Skin 12 mnt baca

Lactic Acid: Manfaat, Cara Pakai, dan Efek Samping untuk Kulit

Lactic Acid: Manfaat, Cara Pakai, dan Efek Samping untuk Kulit

Lactic acid adalah AHA yang mengeksfoliasi lapisan kulit terluar sekaligus memiliki sifat yang mendukung hidrasi kulit. Ukuran molekul lactic acid lebih besar sehingga penetrasinya cenderung lebih lambat dan relatif lebih lembut.

Tabel Ringkasan Lactic Acid

InformasiPenjelasan
Nama BahanLactic acid atau asam laktat
GolonganAlpha hydroxy acid atau AHA
Sifat UtamaEksfoliasi sekaligus memiliki sifat humektan
ManfaatMenghaluskan tekstur dan memperbaiki tampilan warna kulit tidak merata
Bentuk ProdukCleanser, toner, serum, pelembap, eksfoliator, chemical peel
Efek SampingPerih, kemerahan, kering, mengelupas
Sensitivitas MatahariAHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV
Chemical PeelMenggunakan konsentrasi lebih tinggi dan dilakukan oleh tenaga profesional

Lactic acid adalah salah satu jenis AHA yang sering digunakan dalam skincare untuk mengangkat sel kulit mati. 

Efeknya cenderung lebih lembut dibandingkan beberapa jenis AHA lain, sehingga membuat lactic acid sering dipilih untuk kulit kering atau sensitif. 

Namun, hasil dan tingkat iritasinya tetap bergantung pada kadar dan formula produk yang digunakan.

Selain terdapat dalam produk skincare harian, lactic acid juga digunakan dalam chemical peel dengan kadar yang lebih tinggi. 

Lalu, apa saja manfaat lactic acid dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman? Mari simak artikel berikut!

Apa Itu Lactic Acid?

Ilustrasi Lactic Acid
Ilustrasi Lactic Acid

Lactic acid atau asam laktat adalah salah satu jenis alpha hydroxy acid (AHA). Dalam skincare, bahan ini digunakan untuk mengeksfoliasi sel kulit mati pada permukaan kulit.

Proses tersebut membuat kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah. Lactic acid juga bersifat higroskopis, yaitu memiliki kemampuan menarik dan mempertahankan air. 

Sifat ini membuat lactic acid tidak hanya berperan sebagai eksfolian, tetapi juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan membuatnya terasa lebih lembut.

Lactic acid juga bisa kamu gunakan untuk berbagai masalah kulit, seperti kulit kusam, tekstur tidak rata, atau kulit yang terasa kering.

Lactic Acid Termasuk AHA atau Bukan?

Ya, lactic acid termasuk alpha hydroxy acid (AHA). Adapun AHA adalah kelompok asam yang memiliki gugus hidroksil pada posisi karbon yang berada di dekat gugus asam karboksilat.

Sebagai AHA, lactic acid bekerja di permukaan kulit dengan membantu melepaskan sel kulit mati. Namun, seberapa aktif efeknya pada kulit ditentukan dari konsentrasi dan formulasi produk. 

Artinya, dua produk yang sama-sama mengandung 5% lactic acid belum tentu memberikan efek yang sama pada kulit. Perbedaan pH dan formulasi dapat memengaruhi seberapa aktif lactic acid saat digunakan.

Manfaat Lactic Acid untuk Kulit

Manfaat lactic acid berasal dari kombinasi kemampuannya mengeksfoliasi kulit dan mempertahankan kelembapan. 

Hasil yang didapat dapat berbeda tergantung pada konsentrasi produk. Adapun beberapa manfaat lactic acid untuk kulit yaitu:

1. Mengeksfoliasi Sel Kulit Mati

Lactic acid membantu mengurangi ikatan antarsel pada lapisan kulit terluar sehingga sel kulit mati lebih mudah terlepas. Proses ini membantu mempercepat pelepasan sel kulit terluar dan membuat permukaan kulit terasa lebih halus.

2. Membantu Menjaga Hidrasi Kulit

Lactic acid juga memiliki sifat higroskopis, yaitu kemampuan menarik dan mempertahankan air. Hal ini membuat lactic acid sering menjadi pilihan bagi kulit kering yang perlu eksfoliasi.

3. Membuat Tekstur Kulit Terlihat Lebih Halus

Dengan membantu proses deskuamasi atau pelepasan sel kulit terluar, lactic acid dapat membuat tekstur kulit terlihat lebih halus secara bertahap. Namun, jika bekas jerawat menyebabkan bopeng, maka kamu memerlukan scar treatment.

4. Membantu Meratakan Tampilan Warna Kulit

AHA dapat memengaruhi tampilan pigmentasi melalui proses pergantian sel kulit. Karena itu, lactic acid dapat digunakan untuk membantu membuat kulit kusam atau warna kulit yang tidak merata terlihat lebih cerah dan merata.

Namun, untuk kondisi seperti melasma atau hiperpigmentasi yang menetap, diperlukan treatment laser.

5. Mendukung Perbaikan Tanda Photoaging

Penggunaan AHA dapat membantu meningkatkan pergantian sel kulit dan memengaruhi proses yang berkaitan dengan pembentukan kolagen di dermis. Lactic acid peel juga membantu menyamarkan tanda-tanda photoaging.

Baca Juga: Apa itu Glass Skin? 8 Cara Mendapatkannya agar Wajah Bercahaya Alami 

Lactic Acid untuk Berbagai Masalah Kulit

Lactic acid dapat digunakan untuk beberapa masalah kulit karena efek eksfoliasinya membantu pergantian sel. Mari simak manfaatnya satu per satu di bawah ini:

1. Kulit Kering dan Kasar

Lactic acid dapat menjadi pilihan untuk kulit kering dan kasar karena selain mengeksfoliasi, bahan ini juga bersifat higroskopis, sehingga membantu menarik dan mempertahankan air pada kulit.

2. Kulit Kusam

Lactic acid membantu melepaskan sel kulit terluar sehingga kulit tampak lebih halus dan bercahaya. Penggunaannya tetap perlu disertai pelembap dan perlindungan dari sinar ultraviolet.

3. Hiperpigmentasi dan Melasma

Lactic acid dapat membantu meratakan warna kulit melalui proses pergantian sel epidermis dan pengaruhnya terhadap distribusi pigmen. Hasil itu lebih terlihat pada lactic acid peel dengan konsentrasi 60% hingga 82%.

4. Jerawat

Lactic acid membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati di permukaan kulit sehingga berpotensi digunakan pada kulit yang mudah tersumbat sebelum muncul jerawat.

5. Garis Halus dan Photoaging

AHA dapat membantu mempercepat pembaruan sel epidermis. Berkat itu, lactic acid peel menunjukkan potensi perbaikan garis halus dan tanda photoaging. Namun, efeknya bukan lifting atau menghilangkan kerutan secara langsung.

Lactic Acid vs AHA Lainnya

Tidak semua AHA memiliki  cara kerja yang sama. Perbedaannya terdapat pada ukuran molekul, kecepatan penetrasi, hingga tingkat iritasi yang sama. 

Mari simak perbedaan masing-masing AHA seperti lactic acid, glycolic acid dan mandelic acid melalui tabel berikut:

AspekLactic AcidGlycolic AcidMandelic Acid
GolonganAHAAHAAHA
Ukuran MolekulSedang, sekitar 90 DaLebih kecil, sekitar 76 DaLebih besar, sekitar 152 Da
PenetrasiSedangRelatif lebih cepatCenderung lebih lambat
Potensi IritasiRelatif lebih lembutDapat lebih mudah mengiritasiCenderung lebih lembut
Karakteristik UtamaEksfoliasi sekaligus hidrasiEksfoliasi lebih kuat dan penetrasi cepatEksfoliasi bertahap dengan ukuran molekul lebih besar
Kebutuhan yang UmumKulit kering, kusam, tekstur dan pigmentasiTekstur, garis halus, pigmentasiKulit sensitif, pigmentasi, atau acne-prone
Untuk PemulaSering lebih mudah ditoleransiPerlu lebih berhati-hatiDapat dipertimbangkan pada kulit sensitif

Cara Menggunakan Lactic Acid dalam Skincare

Ilustrasi Penggunaan Lactic Acid
Ilustrasi Penggunaan Lactic Acid

Cara memakai lactic acid perlu disesuaikan dengan jenis produk dan konsentrasinya. Karena AHA dapat menimbulkan iritasi, hindari meningkatkan kekuatan atau frekuensi secara berlebihan. Agar aman, mari simak cara penggunaan berikut:

1. Pilih Konsentrasi dan Formula yang Sesuai

Periksa konsentrasi lactic acid sebelum menggunakannya. Untuk produk kosmetik konsumen, pilih lactic acid dengan konsentrasi tidak lebih dari 10% dan pH akhir produk minimal 3,5. Angka tersebut merupakan batas keamanan formulasi, bukan target penggunaan.

2. Gunakan Sesuai Petunjuk Produk

Gunakan lactic acid sesuai petunjuk pada kemasan. Jika kulit belum terbiasa dengan eksfoliator, mulai dengan frekuensi rendah dan tingkatkan secara bertahap sesuai toleransi kulit.

3. Gunakan Pelembap

Setelah menggunakan lactic acid, lanjutkan dengan pelembap untuk menjaga kulit tetap nyaman dan terhidrasi. Pasalnya, lactic acid dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi.

4. Hindari Terlalu Banyak Eksfoliator

Hindari menggunakan lactic acid bersamaan dengan terlalu banyak bahan eksfoliasi atau aktif yang berpotensi mengiritasi. 

5. Gunakan Sunscreen pada Siang Hari

Gunakan sunscreen setiap pagi saat memakai lactic acid. AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari selama penggunaan hingga sekitar satu minggu setelah pemakaian dihentikan.

Baca Juga: 7 Kandungan Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat secara Ampuh 

Efek Samping Lactic Acid

Lactic acid dapat menyebabkan perih, kemerahan, kering, atau iritasi, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi yang terlalu tinggi. 

Risiko tersebut juga lebih besar jika lactic acid digunakan pada kulit yang sedang sensitif. Mari ketahui berbagai efek sampingnya sebagai berikut:

Efek Samping yang Umum

Efek samping lactic acid biasanya muncul di area yang dioleskan. Kondisi ini umumnya membaik setelah pemakaian dikurangi atau dihentikan. Adapun efek sampingnya yaitu:

  1. Perih atau terbakar: Rasa menyengat dapat muncul jika formulanya terlalu kuat atau skin barrier sedang sensitif.
  2. Kemerahan: Kulit dapat menjadi kemerahan setelah eksfoliasi, terutama saat pertama kali menggunakan lactic acid.
  3. Kulit kering: Pemakaian terlalu sering dapat membuat kulit terasa kering dan tertarik.
  4. Pengelupasan: Pengelupasan ringan dapat terjadi setelah eksfoliasi. Namun, jika kulit mengelupas secara berlebihan, kemungkinan penggunaannya terlalu kuat.
  5. Lebih sensitif terhadap matahari: AHA dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet selama digunakan.

Kapan Harus Menghentikan Penggunaan?

Hentikan penggunaan lactic acid jika kulit terasa terbakar parah atau muncul pembengkakan. Hal yang sama berlaku jika muncul lepuhan, ruam, atau nyeri yang tidak mereda. Jika keluhan tetap muncul setelah pemakaian dihentikan, sebaiknya periksa ke dokter kulit.

Lactic Acid dalam Produk Skincare

Lactic acid dapat ditemukan dalam berbagai produk skincare. Bentuk produknya akan memengaruhi lama lactic acid bersentuhan dengan kulit, tetapi kekuatan efeknya juga bergantung pada konsentrasi dan pH formula. Adapun beberapa jenis produk lactic acid yaitu:

  1. Cleanser: Produk ini dibilas setelah digunakan sehingga lactic acid memiliki waktu kontak yang lebih singkat dengan kulit.
  2. Toner atau eksfoliator: Produk ini biasanya digunakan setelah membersihkan wajah dan dibiarkan di kulit.
  3. Serum: Lactic acid tetap berada di kulit setelah digunakan sehingga efek eksfoliasinya dapat berlangsung lebih lama.
  4. Pelembap: Produk ini biasanya menggunakan konsentrasi yang lebih rendah sehingga eksfoliasinya lebih ringan.
  5. Produk Tubuh: Lactic acid dapat digunakan untuk membantu mengatasi kulit tubuh yang terasa kasar.

Lactic Acid sebagai Chemical Peel

Lactic acid juga dapat digunakan sebagai chemical peel profesional. Konsentrasinya biasanya lebih tinggi daripada produk skincare rumahan sehingga efek eksfoliasinya juga lebih kuat.

Jika digunakan sebagai chemical peel, berikut cara kerjanya:

Bagaimana Lactic Acid Peel Bekerja?

Saat digunakan dalam konsentrasi peeling, lactic acid membantu mengurangi ikatan antarsel pada lapisan kulit terluar. 

Akibatnya, sel kulit mati lebih mudah terlepas dan proses regenerasi kulit dapat berlangsung. Hasilnya tetap bergantung pada kekuatan peel dan kondisi kulit.

Masalah Kulit yang Dapat Dipertimbangkan

Lactic acid peel telah diteliti untuk membantu mengatasi jerawat, hiperpigmentasi, melasma, dan photoaging

Sebagai contoh, untuk melasma bisa menggunakan lactic acid 60%, bahkan konsentrasi tinggi bisa digunakan untuk masalah jerawat dan garis halus. 

Konsentrasi tersebut digunakan dalam prosedur klinis sehingga tidak ditujukan untuk pemakaian sendiri di rumah.

Jika membutuhkan eksfoliasi yang lebih terkontrol, prosedur seperti Derma Peel di Sozo Skin Clinic dapat menjadi salah satu pilihan. Bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit setelah dilakukan penilaian oleh profesional.

Baca Juga: 12 Jenis-Jenis Facial Wajah dan Manfaatnya untuk Kulit

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Lactic Acid

Jika kulit mudah mengalami iritasi, konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakan lactic acid. Pastikan kamu memahami hal-hal berikut sebelum menggunakan lactic acid:

  1. Periksa Konsentrasi dan pH: Kekuatan lactic acid tidak hanya ditentukan oleh persentasenya. Karena itu, perhatikan juga pH dan formula produknya.
  2. Ikuti Petunjuk Pemakaian: Jangan menambah frekuensi penggunaan hanya karena kulit belum terasa mengelupas.
  3. Perhatikan Kondisi Skin Barrier: Tunda penggunaan jika kulit sedang terasa perih atau mengalami iritasi.
  4. Batasi Kombinasi Bahan Iritatif: Penggunaan lactic acid bersama eksfoliator lain atau retinoid dapat meningkatkan risiko iritasi.
  5. Gunakan Sunscreen: AHA dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet. Karena itu, gunakan sunscreen setiap pagi.
  6. Jangan Melakukan Peel Konsentrasi Tinggi Sendiri: Chemical peel dengan konsentrasi tinggi sebaiknya dilakukan oleh profesional agar penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.

banner promo skin

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter jika kulit terus terasa perih atau mengelupas setelah menggunakan lactic acid

Jika ingin eksfoliasi yang lebih intens, kamu dapat mempertimbangkan Derma Peel langsung di klinik. 

Before and After Eternal Bloom Peel di Sozo Skin Clinic
Before and After Eternal Bloom Peel di Sozo Skin Clinic

Prosedur ini menggunakan chemical peel dengan kadar yang lebih tinggi daripada produk rumahan, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Melakukan chemical peel di bawah pengawasan medis juga membuat jenis bahan dan kekuatan peel dapat dipilih sesuai kebutuhan kulit. Ini lebih aman dibanding mencoba peeling berkonsentrasi tinggi sendiri di rumah.

Untuk mengetahui apakah Derma Peel sesuai dengan kondisi kulitmu, kamu dapat konsultasi dan buat janji konsultasi dengan dokter atau cari lokasi klinik terdekat untuk pemeriksaan langsung.

Sozo Skin Clinic juga memiliki peeling treatment lainnya seperti Glow Peel dan Eternal Bloom Peel. Jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lebih lanjut untuk detail prosedur dan harganya.

chat untuk konsultasi

FAQ Seputar Lactic Acid

Lactic acid tersedia dalam banyak konsentrasi dan bentuk produk sehingga cara pemakaiannya tidak selalu sama. Berikut jawaban untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul sebelum menggunakan bahan ini.

1. Apakah Lactic Acid Cocok untuk Pemula?

Bisa, terutama jika menggunakan formula berkonsentrasi lebih rendah dan mengikuti petunjuk produk. Lactic acid cenderung memberikan iritasi lebih rendah dibandingkan glycolic acid dalam beberapa penelitian komparatif, tetapi toleransi setiap kulit tetap berbeda.

2. Apakah Lactic Acid Bisa Dipakai Setiap Hari?

Tidak harus. Frekuensi sebaiknya mengikuti konsentrasi, bentuk produk, petunjuk produsen, dan toleransi kulit karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi.

3. Lactic Acid Cocok untuk Kulit Apa?

Lactic acid banyak digunakan pada kulit kusam, kasar, kering, atau mengalami warna tidak merata. Sifatnya yang berkaitan dengan hidrasi membuatnya cukup menarik untuk kulit yang membutuhkan eksfoliasi tetapi cenderung kering.

4. Apakah Lactic Acid Bisa untuk Kulit Sensitif?

Bisa pada sebagian orang, tetapi bukan berarti pasti bebas iritasi. Ukuran molekulnya lebih besar daripada glycolic acid dan beberapa data menunjukkan tolerabilitas yang lebih baik, tetapi konsentrasi dan pH tetap perlu diperhatikan.

5. Apakah Lactic Acid Bisa Mencerahkan Kulit?

Bisa memperbaiki tampilan kulit kusam dan warna yang tidak merata. Efek tersebut terutama berasal dari eksfoliasi dan pergantian sel, bukan karena lactic acid mengubah warna alami kulit.

6. Apakah Lactic Acid Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Tidak selalu menghilangkannya sepenuhnya. Eksfoliasi dapat memperbaiki beberapa bentuk hiperpigmentasi superfisial, tetapi flek yang menetap atau melasma biasanya memerlukan pendekatan berdasarkan penyebabnya.

7. Apakah Lactic Acid Bagus untuk Jerawat?

Dapat dipertimbangkan pada beberapa kondisi jerawat karena efek eksfoliasinya. Bukti lactic acid untuk jerawat juga tersedia pada penelitian chemical peel, tetapi konsentrasi klinis tersebut tidak sama dengan produk rumahan.

8. Apa Bedanya Lactic Acid dan Glycolic Acid?

Glycolic acid memiliki molekul lebih kecil sehingga umumnya menembus kulit lebih cepat, sedangkan lactic acid lebih besar dan memiliki karakteristik hidrasi yang lebih menonjol. Karena itu, lactic acid sering lebih mudah ditoleransi pada kulit kering atau sensitif.

9. Bolehkah Lactic Acid Digabung dengan Retinol?

Bisa pada sebagian orang, tetapi kombinasi tersebut dapat meningkatkan iritasi. Jika kulit mudah sensitif, gunakan pada waktu atau hari yang berbeda dan sesuaikan kembali bila muncul perih, kemerahan, atau pengelupasan berlebihan.

10. Berapa Persen Lactic Acid yang Aman?

Tidak ada satu persentase yang ideal untuk semua kulit. Untuk kosmetik konsumen, lactic acid aman biasanya berada pada konsentrasi hingga 10% dengan pH akhir 3,5 atau lebih tinggi.

11. Apakah Lactic Acid Membuat Kulit Sensitif terhadap Matahari?

Ya, AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap ultraviolet. Dianjurkan menggunakan perlindungan matahari selama penggunaan produk AHA dan hingga sekitar satu minggu setelah penggunaannya dihentikan.

Referensi

What Is Lactic Acid? | Cleveland Clinic

Lactic Acid: New Roles In a New Millennium | PMC

Lactic Acid Chemical Peeling in Skin Disorders | PMC

The Ultimate Guide to Using Lactic Acid for Skin Care | WebMD

Lactic Acid: What Is It, What Increases It, and More | Osmosis

Ada Pertanyaan Seputar Kulitmu?
×