Ketombe berkerak adalah kondisi ketika serpihan kulit kepala tidak lagi berupa butiran halus yang mudah rontok, melainkan membentuk lapisan sisik atau kerak yang menempel di kulit kepala. Kondisi ini sering disertai rasa gatal, kemerahan, dan terkadang membuat kulit kepala terasa tidak nyaman atau nyeri saat digaruk.
Berbeda dengan ketombe biasa, ketombe berkerak sering kali berkaitan dengan peradangan kulit kepala, produksi minyak berlebih, atau kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik dan psoriasis. Karena penyebabnya bisa lebih kompleks, penanganannya juga tidak selalu cukup dengan sampo anti-ketombe biasa.
Memahami penyebab ketombe berkerak merupakan langkah penting untuk menentukan perawatan yang tepat dan mencegah kondisi ini semakin parah. Berikut penyebab, cara mengatasi, dan langkah pencegahan yang perlu diketahui.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Ketombe Kering Yang Ampuh
Apa Itu Ketombe Berkerak?
Ketombe berkerak adalah kondisi ketika sel kulit mati, minyak, dan kotoran di kulit kepala menumpuk hingga membentuk lapisan tebal yang menempel. Kerak ini bisa tampak putih, kekuningan, atau kecokelatan, tergantung tingkat minyak, peradangan, dan kondisi kulit kepala.
Berbeda dari ketombe ringan yang biasanya berupa serpihan kecil dan mudah jatuh ke bahu, ketombe berkerak cenderung lebih tebal, lengket, dan sulit lepas. Pada beberapa orang, kerak bisa menempel kuat di kulit kepala atau batang rambut, sehingga terasa mengganggu saat disisir atau digaruk.
Kondisi ini sering disertai rasa gatal, kulit kepala berminyak, kemerahan, atau rasa tidak nyaman. Jika digaruk terlalu keras, kerak bisa terkelupas paksa dan menyebabkan kulit kepala perih, luka, bahkan berdarah.
Ketombe berkerak biasanya menandakan adanya masalah kulit kepala yang lebih berat dibanding ketombe biasa. Penyebab yang paling umum adalah dermatitis seboroik yang tidak tertangani dengan baik, tetapi bisa juga berkaitan dengan psoriasis kulit kepala, infeksi jamur, penumpukan produk rambut, atau iritasi akibat bahan tertentu.
Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, ketombe berkerak sebaiknya tidak hanya ditangani dengan menggaruk atau mengelupas kerak secara paksa. Perawatan yang tepat perlu fokus pada mengurangi peradangan, membersihkan penumpukan secara lembut, dan mengatasi pemicu utama di kulit kepala.
Perbedaan Ketombe Biasa dan Ketombe Berkerak
Ketombe biasa dan ketombe berkerak sama-sama bisa menimbulkan serpihan putih hingga kekuningan di kulit kepala. Namun, keduanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda.
Ketombe biasa umumnya berupa serpihan kecil, ringan, dan mudah rontok ke bahu. Kondisi ini biasanya tidak disertai kemerahan atau peradangan yang jelas.
Sementara itu, ketombe berkerak cenderung membentuk lapisan sisik yang lebih tebal, lengket, dan menempel di kulit kepala. Kerak ini sering disertai rasa gatal lebih intens, kulit kepala berminyak, kemerahan, atau rasa tidak nyaman.
Menurut AAD, dermatitis seboroik dapat menyebabkan sisik putih hingga kekuningan seperti ketombe, tetapi disertai peradangan seperti pembengkakan dan perubahan warna kulit. Kondisi ini juga bisa muncul di area lain selain kulit kepala, seperti alis, sekitar hidung, belakang telinga, atau dada.
Secara sederhana, jika serpihan mudah rontok dan kulit kepala tidak meradang, kemungkinan itu ketombe biasa. Namun, jika sisik menebal, menempel kuat, terasa gatal, dan disertai kemerahan, kondisi tersebut lebih mengarah ke ketombe berkerak atau dermatitis seboroik.
Gejala Ketombe dan Dermatitis Seboroik
Ketombe biasa dan dermatitis seboroik memiliki gejala yang mirip, tetapi dermatitis seboroik biasanya lebih berat dan disertai tanda peradangan.
1. Serpihan Putih atau Kekuningan
Ketombe biasa umumnya menimbulkan serpihan putih atau kekuningan di kulit kepala dan rambut. Serpihan ini biasanya kecil, ringan, dan mudah jatuh ke bahu.
Pada dermatitis seboroik, serpihan cenderung lebih besar, lebih tebal, berminyak, dan menempel di kulit kepala.
2. Kulit Kepala Gatal
Rasa gatal bisa muncul pada ketombe biasa maupun dermatitis seboroik. Pada ketombe biasa, gatal biasanya ringan dan tidak terlalu mengganggu.
Sementara itu, dermatitis seboroik dapat menyebabkan gatal yang lebih intens, terutama saat kulit kepala berminyak, berkeringat, atau iritasi.
3. Kulit Kepala Kemerahan
Kemerahan lebih sering terjadi pada dermatitis seboroik. Kondisi ini menunjukkan adanya peradangan pada kulit kepala.
Pada ketombe biasa, kemerahan biasanya tidak terlihat jelas atau bahkan tidak muncul sama sekali.
4. Sisik Tebal dan Berminyak
Dermatitis seboroik dapat menyebabkan sisik tebal, berminyak, dan tampak seperti kerak yang menempel kuat di kulit kepala.
Sisik ini bisa sulit lepas saat disisir dan dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman.
5. Kulit Kepala Terasa Perih atau Terbakar
Pada kasus yang lebih berat, dermatitis seboroik dapat membuat kulit kepala terasa perih, panas, atau seperti terbakar.
Keluhan ini biasanya muncul ketika kulit kepala mengalami iritasi, terlalu sering digaruk, atau sudah meradang cukup parah.
6. Kerak Tebal pada Bayi
Pada bayi, dermatitis seboroik dikenal sebagai cradle cap. Kondisi ini menyebabkan kerak tebal, berminyak, dan kekuningan di kulit kepala bayi.
Cradle cap umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dibersihkan dengan lembut agar tidak menyebabkan iritasi.
Penyebab Ketombe Berkerak
Ketombe berkerak biasanya terjadi ketika pengelupasan kulit kepala berlangsung lebih berat dan disertai penumpukan minyak, sel kulit mati, serta peradangan. Berikut beberapa penyebab yang paling umum.
1. Dermatitis Seboroik yang Tidak Ditangani
Dermatitis seboroik adalah salah satu penyebab utama ketombe berkerak. Kondisi ini dapat membuat kulit kepala meradang, berminyak, gatal, dan bersisik.
Jika tidak ditangani, sisik yang awalnya tipis bisa semakin menumpuk dan membentuk kerak tebal. Kerak ini biasanya lebih sulit lepas dan sering kambuh saat kondisi kulit kepala sedang tidak stabil.
2. Jamur Malassezia yang Tidak Terkendali
Malassezia adalah jamur yang secara alami hidup di kulit kepala. Namun, jika jumlahnya berlebihan, jamur ini dapat memicu iritasi dan mempercepat pengelupasan sel kulit kepala.
Ketika pengelupasan terjadi terus-menerus, sel kulit mati akan bercampur dengan minyak dan membentuk sisik yang lebih tebal. Inilah yang kemudian tampak sebagai ketombe berkerak.
3. Produksi Sebum Berlebih
Kulit kepala memiliki banyak kelenjar minyak. Saat produksi sebum terlalu banyak, kulit kepala menjadi lebih berminyak dan mudah mengalami penumpukan.
Sebum berlebih dapat membuat sel kulit mati dan jamur lebih mudah menempel di kulit kepala. Akibatnya, ketombe tidak hanya rontok sebagai serpihan kecil, tetapi menumpuk menjadi lapisan kerak yang lengket dan tebal.
4. Stres dan Kelelahan
Stres dan kelelahan dapat memperburuk dermatitis seboroik. Saat tubuh sedang stres atau kurang istirahat, kulit kepala bisa menjadi lebih mudah meradang, gatal, dan berminyak.
Kondisi ini dapat memicu flare-up, yaitu periode ketika gejala tiba-tiba memburuk. Jika flare-up tidak dikendalikan, sisik dan kerak di kulit kepala bisa semakin tebal.
5. Perubahan Cuaca dan Musim
Cuaca juga dapat memengaruhi kondisi kulit kepala. Udara dingin dan kering dapat membuat kulit kepala kehilangan kelembapan lebih cepat, sehingga pengelupasan menjadi lebih mudah terjadi.
Sebaliknya, cuaca panas dan lembap dapat membuat kulit kepala lebih berkeringat dan berminyak. Kondisi ini bisa mendukung pertumbuhan jamur dan memperparah ketombe berkerak.
6. Kondisi Imun yang Lemah
Sistem imun yang melemah dapat membuat kulit lebih rentan mengalami gangguan, termasuk dermatitis seboroik yang lebih berat. Hal ini bisa terjadi karena penyakit tertentu, stres kronis, atau penggunaan obat yang memengaruhi daya tahan tubuh.
Pada kondisi ini, ketombe berkerak biasanya lebih sulit dikendalikan dan lebih sering kambuh. Jika kerak sangat tebal, disertai luka, nyeri, atau tidak membaik dengan perawatan biasa, sebaiknya periksakan ke dokter.
Cara Menghilangkan Ketombe Berkerak dengan Ampuh
Mengatasi ketombe berkerak membutuhkan lebih dari sekadar menghilangkan serpihan yang terlihat. Tujuannya adalah melunakkan kerak, mengurangi peradangan, mengontrol jamur penyebabnya, dan mencegah penumpukan sisik kembali terjadi.
Cara Alami Menghilangkan Ketombe Berkerak
1. Pre-Treatment dengan Minyak Kelapa atau Minyak Zaitun
Kerak yang menempel kuat di kulit kepala sebaiknya tidak dikupas secara paksa. Sebagai langkah awal, gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun hangat untuk membantu melunakkan lapisan sisik yang mengeras.
Minyak juga membantu mengurangi kekeringan dan membuat kerak lebih mudah terangkat saat keramas. Oleskan minyak ke area yang berkerak, diamkan selama 30–60 menit, lalu lanjutkan dengan keramas menggunakan sampo yang lembut.
2. Pijat Kulit Kepala dengan Lembut
Setelah minyak meresap, pijat kulit kepala menggunakan ujung jari dengan gerakan memutar secara perlahan. Pijatan lembut membantu melonggarkan kerak yang sudah melunak tanpa merusak permukaan kulit kepala.
Hindari menggaruk menggunakan kuku karena dapat menyebabkan luka, iritasi, bahkan infeksi pada area yang meradang.
3. Oleskan Gel Lidah Buaya
Lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menenangkan kulit kepala yang merah, gatal, dan teriritasi akibat ketombe berkerak.
Selain memberikan efek menenangkan, lidah buaya juga membantu menjaga kelembapan kulit kepala sehingga proses pengelupasan tidak semakin parah. Oleskan gel lidah buaya ke area berkerak, diamkan selama 20–30 menit, lalu bilas hingga bersih.
4. Gunakan Tea Tree Oil yang Sudah Diencerkan
Tea tree oil dikenal memiliki sifat antijamur dan antimikroba yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan Malassezia di kulit kepala.
Karena cukup kuat, tea tree oil harus selalu diencerkan sebelum digunakan. Campurkan 10–15 tetes tea tree oil dengan 2 sendok makan minyak kelapa atau minyak zaitun, lalu aplikasikan ke kulit kepala selama 30 menit sebelum keramas.
5. Gunakan Sisir Bergigi Jarang Setelah Kerak Melunak
Jika kerak sudah mulai lunak setelah menggunakan minyak atau masker alami, kamu bisa menggunakan sisir bergigi jarang untuk membantu mengangkat sisik yang sudah terlepas.
Lakukan dengan sangat perlahan dan jangan memaksa kerak yang masih menempel kuat. Mengelupas kerak secara paksa justru dapat memperparah peradangan dan memicu luka pada kulit kepala.
6. Hindari Menggaruk Kulit Kepala
Rasa gatal yang muncul akibat ketombe berkerak memang sering sulit ditahan. Namun, menggaruk hanya akan memperburuk kondisi kulit kepala.
Garukan berulang dapat menyebabkan luka kecil, meningkatkan peradangan, dan membuat kerak semakin tebal akibat proses penyembuhan kulit yang terganggu.
7. Kurangi Penggunaan Produk Styling
Pomade, wax, gel, hairspray, dan dry shampoo dapat meninggalkan residu yang memperparah penumpukan di kulit kepala. Pada kondisi ketombe berkerak, residu tersebut bisa bercampur dengan minyak dan sisik sehingga kerak menjadi semakin tebal.
Sebaiknya hentikan sementara penggunaan produk styling hingga kondisi kulit kepala membaik.
8. Kelola Stres dan Istirahat yang Cukup
Stres merupakan salah satu pemicu flare-up dermatitis seboroik yang paling sering. Ketika stres meningkat, produksi minyak dan respons peradangan di kulit kepala juga dapat memburuk.
Tidur yang cukup, olahraga rutin, dan aktivitas relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu menjaga kondisi kulit kepala tetap lebih stabil selama proses pemulihan.
Cara Medis dan Produk
Jika ketombe berkerak tidak membaik dengan perawatan alami, gunakan pendekatan medis yang lebih terarah. Fokusnya adalah mengangkat kerak, mengontrol jamur, dan menurunkan peradangan di kulit kepala.
1. Gunakan Sampo Ketoconazole
Sampo ketoconazole bekerja sebagai antijamur yang membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe, terutama Malassezia. Kandungan ini cocok untuk ketombe berkerak yang membandel, sering kambuh, atau disertai rasa gatal dan kemerahan.
Untuk kasus ringan hingga sedang, beberapa produk ketoconazole bisa ditemukan dalam bentuk sampo OTC. Namun, jika kerak tebal tidak membaik, dokter dapat meresepkan ketoconazole dengan konsentrasi lebih tinggi.
Gunakan sesuai aturan pakai. Umumnya, sampo perlu diaplikasikan langsung ke kulit kepala, didiamkan selama 3–5 menit, lalu dibilas sampai bersih.
2. Kombinasikan Salicylic Acid dan Zinc Pyrithione
Untuk ketombe berkerak yang persisten, satu kandungan aktif kadang tidak cukup. Salicylic acid membantu melunakkan dan mengangkat kerak, sedangkan zinc pyrithione membantu mengontrol jamur dan mengurangi ketombe.
Kombinasi ini bisa dilakukan dengan cara menggilir dua jenis sampo, bukan digunakan bersamaan dalam satu waktu. Misalnya, gunakan sampo salicylic acid beberapa kali seminggu untuk membantu membersihkan sisik, lalu gunakan sampo zinc pyrithione di hari lain untuk menjaga kulit kepala tetap terkendali.
Cara ini membantu menangani dua masalah sekaligus: kerak yang sudah terbentuk dan pemicu ketombe yang membuatnya terus muncul.
3. Gunakan Kortikosteroid Topikal dari Dokter
Jika ketombe berkerak disertai kemerahan, gatal berat, perih, atau peradangan yang jelas, dokter dapat meresepkan kortikosteroid topikal. Obat ini membantu menurunkan peradangan dan meredakan gatal dalam waktu relatif cepat.
Namun, kortikosteroid tidak boleh digunakan sembarangan. Pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping, seperti kulit menipis, iritasi, atau ketergantungan pada obat tertentu.
Gunakan hanya sesuai anjuran dokter, terutama jika kerak dicurigai berkaitan dengan dermatitis seboroik berat, psoriasis, atau kondisi inflamasi lain.
4. Gunakan Sampo Selenium Sulfide
Selenium sulfide dapat membantu mengurangi pertumbuhan jamur sekaligus memperlambat pergantian sel kulit kepala yang terlalu cepat. Kandungan ini cocok untuk ketombe berkerak yang disertai kulit kepala berminyak dan sisik kekuningan.
Sampo selenium sulfide biasanya digunakan beberapa kali seminggu sesuai petunjuk produk. Pastikan membilas rambut dan kulit kepala sampai benar-benar bersih karena sisa produk bisa meninggalkan residu atau membuat rambut terasa berat.
5. Gunakan Coal Tar untuk Sisik Tebal
Coal tar dapat membantu memperlambat pembentukan dan pengelupasan sel kulit kepala. Kandungan ini sering digunakan untuk kondisi kulit kepala yang bersisik tebal, termasuk dermatitis seboroik berat atau psoriasis kulit kepala.
Namun, coal tar memiliki aroma khas dan dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika menggunakan produk dengan coal tar, hindari paparan matahari langsung terlalu lama dan gunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
6. Konsultasikan ke Dokter untuk Obat Antijamur Oral
Jika kerak disebabkan oleh infeksi jamur tertentu seperti tinea capitis, sampo anti-ketombe biasa biasanya tidak cukup. Kondisi ini dapat membutuhkan obat antijamur oral yang diresepkan dokter.
Tanda yang perlu diwaspadai antara lain bercak botak, kulit kepala sangat gatal, nyeri, bernanah, atau sisik yang menyebar cepat. Jangan mengobati kondisi seperti ini hanya dengan produk OTC karena penanganannya berbeda dari ketombe biasa.
7. Pertimbangkan Terapi Kombinasi Jika Sering Kambuh
Pada beberapa kasus, dokter dapat menyarankan terapi kombinasi, misalnya sampo antijamur, sampo keratolytic, dan obat anti-inflamasi topikal. Pendekatan ini biasanya digunakan jika ketombe berkerak sudah cukup berat atau sering kambuh.
Tujuannya bukan hanya membersihkan kerak, tetapi juga mengontrol penyebab utamanya agar gejala tidak cepat kembali. Terapinya perlu disesuaikan dengan diagnosis, tingkat peradangan, dan respons kulit kepala terhadap pengobatan sebelumnya.
Kebiasaan yang Memperparah Ketombe Berkerak
Ketombe berkerak bisa semakin parah jika kulit kepala terus mengalami iritasi, penumpukan minyak, atau peradangan. Selain menggunakan perawatan yang tepat, beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari agar kerak tidak semakin tebal dan sulit hilang.
1. Menggaruk Kulit Kepala
Menggaruk adalah salah satu kebiasaan yang paling sering memperparah ketombe berkerak. Saat kerak digaruk paksa, lapisan kulit kepala bisa ikut terangkat dan menimbulkan luka kecil.
Luka ini dapat membuat kulit kepala terasa perih, semakin meradang, bahkan lebih rentan mengalami infeksi bakteri sekunder. Jika terasa gatal, lebih baik pijat lembut dengan ujung jari atau gunakan sampo dan obat yang sesuai untuk mengurangi penyebab gatalnya.
2. Keramas Tidak Tuntas
Sisa sampo, kondisioner, atau masker rambut yang tidak dibilas sempurna dapat menumpuk di kulit kepala. Residu ini bisa bercampur dengan minyak, sel kulit mati, dan keringat, lalu mempertebal kerak yang sudah ada.
Pastikan membilas rambut dengan air mengalir sampai benar-benar bersih, terutama di area belakang kepala, dekat telinga, dan garis rambut. Area tersebut sering menyimpan sisa produk karena lebih sulit terjangkau saat keramas.
3. Menggunakan Produk Berbasis Alkohol atau Sulfat Tinggi
Produk rambut dengan alkohol tertentu, sulfat tinggi, atau bahan pembersih yang terlalu keras dapat membuat kulit kepala semakin kering dan iritasi. Pada kulit kepala yang sudah meradang, bahan seperti ini bisa memperburuk rasa gatal, perih, dan pengelupasan.
Sebaiknya pilih produk yang lebih lembut dan tidak membuat kulit kepala terasa tertarik setelah keramas. Jika ketombe berkerak sedang kambuh, hindari dulu produk styling yang kuat seperti hairspray, gel, pomade, atau dry shampoo.
4. Tidur dalam Kondisi Stres Tinggi Secara Kronis
Stres dan kurang tidur dapat memperburuk kondisi kulit kepala, terutama jika ketombe berkerak berkaitan dengan dermatitis seboroik. Saat tubuh terus berada dalam kondisi stres, respons peradangan bisa meningkat dan kulit kepala menjadi lebih mudah gatal atau berminyak.
Jika gatal mengganggu tidur, siklusnya bisa semakin buruk: kurang tidur memperparah stres, lalu stres memperparah ketombe. Karena itu, mengelola stres dan menjaga kualitas tidur penting untuk membantu mengendalikan flare-up.
5. Mengelupas Kerak Secara Paksa
Sebagian orang mencoba mencabut atau mengelupas kerak agar kulit kepala terlihat lebih bersih. Padahal, cara ini bisa memperparah iritasi dan menyebabkan luka.
Kerak sebaiknya dilunakkan terlebih dahulu dengan minyak, sampo keratolytic seperti salicylic acid, atau perawatan yang disarankan dokter. Setelah melunak, sisik yang sudah terlepas bisa dibersihkan secara perlahan tanpa dipaksa.
6. Terlalu Sering Menggunakan Produk Styling
Produk seperti pomade, wax, gel, hairspray, dan dry shampoo dapat meninggalkan lapisan residu di kulit kepala. Jika digunakan setiap hari dan tidak dibersihkan dengan baik, residu ini dapat memperparah penumpukan kerak.
Saat ketombe berkerak sedang aktif, sebaiknya batasi produk styling terlebih dahulu. Fokuskan perawatan pada membersihkan kulit kepala, mengurangi peradangan, dan menjaga kelembapan yang seimbang.
7. Menutup Rambut Saat Masih Basah
Menggunakan hijab, topi, helm, atau mengikat rambut saat masih basah dapat membuat kulit kepala lembap lebih lama. Kondisi hangat dan lembap dapat membuat kulit kepala terasa lebih gatal dan mendukung pertumbuhan jamur.
Sebelum menutup atau mengikat rambut, pastikan rambut dan kulit kepala sudah cukup kering. Gunakan handuk lembut dan hindari menggosok kulit kepala terlalu keras.
8. Tidak Membersihkan Sisir, Helm, dan Sarung Bantal
Sisir, helm, topi, handuk, dan sarung bantal bisa menyimpan minyak, keringat, serpihan kulit, serta sisa produk rambut. Jika jarang dibersihkan, benda-benda ini dapat kembali memindahkan kotoran ke kulit kepala.
Cuci sarung bantal dan handuk secara rutin, bersihkan sisir, dan pastikan helm atau topi tidak lembap. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi penumpukan yang bisa memperparah ketombe berkerak.
Kapan Ketombe Berkerak Harus Ditangani Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi membuat tidak nyaman hingga mengganggu tidur atau aktivitas harian, kondisi membuat malu atau cemas, kulit kepala terlihat terinfeksi, atau sudah mencoba perawatan mandiri tapi gejala tetap muncul.
Ketombe berkerak yang sudah parah tidak akan sembuh hanya dengan mengganti sampo. Evaluasi langsung dari dokter kulit diperlukan untuk menentukan apakah ada kondisi medis yang mendasari dan menentukan kombinasi treatment yang paling tepat.
Sozo Skin Clinic menyediakan berbagai hair treatment profesional yang membantu mengatasi kondisi kulit kepala yang lebih serius, termasuk evaluasi kondisi kulit kepala secara mendalam sebelum merancang rencana perawatan yang paling sesuai.
Untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh, kamu juga bisa mengeksplorasi rangkaian produk perawatan dari Sozo yang diformulasikan khusus untuk mendukung kondisi kulit kepala yang optimal.
Jika bingung, kamu bisa konsultasi gratis untuk dapat rekomendasi perawatan yang paling pas untuk kulit kepalamu.
Referensi
- Healthline. Scabs and Sores on Scalp: Pictures, Causes, Treatment.
- Cleveland Clinic. Seborrheic Dermatitis: Symptoms, Causes & Treatment.
- AAD. Seborrheic Dermatitis: Overview.
- DermNet NZ. Seborrheic Dermatitis: Causes and Treatment.
- Middlesex Health. Seborrheic Dermatitis.
- Biology Insights. How to Get Rid of Dandruff Naturally: What Works.
- Mayo Clinic. Seborrheic Dermatitis: Symptoms and Causes.
