Memilih kandungan skincare untuk bekas jerawat sebaiknya dimulai dengan mengenali jenis bekas yang ingin diatasi. Retinoid dan azelaic acid dapat membantu merawat noda gelap, sementara bahan lain bisa dipilih sesuai kebutuhan kulit.
Jerawat memang sudah kempis, tetapi kenapa bekasnya masih ada? Kalau kamu sedang mencari skincare penghilang bekas jerawat, ada beberapa kandungan yang bisa dicoba.
Yang populer seperti retinoid, azelaic acid, niacinamide, vitamin C, serta AHA/BHA. Namun, jangan asal pilih karena bekas jerawat punya kebutuhan yang berbeda.
Daripada buru-buru membeli banyak serum dengan harapan bekasnya cepat hilang, lebih baik pilih dua atau tiga kandungan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.
Kamu juga perlu tahu cara mengombinasikannya dengan aman supaya kulit tidak iritasi dan rutinitas skincare tetap simpel. Semuanya dibahas lengkap di bawah ini!
Cek Dulu Bekasmu Merah atau Gelap

Bekas jerawat merah biasanya berkaitan dengan perubahan pembuluh darah setelah peradangan, sedangkan bekas cokelat atau kehitaman terjadi akibat peningkatan produksi melanin.
Keduanya dapat memudar seiring waktu, tetapi kecepatannya berbeda pada setiap orang.
Sebelum memilih produk, kenali dahulu perawatan bekas jerawat agar perawatanmu lebih sesuai dengan kondisi kulit.
Kandungan Skincare Penghilang Bekas Jerawat yang Bisa Kamu Pilih

Jerawatnya sudah kempis, tapi bekasnya malah betah berlama-lama di wajah? Tenang, kamu nggak harus langsung borong banyak serum buat mengatasinya.
Ada beberapa kandungan skincare penghilang bekas jerawat yang bisa kamu pilih, mulai dari retinoid sampai azelaic acid.
Tapi, jangan asal pilih, ya. Mari simak dulu apa saja kandungan skincare penghilang bekas jerawat:
| Bahan Aktif | Cocok Untuk | Cara Kerja | Bukti untuk Bekas Jerawat |
| Retinoid (retinol, adapalene) | Noda gelap dan jerawat aktif | Mendukung pergantian sel kulit | Bervariasi menurut jenisnya |
| Azelaic acid | Noda gelap dan kulit berjerawat | Membantu meredakan peradangan dan pigmentasi | Cukup menjanjikan |
| Niacinamide | Noda gelap dan kulit sensitif | Mendukung skin barrier dan membantu meratakan warna kulit | Cukup |
| Vitamin C | Noda gelap dan warna kulit tidak merata | Bertindak sebagai antioksidan untuk merawat pigmentasi | Bergantung pada formulasi |
| AHA (glycolic acid, lactic acid) | Noda gelap dan kulit kusam | Mengangkat sel kulit mati di permukaan | Untuk perubahan warna dangkal |
| BHA (salicylic acid) | Jerawat aktif dan pori tersumbat | Membersihkan pori | Bukti untuk bekas masih terbatas |
| Alpha arbutin | Noda gelap | Menghambat pembentukan melanin | Masih terbatas |
| Tranexamic acid topikal | Noda gelap | Mengatasi proses pembentukan pigmentasi | Bergantung pada formulasi |
1. Retinoid (Retinol dan Adapalene)
Kalau jerawatmu sudah mulai reda, tetapi noda gelapnya masih terlihat, retinoid bisa masuk daftar bahan aktif yang dipertimbangkan.
Kandungan ini membantu pergantian sel kulit, sedangkan adapalene juga digunakan untuk mengatasi jerawat aktif supaya jerawat baru nggak terus bermunculan.
Namun, jangan langsung memakainya setiap malam, ya, karena kulit bisa menjadi kering. Mulailah secara bertahap.
Karakteristik:
- Membantu menyamarkan noda gelap.
- Adapalene juga membantu mengatasi jerawat aktif.
- Bisa menyebabkan kulit kering atau iritasi.
- Perlu digunakan secara bertahap.
2. Azelaic Acid
Azelaic acid membantu meredakan peradangan sekaligus merawat pigmentasi. Kalau kulitmu sensitif, coba perhatikan reaksinya saat pertama kali menggunakan produk ini dan jangan buru-buru menambahkan banyak bahan aktif lain.
Karakteristik:
- Membantu merawat noda gelap.
- Bisa dipertimbangkan untuk kulit berjerawat.
- Membantu meredakan peradangan.
- Dapat menimbulkan rasa menyengat.
3. Niacinamide
Kandungan ini membantu mengurangi perpindahan melanin ke sel kulit sekaligus mendukung fungsi skin barrier.
Kamu juga nggak harus langsung memilih konsentrasi tinggi karena kecocokan formula dengan kulit tetap penting.
Karakteristik:
- Membantu meratakan warna kulit.
- Mendukung fungsi skin barrier.
- Bisa digunakan dalam rutinitas pagi.
- Pilih formula yang nyaman di kulit.
4. Vitamin C
Vitamin C bisa membuat warna kulit tampak lebih merata berkat fungsi antioksidannya. Namun, hasilnya bergantung pada jenis vitamin C dan formulasi produk, jadi jangan langsung menganggap semua serum vitamin C punya efektivitas yang sama.
Karakteristik:
- Membantu merawat noda gelap.
- Membantu meratakan tampilan warna kulit.
- Efektivitasnya dipengaruhi formulasi.
- Bisa mengiritasi kulit sensitif.
5. AHA dan BHA
Kedua kandungan skincare penghilang bekas jerawat ini sering ditemukan dalam produk eksfoliasi, tetapi keduanya punya fokus yang sedikit berbeda.
AHA, seperti glycolic acid, membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan sehingga bisa mendukung perbaikan noda gelap yang dangkal.
Sementara itu, BHA seperti salicylic acid jika kamu masih mengalami jerawat dan pori tersumbat.
Karakteristik:
- AHA membantu mengeksfoliasi permukaan kulit.
- BHA membantu mengatasi pori tersumbat.
- Keduanya bukan solusi utama untuk bopeng.
- Pemakaian berlebihan bisa memicu iritasi.
6. Bahan Pencerah Lain (Alpha Arbutin dan Tranexamic Acid)
Selain bahan-bahan tadi, ada juga alpha arbutin dan tranexamic acid topikal yang bisa kamu pertimbangkan jika masalahmu adalah noda cokelat atau kehitaman. Keduanya digunakan untuk membantu merawat pigmentasi.
Baca Juga: Frustasi dengan Bekas Jerawat? Kenali 3 Treatment yang Terbukti Menyamarkan
Cara Mengombinasikan Tanpa Bikin Iritasi
Kulitmu nggak selalu membutuhkan semua bahan aktif itu sekaligus. Lebih baik pilih satu kandungan yang sesuai dengan masalah kulitmu, lalu kombinasikan dengan skincare dasar supaya kulit tetap terawat tanpa terlalu banyak produk.
Contoh Rutinitas Skincare Pagi dan Malam
Kamu bisa mulai dari langkah sederhana berikut, lalu menyesuaikannya dengan kondisi kulit setelah terbiasa.
Pagi:
- Bersihkan wajah dengan pembersih lembut.
- Gunakan niacinamide atau azelaic acid jika ingin membantu merawat noda bekas jerawat.
- Aplikasikan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
- Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 agar noda gelap tidak semakin menggelap akibat paparan sinar matahari.
Malam:
- Bersihkan wajah untuk mengangkat sunscreen dan kotoran yang menempel.
- Gunakan retinol jika ingin membantu merawat noda gelap dan kulitmu sudah siap menggunakan bahan aktif tersebut.
- Tutup rutinitas dengan pelembap untuk membantu menjaga skin barrier.
Kombinasi yang Sebaiknya Tidak Dimulai Bersamaan
Kalau kamu punya beberapa serum untuk bekas jerawat, rasanya memang ingin langsung dipakai semua supaya hasilnya lebih cepat terlihat.
Padahal, kulit juga butuh waktu buat beradaptasi. Pastikan kamu tak mengombinasikannya dengan bahan berikut:
- Retinol dan AHA/BHA: Kalau baru mulai, jangan langsung dipakai bersamaan dalam satu malam karena kulit bisa terasa kering, perih, atau mengelupas.
- Retinoid dan Azelaic Acid: Kalau kulitmu belum terbiasa, coba satu per satu dulu supaya kamu tahu bahan mana yang cocok.
- Beberapa Produk Eksfoliasi Sekaligus: Memakai toner AHA, serum eksfoliasi, lalu scrub dalam satu rutinitas. Kulitmu bisa iritasi jika itu dilakukan.
- Vitamin C dan AHA/BHA: Sebaiknya jangan buru-buru melapisi vitamin C dengan produk eksfoliasi.
- Retinoid dan Benzoyl Peroxide: Kombinasi ini bisa membuat kulit lebih mudah iritasi, meski begitu, ada produk yang bisa digabung dengan benzoyl peroxide.
Kenalkan Satu Bahan Baru dalam Satu Waktu
Mulailah dengan satu bahan aktif dan ikuti petunjuk pemakaian pada label produk. Beri waktu beberapa minggu untuk menilai toleransi kulit sebelum menambahkan bahan lain, kecuali dokter menyarankan pendekatan acne treatment berbeda.
Lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu jika produk baru berpotensi mengiritasi.
Ingat, hasil untuk noda bekas jerawat biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, bukan hanya beberapa kali pemakaian.
Bahan yang Sebaiknya Lewat Resep Dokter

Nggak semua bahan untuk mengatasi bekas jerawat bisa kamu beli lalu pakai sesuka hati. Ada bahan yang perlu arahan dokter supaya manfaatnya bisa didapat dengan maksimal. Dua contohnya adalah tretinoin dan hidrokuinon:
1. Tretinoin
Tretinoin memang masih satu keluarga dengan retinoid. Bahan ini dapat dipakai untuk menangani jerawat, dan berpotensi menimbulkan iritasi yang cukup kuat jika pemakaiannya tidak tepat.
Karena itu, penggunaannya perlu mengikuti arahan dokter dan harus dihindari selama kehamilan.
2. Hidrokuinon
Kalau masalahmu noda kehitaman yang membandel, kamu mungkin pernah mendengar tentang hidrokuinon.
Bahan ini bekerja dengan menghambat pembentukan melanin sehingga dapat membantu mengatasi hiperpigmentasi.
Namun, pemakaian yang tidak tepat atau terlalu lama bisa memicu iritasi dan perubahan warna kulit yang tidak diinginkan.
Baca Juga: 7 Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh
Siapa yang Perlu Lebih Hati-Hati?
Jika kamu termasuk salah satu kelompok berikut, sebaiknya konsultasikan rutinitas skincare sebelum mencoba bahan baru.
- Ibu Hamil atau Merencanakan Kehamilan: Hindari retinoid topikal, termasuk retinol, adapalene, dan tretinoin.
- Ibu Menyusui: Konsultasikan penggunaan bahan aktif dengan dokter, khususnya jika ingin memakai obat jerawat resep atau bahan pencerah.
- Pemilik Kulit Sensitif: Mulailah dengan satu bahan aktif dan pilih produk yang tidak mengandung terlalu banyak bahan berpotensi mengiritasi.
- Pengguna Obat Jerawat Resep: Jangan menambahkan eksfolian atau retinoid lain tanpa memastikan kombinasi tersebut aman.
- Pemilik Jerawat yang Masih Meradang: Kendalikan jerawat aktif terlebih dahulu agar peradangan tidak terus memicu noda baru.
Jika jerawat masih sering muncul, kamu dapat mempertimbangkan perawatan jerawat di klinik untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi kulit.
Kapan Skincare Saja Tidak Cukup?

Skincare bisa bantu memudarkan noda merah atau kehitaman setelah jerawat, tetapi kemampuannya kurang efektif kalau dipakai mengatasi bopeng maupun jaringan parut.
Kalau bekas jerawatmu tidak banyak berubah meski sudah rutin pakai skincare, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan perawatan lain.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah chemical peeling. Prosedur ini menggunakan larutan kimia untuk memperbaiki kondisi permukaan kulit.
Kalau bekas jerawatmu berupa cekungan atau jaringan parut yang menonjol, dokter dapat merekomendasikan pendekatan scar treatment lainnya.
Pilihan perawatan akan disesuaikan dengan jenis bekas jerawat dan kondisi kulitmu, bukan sekadar seberapa gelap noda yang terlihat.
Atasi Bekas Jerawat Sesuai Kondisi Kulitmu
Mulailah dari mengenali jenis bekas jerawatmu, lalu pilih kandungan yang sesuai dan gunakan secara bertahap.
Jika bekasnya sulit memudar, kamu bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk mencari tahu pilihan perawatan yang tersedia.
Masih bingung menentukan perawatan yang cocok? Kamu bisa konsultasi dan buat janji temu agar kondisi kulitmu dapat dievaluasi sebelum memilih prosedur.
Jika ingin datang langsung, kamu juga bisa cari lokasi klinik terdekat untuk memudahkan kunjunganmu.
FAQ
Supaya kamu nggak salah memilih skincare, berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat mencari cara untuk memudarkan bekas jerawat:
1. Apa Kandungan Skincare yang Paling Efektif untuk Bekas Jerawat?
Nggak ada satu kandungan yang paling efektif untuk semua jenis bekas jerawat. Azelaic acid dan retinoid bisa membantu mengatasi noda kehitaman, sedangkan niacinamide dapat menjadi pilihan pendukung untuk merawat pigmentasi.
2. Apakah Bekas Jerawat Merah Bisa Hilang dengan Skincare?
Bekas jerawat merah bisa memudar dengan sendirinya seiring waktu, meski prosesnya berbeda pada setiap orang. Skincare yang lembut dan sunscreen membantu menjaga kondisi kulit.
3. Berapa Lama Bekas Jerawat Bisa Memudar?
Noda yang dangkal bisa membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk memudar, sedangkan bopeng atau jaringan parut biasanya memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda.
4. Bolehkah Menggunakan Niacinamide dan Retinol Bersamaan?
Boleh, selama kulitmu bisa menoleransi keduanya. Kalau baru mulai menggunakan retinol, coba masukkan bahan ini secara bertahap ke rutinitas malam dan tetap gunakan skincare dasar yang sederhana untuk membantu menjaga kondisi kulit.
5. Apakah Skincare Bisa Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat?
Skincare bisa membantu memperbaiki tampilan permukaan kulit, tetapi biasanya nggak cukup untuk menghilangkan bopeng yang terbentuk akibat kehilangan jaringan. Jika bopeng cukup terlihat atau mengganggu, konsultasikan dengan dokter.
Referensi:
8 Best Products for Acne Scars, Chosen by Dermatologists | Healthline

