Microdermabrasion dan chemical peeling sama-sama dapat mengangkat sel kulit mati, tetapi menggunakan cara kerja yang berbeda. Microdermabrasion memakai alat untuk mengikis lapisan terluar kulit, sedangkan chemical peeling menggunakan larutan kimia.
Mengangkat sel kulit mati di wajah bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui microdermabrasion atau chemical peeling.
Keduanya sama-sama metode eksfoliasi kulit, hanya saja cara kerjanya dan tujuannya berbeda.
Microdermabrasion mengangkat sel kulit mati menggunakan alat yang mengikis permukaan kulit secara lembut, sedangkan chemical peeling memanfaatkan larutan kimia.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan kedua perawatan ini, penting untuk memahami keduanya lebih lanjut.
Dengan begitu, kamu bisa memilih perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu, bukan sekadar mengikuti tren. Mari kenali dulu perbedaan keduanya!
Apa Bedanya Cara Kerja Keduanya?
Perbedaan keduanya ada pada cara mengangkat sel kulit dan seberapa dalam permukaan kulit yang terkena tindakan.
Singkatnya, microdermabrasion menggunakan alat, sedangkan chemical peeling mengandalkan larutan tertentu. Ini perbedaan keduanya:
1. Microdermabrasion: Eksfoliasi Mekanis

Microdermabrasion adalah prosedur yang mengangkat sel kulit mati pada lapisan paling luar menggunakan alat khusus.
Alat tersebut dapat memakai ujung berlian atau kristal, tergantung pada jenis perangkat. Cara kerjanya dengan mengikis lapisan kulit paling luar menggunakan alat tadi.
Yang perlu kamu ketahui:
- Sensasi Saat Prosedur: Kulit mungkin terasa seperti sedang digosok atau diamplas dengan lembut.
- Kedalaman Tindakan: Bekerja pada lapisan terluar kulit sehingga efeknya relatif ringan dibandingkan pengelupasan yang lebih dalam.
- Manfaat: Membantu memperbaiki tekstur kasar atau membuat kulit kusam terlihat lebih segar.
- Keterbatasan: Manfaatnya untuk masalah seperti jerawat dan perubahan warna kulit yang lebih kompleks masih terbatas.
2. Chemical Peeling: Eksfoliasi dengan Larutan Kimia

Chemical peeling adalah prosedur peel treatment yang menggunakan larutan kimia tertentu untuk membantu melepaskan sel kulit.
Jenis larutan dan kekuatannya dipilih berdasarkan masalah kulit yang ingin ditangani. Tidak semua chemical peeling bekerja dengan cara yang sama.
Ada peeling superfisial yang bekerja pada lapisan terluar, ada juga peeling yang menjangkau bagian kulit lebih dalam. Bahkan ada peeling dalam yang perlu pemulihan lebih panjang.
Yang perlu kamu ketahui:
- Jenis Peeling: Terdiri dari peeling superfisial, kedalaman sedang, dan peeling dalam.
- Manfaat: Peeling superfisial dapat dipertimbangkan untuk kulit kusam, tekstur kasar, atau jenis jerawat tertentu.
- Penanganan Warna Kulit: Dokter dapat mempertimbangkan peeling untuk membantu mengatasi warna kulit yang tidak merata dengan menyesuaikan bahan dan kedalamannya.
- Risiko dan Pemulihan: Peeling yang lebih dalam membutuhkan perhatian lebih terhadap risiko dan proses pemulihan.
3. Jangan Tertukar: Microdermabrasion Bukan Dermabrasi
Namanya memang mirip, tetapi microdermabrasion berbeda dari dermabrasi. Microdermabrasion bekerja lebih dangkal, sedangkan dermabrasi adalah prosedur pengikisan sel kulit yang lebih intensif.
Dermabrasi lebih agresif. Biasanya digunakan untuk masalah kulit tertentu, seperti bekas luka atau bopeng yang lebih dalam.
Risiko dan pemulihannya juga lebih lama dari microdermabrasion. Jadi, jangan menyamakan keduanya hanya karena sama-sama menggunakan teknik pengikisan kulit.
Mana yang Cocok untuk Keluhanmu?
Dalam menentukan pilihan eksfoliasi, sebaiknya ditentukan berdasarkan masalah yang ingin kamu atasi.
Tabel berikut bisa menjadi gambaran awal sebelum kamu berkonsultasi dengan dokter:
| Keluhan Kulit | Cocok Untuk | Catatan |
| Kulit kusam ringan |
| Membantu menyegarkan tampilan kulit, tergantung penyebab kusam. |
| Tekstur kulit kasar |
| Perlu dipastikan apakah penyebabnya penumpukan sel kulit mati atau masalah lain. |
| Komedo dan jerawat ringan | Peeling superfisial | Jenis peeling disesuaikan dengan jerawat. Jerawat meradang perlu dinilai dahulu. |
| Flek dan warna kulit tidak merata | Chemical peeling yang lebh dalam | Hasil bergantung pada penyebab flek. Kulit sawo matang memerlukan pemilihan tindakan yang hati-hati. |
| Bekas jerawat | Bergantung pada jenis bekas | Bekas kehitaman dan bekas cekung membutuhkan pendekatan berbeda. |
Catatan: Tabel ini bukan panduan untuk memilih prosedur sendiri. Dokter perlu memeriksa kondisi kulitmu sebelum menentukan tindakan acne treatment yang sesuai.
Contohnya, jika kulitmu hanya terasa kasar dan tampak kusam, prosedur eksfoliasi ringan saja sudah cukup.
Jika bekas jerawat berupa bopeng, kamu perlu prosedur yang lebih intensif. Namun kalau jerawat masih meradang, jangan pilih eksfoliasi mekanis karena bisa memperburuk iritasi.
Seperti Apa Rasanya dan Berapa Lama Pemulihannya?

Sensasi selama prosedur dan waktu pemulihan bergantung pada jenis tindakan. Adapun yang mungkin kamu rasakan:
1. Microdermabrasion
Saat microdermabrasion, kamu mungkin merasakan sensasi seperti kulit digosok ringan. Dampaknya bisa berupa kemerahan atau sedikit bengkak, tetapi keluhannya biasanya segera mereda. Kulit juga bisa terasa lebih sensitif selama beberapa hari.
2. Chemical Peeling
Chemical peeling dapat menimbulkan sensasi perih, menyengat, atau hangat selama prosedur. Intensitasnya bergantung pada larutan yang digunakan.
Pada peeling superfisial, kemerahan dan pengelupasan ringan bisa berlangsung selama beberapa hari dan pulih setelah sekitar 1 minggu.
Sedangkan peeling kedalaman sedang dapat membutuhkan sekitar 1–2 minggu. Lebih lama lagi peeling dalam yang perlu pemulihan sekitar 14–21 hari.
Baca Juga: Peel Wajah Bukan Satu Ukuran untuk Semua, Kenali Jenis dan Cara Memilihnya
Efek Samping dan Siapa yang Perlu Hati-Hati
Kedua prosedur dapat menimbulkan efek samping, meskipun tingkat risikonya berbeda. Kemerahan bisa timbul setelah eksfoliasi, tetapi jika keluhan menetap tidak boleh diabaikan.
Adapun efek samping yang perlu diwaspadai:
Efek Samping yang Perlu Diketahui
- Kulit dapat terasa hangat, sensitif, atau kemerahan setelah prosedur.
- Pengelupasan bisa muncul setelah chemical peeling, terutama jika kedalamannya lebih tinggi.
- Kulit bisa menjadi lebih gelap atau lebih terang pada area yang dirawat.
- Risiko dapat meningkat jika prosedur tidak dilakukan dengan tepat atau perawatan setelahnya tidak sesuai.
- Meski tidak selalu terjadi, kerusakan kulit yang lebih berat dapat meninggalkan bekas.
Siapa yang Sebaiknya Berkonsultasi Dulu?
Ada beberapa kondisi yang perlu dinilai sebelum kamu menjalani eksfoliasi di klinik, di antaranya:
- Kulit mudah merah dan terasa terbakar bisa mengalami iritasi lebih berat setelah eksfoliasi.
- Jerawat yang sedang merah, bengkak, atau bernanah.
- Kulit sedang perih, mengelupas, atau terasa tertarik.
- Sedang mengonsumsi obat karena beberapa obat dapat memengaruhi pemulihan kulit dan risiko efek samping.
- Sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
Perawatan Setelah Treatment

Setelah eksfoliasi di klinik, kulit membutuhkan waktu untuk pulih. Perawatan yang tepat membantu menjaga kenyamanan kulit.
Adapun perawatan yang bisa dilakukan:
- Gunakan Sunscreen Setiap Hari: Pilih sunscreen spektrum luas minimal SPF 30 dan gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
- Gunakan Pelembap yang Lembut: Pilih pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit dan tidak menimbulkan rasa perih.
- Beri Jeda pada Bahan Aktif: Hentikan sementara eksfolian atau bahan aktif tertentu sesuai instruksi dokter sebelum menggunakannya kembali.
- Jangan Mengelupas Kulit dengan Tangan: Biarkan kulit mengelupas secara alami dan hindari scrub sampai kulit pulih.
- Facial Treatment: Perawatan profesional seperti facial dapat membantu meng eksfoliasi sel-sel kulit mati yang memicu kusam.
Baca Juga: Manfaat Eksfoliasi Wajah: Kenapa Kulit Kusam Bisa Glowing, dan Kapan Justru Jadi Bumerang
Berapa Kali Sebaiknya Dilakukan?
Frekuensi eksfoliasi di klinik tidak bisa disamakan untuk semua orang. Jadwalnya bergantung pada jenis prosedur.
Untuk chemical peeling superfisial, AAD menyebut sebagian pasien membutuhkan sekitar 3–5 sesi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, dengan jarak antarsesi sekitar 2–5 minggu. Namun ini hanya gambaran umum.
Untuk microdermabrasion, jumlah dan jarak sesi juga perlu ditentukan berdasarkan tujuan perawatan.
Jangan mempercepat jadwal karena ingin hasil lebih cepat. Kulit perlu waktu untuk pulih di antara tindakan, dan dokter dapat mengubah rencana jika muncul iritasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Microdermabrasion dan chemical peeling sama-sama membantu mengangkat sel kulit mati, hanya berbeda dari cara kerjanya.
Namun daripada salah memilih treatment, sebaiknya buat janji temu dan konsultasi dengan dokter terlebih dulu.
Kamu bisa jelajahi layanan SOZO Skin Clinic lebih lanjut untuk melihat pilihan perawatan yang tersedia.
Ingat, eksfoliasi seharusnya membantu merawat kulit, bukan membuatnya perih atau iritasi. Jika kulit mengalami masalah, segera cari lokasi klinik terdekat untuk penanganan langsung.
FAQ
Masih bingung antara kedua treatment tersebut, kamu bisa simak dulu jawabannya sebagai berikut:
1. Lebih Sakit Microdermabrasion atau Chemical Peeling?
Microdermabrasion biasanya menimbulkan sensasi seperti kulit digosok ringan. Chemical peeling dapat menimbulkan rasa menyengat atau perih, bergantung pada bahan dan kedalamannya. Namun, sensasi yang dirasakan setiap orang bisa berbeda.
2. Apakah Microdermabrasion Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat?
Manfaat microdermabrasion untuk bekas jerawat bergantung pada jenis bekasnya, tetapi bukti untuk memperbaiki masalah jerawat masih terbatas. Bekas kehitaman juga berbeda dari bekas jerawat yang membentuk cekungan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan.
3. Apakah Chemical Peeling Aman untuk Kulit Sawo Matang?
Chemical peeling bisa dipertimbangkan untuk kulit sawo matang, tetapi jenis dan kedalamannya perlu dipilih dengan hati-hati. Risiko perubahan warna kulit dapat meningkat jika prosedur terlalu agresif atau dilakukan tanpa penilaian yang tepat.
4. Berapa Jarak Aman antara Peeling dan Microdermabrasion?
Tidak ada jarak yang cocok untuk semua orang. Dokter perlu menilai kedalaman prosedur sebelumnya dan memastikan kulit sudah pulih sebelum mempertimbangkan tindakan berikutnya. Jangan menggabungkan keduanya tanpa arahan dari dokter.
5. Bolehkah Melakukan Microdermabrasion saat Jerawat Sedang Aktif?
Jika jerawat sedang meradang, sebaiknya konsultasikan kondisinya terlebih dahulu. Gesekan pada kulit yang meradang dapat memperburuk iritasi. Dokter dapat membantu menentukan apakah perawatan jerawat perlu diprioritaskan sebelum eksfoliasi.
Referensi
Microdermabrasion: FAQs | American Academy of Dermatology (AAD)
Chemical Peels: FAQs | American Academy of Dermatology (AAD)
Chemical Peels | DermNet New Zealand
Microdermabrasion: An Evidence-Based Review | Tsai RY, Wang CN, Chan HL (PubMed)

