkan platelet-rich plasma yang berasal dari darah pasien sendiri dan mengandung berbagai growth factor untuk proses regenerasi jaringan.
Growth factor ini membantu mendukung pembentukan kolagen baru dan mempercepat perbaikan kulit.
PRP Face dapat dikombinasikan dengan microneedling untuk meningkatkan efektivitas perbaikan tekstur kulit akibat bopeng.
Pendekatan kombinasi ini banyak digunakan karena dapat membantu menstimulasi proses penyembuhan kulit dari beberapa mekanisme sekaligus.
5. Scar Treatment
Scar Treatment merupakan pendekatan yang dirancang khusus untuk membantu memperbaiki tampilan bekas luka, termasuk bopeng akibat jerawat.
Karena setiap orang dapat memiliki kombinasi jenis bopeng yang berbeda, penanganannya sering kali membutuhkan kombinasi beberapa metode perawatan.
Sozo Skin Clinic menyediakan banyak scar treatment untuk berbagai karakteristik bopeng yang dimiliki.
Penentuannya akan dilakukan oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi kulit pasien.
6. Skincare Pendukung
Skincare tidak dapat menghilangkan bopeng yang sudah terbentuk karena kerusakan jaringan terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam.
Namun, skincare dapat menjaga kesehatan skin barrier dan mengoptimalkan hasil treatment.
Adapun beberapa skincare untuk menghilangkan bekas jerawat yaitu:
- Retinoid untuk mempercepat pergantian sel kulit
- AHA seperti glycolic acid untuk memperbaiki tekstur kulit
- Niacinamide untuk mendukung fungsi skin barrier
- Azelaic acid yang dapat membantu menyamarkan bekas jerawat dan warna kulit yang tidak merata
7. Penggunaan Sunscreen
Penggunaan sunscreen adalah langkah yang sering diabaikan saat menjalani perawatan bopeng.
Paparan sinar UV dapat memperlambat proses perbaikan kulit dan membuat bekas jerawat terlihat lebih jelas.
Karena itu, gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari. Pilih sunscreen non-comedogenic agar tidak memperburuk kondisi kulit yang rentan berjerawat.
Agar lebih mudah dipahami, berikut treatment yang sering digunakan berdasarkan jenis bopeng:
| Jenis Bopeng | Treatment yang Sering Dipertimbangkan |
| Ice Pick Scar | Laser, TCA CROSS, kombinasi scar treatment |
| Boxcar Scar | Microneedling, laser, PRP, scar treatment |
| Rolling Scar | Subcision, microneedling, PRP, laser |
| Kombinasi Beberapa Jenis Bopeng | Kombinasi beberapa treatment sesuai evaluasi dokter |
Baca Juga: Microneedling Biasa vs Microneedling + PRP (Vampire Facial): Mana yang Lebih Tepat untuk Bopeng?
FAQ Seputar Bopeng Bekas Jerawat
Sebelum menentukan cara mengatasi bopeng, banyak orang memiliki pertanyaan mengenai penyebab hingga pilihan treatment.
Simak beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai bopeng bekas jerawat:
1. Bopeng Apakah Bisa Hilang?
Bopeng tidak dapat hilang sepenuhnya dengan sendirinya, terutama jika kerusakan kulit sudah mencapai lapisan dermis. Namun, tampilannya dapat lebih samar dan tekstur kulit dapat membaik melalui treatment yang bisa merangsang pembentukan kolagen.
2. Apa Bedanya Bopeng dan Pori-Pori Besar?
Bopeng merupakan bekas luka yang menyebabkan terbentuknya cekungan pada kulit akibat kehilangan jaringan.
Adapun, pori-pori besar adalah pelebaran saluran folikel yang tidak disertai kerusakan jaringan kulit.
3. Apa Penyebab Muka Menjadi Bopeng?
Penyebabnya adalah jerawat meradang yang merusak jaringan kulit hingga lapisan dermis. Risiko terbentuknya bopeng juga dapat meningkat akibat gangguan produksi kolagen saat proses penyembuhan.
4. Berapa Lama Bopeng Akan Hilang?
Tidak ada waktu yang pasti karena perbaikannya dipengaruhi jenis bopeng dan kemampuan regenerasi kulit. Tanpa treatment, bopeng biasanya hanya mengalami perbaikan yang sangat terbatas dan dapat bertahan selama bertahun-tahun.
5. Apakah Bopeng Bersifat Permanen?
Ya, bopeng termasuk bekas luka atau atrophic scar yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Meskipun demikian, kedalaman dan tampilannya dapat diperbaiki melalui scar treatment yang sesuai dengan kondisi kulit.
6. Apakah Semua Bekas Jerawat Menjadi Bopeng?
Tidak. Banyak bekas jerawat hanya meninggalkan noda kemerahan atau kehitaman yang dapat memudar seiring waktu tanpa membentuk cekungan pada kulit.
7. Jenis Bopeng Apa yang Paling Sulit Diatasi?
Ice pick scar dianggap sebagai jenis bopeng yang paling sulit diatasi karena bentuknya sempit tetapi sangat dalam hingga mencapai lapisan kulit yang lebih dalam. Kondisi ini memerlukan kombinasi beberapa treatment untuk mendapatkan hasil yang optimal.
8. Treatment Apa yang Biasanya Digunakan untuk Membantu Memperbaiki Bopeng?
Pilihan treatment dapat berbeda tergantung jenis dan kedalaman bopeng yang dimiliki. Beberapa metode yang sering digunakan antara lain Scar Treatment, Subcision Treatment, PRP Face, microneedling, dan laser.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Setiap jenis bopeng memerlukan pendekatan yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan langsung dengan dokter diperlukan agar treatment yang dipilih sesuai dengan kondisi kulit.
Jika kamu ingin mengetahui treatment yang paling cocok untuk bopeng bekas jerawat, jadwalkan konsultasi gratis dengan dokter di klinik kecantikan terdekat Sozo Skin Clinic.

Tersedia lebih dari 60 cabang klinik di Pulau Jawa yang siap membantu mengevaluasi kondisi kulit dan merekomendasikan pilihan scar treatment untuk bopeng, mulai dari:
- Subcision Treatment: Treatment yang pas untuk rolling scar atau bopeng yang tampak bergelombang. Setelah jaringan fibrotik dilepaskan, permukaan kulit dapat terlihat lebih rata secara bertahap.
- Rejuran Scar: Mengandung polinukleotida (PN) untuk mendukung regenerasi kulit dan memperbaiki tekstur kulit yang tidak rata akibat bopeng.
- PRP Treatment: Memanfaatkan platelet-rich plasma (PRP) dari darah pasien sendiri yang kaya growth factor untuk proses perbaikan jaringan dan meningkatkan regenerasi kulit pada area bopeng.
- Restylane Scar: Menggunakan hyaluronic acid untuk mengisi area bekas luka cekung sehingga permukaan kulit tampak lebih rata.
- Laser CO2 Fractional: Memperbaiki tekstur kulit dan merangsang pembentukan kolagen baru melalui proses skin resurfacing.
Setelah pemeriksaan, dokter akan menentukan apakah cukup satu treatment atau memerlukan kombinasi beberapa prosedur untuk hasil yang lebih optimal.
Segera jadwalkan pemeriksaan via WhatsApp agar tidak perlu antre di lokasi!
Referensi:
- Acne Scars: Causes, Diagnosis, Types & Treatment | Cleveland Clinic
- Acne Scars: Types, Causes and Treatments | Dexeryl
- Types of Acne Scars: Pictures of Boxcar, Icepick, Rolling, and More | Healthline
- Acne Scarring – Why It Occurs and What Can Be Done | Medicine Today

