Fibroblas adalah sel di lapisan dermis yang membentuk kolagen dan jaringan penunjang kulit. Ketika kinerjanya menurun, kulit perlahan kehilangan kekuatan, kekenyalan, dan kemampuan untuk memperbaiki diri.
Fibroblast atau fibroblas merupakan sel utama pada lapisan dermis. Sel ini menjaga struktur kulit dengan memproduksi kolagen, elastin, dan asam hialuronat alami.
Kolagen memberi kekuatan pada kulit, sedangkan elastin menjaga kelenturannya. Asam hialuronat mempertahankan air di dalam jaringan sehingga kulit tetap terasa kenyal.
Seiring bertambahnya usia, respons fibroblas terhadap sinyal perbaikan mulai melemah. Dampaknya mulai muncul garis halus, kulit kendur, dan perubahan tekstur.
Aktivitas fibroblas harus seimbang. Kinerja yang terlalu rendah dapat menghambat pemulihan kulit, sedangkan aktivitas yang tidak terkendali dapat membentuk jaringan parut berlebihan.
Mari simak lebih lanjut peran fibroblast terhadap kulit dan cara menjaganya agar kinerjanya tetap seimbang!
Apa Itu Fibroblast?

Fibroblast adalah sel pembentuk jaringan penunjang yang terutama ditemukan di dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis.
Dalam kondisi normal, fibroblas merawat jaringan dengan membentuk kolagen baru dan mengganti bagian yang telah rusak.
Ketika terjadi luka, fibroblas bergerak menuju area yang rusak dan membentuk jaringan pengganti.
Sebagian sel kemudian berubah menjadi myofibroblast yang menarik tepi luka agar lebih cepat menutup.
Setelah proses penyembuhan selesai, aktivitas tersebut seharusnya berkurang. Jika berlangsung terlalu lama, kolagen dapat membentuk jaringan parut yang menebal.
Perlu diingat, fibroblas berbeda dari kolagen. Fibroblas adalah sel yang bekerja memproduksi dan mengatur jaringan, sedangkan kolagen merupakan protein yang memberi struktur pada kulit.
Bagaimana Fibroblast Memproduksi Kolagen?

Fibroblas bekerja seperti “pabrik kecil” di dalam kulit. Sel ini menggunakan protein dari tubuh untuk membentuk kolagen.
Kolagen yang telah dibuat kemudian disusun menjadi serat-serat penopang di lapisan dermis. Serat tersebut membentuk kerangka yang menjaga kulit tidak mudah kendur atau berkerut.
Proses ini memerlukan asupan protein dan vitamin C. Fibroblas juga akan membersihkan kolagen lama yang telah rusak, lalu menggantinya dengan jaringan baru.
Kulit pun tetap sehat ketika pembentukan dan penguraian kolagen berlangsung secara seimbang.
Baca Juga: Apa itu Collagen Remodeling? Cek Durasi dan Prosesnya
Fungsi Fibroblast untuk Kulit
Fibroblas membentuk sekaligus merawat jaringan yang menopang kulit. Sel ini bekerja di lapisan dermis agar kulit tetap kuat dan mampu memperbaiki kerusakan secara alami.
Apabila dijelaskan lebih lanjut, berikut berbagai fungsi fibroblas:
- Memproduksi Kolagen: Fibroblas membentuk kolagen yang menjaga kulit tetap kuat dan mampu mempertahankan bentuknya lebih lama.
- Membentuk Elastin: Fibroblas membantu menghasilkan elastin agar kulit tetap lentur dan kembali setelah bergerak, tersenyum, atau tertarik.
- Menghasilkan Asam Hialuronat: Fibroblas memproduksi asam hialuronat alami yang menjaga kelembapan dan membuat jaringan kulit terasa lebih kenyal.
- Memperbaiki Jaringan: Saat kulit terluka, fibroblas membentuk jaringan baru untuk menutup area rusak dan mendukung proses pemulihan.
- Mengganti Kolagen Rusak: Fibroblas membantu membongkar kolagen lama, lalu menyusun jaringan baru agar struktur kulit tetap terjaga.
- Mengatur Bekas Luka: Fibroblas mengontrol jumlah kolagen selama penyembuhan agar bekas luka tidak terbentuk terlalu tebal.
Apa yang Terjadi Jika Aktivitas Fibroblast Menurun?
Seiring bertambahnya usia, fibroblas tidak selalu langsung hilang dari kulit. Sebagian sel masih ada, tetapi bekerja lebih lambat dan menghasilkan lebih sedikit kolagen.
Ditambah lagi, kolagen yang telah rusak dapat membuat lingkungan tempat fibroblas bekerja menjadi kurang baik. Akibatnya, sel ini semakin sulit membentuk dan menyusun kolagen baru secara optimal.
Jika itu terjadi, berikut kondisi yang bisa dialami:
- Kolagen Berkurang: Produksi kolagen melambat sehingga kulit kehilangan kepadatan dan lebih mudah terlihat tipis atau kendur.
- Elastisitas Menurun: Kulit menjadi kurang lentur dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali setelah bergerak atau tertarik.
- Kulit Kurang Kenyal: Berkurangnya asam hialuronat alami membuat jaringan menahan lebih sedikit air dan terasa kurang penuh.
- Kerutan Lebih Terlihat: Lapisan penopang melemah sehingga garis halus dan lipatan wajah tampak semakin jelas.
- Kulit Mulai Kendur: Struktur dermis kehilangan kekuatan sehingga pipi, rahang, atau area leher tampak kurang tegas.
- Luka Lebih Lama Pulih: Pembentukan jaringan baru berjalan lebih lambat sehingga bekas luka memerlukan waktu lebih panjang untuk membaik.
Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Fibroblast Menurun
Aktivitas fibroblas dapat melemah akibat proses penuaan. Paparan sinar UV juga turut berpengaruh terhadap penurunan fungsi fibroblas. Pasalnya sinar UV mempercepat penghancuran kolagen yang menopang kulit.
Sebagian fibroblas yang menua tetap berada di dalam dermis, tetapi tidak lagi bekerja secara optimal. Kondisi ini membuat pembentukan kolagen baru berlangsung lebih lambat.
Lantas, apa saja faktor yang memengaruhinya? Berikut penjelasannya:
- Pertambahan Usia: Seiring bertambahnya usia, fibroblas menjadi kurang responsif sehingga produksi kolagen dan proses perbaikan kulit melambat.
- Paparan Sinar UV: Radiasi ultraviolet merusak fibroblas dan mempercepat pemecahan kolagen yang menjaga kekuatan serta kekenyalan kulit secara alami.
- Kebiasaan Merokok: Zat kimia dalam asap rokok mengurangi aliran oksigen dan mempercepat kerusakan jaringan penunjang kulit wajah.
- Kadar Gula Tinggi: Gula berlebih dapat mengikat kolagen, membuatnya lebih kaku, rapuh, dan sulit diperbaiki oleh fibroblas kulit.
- Peradangan Berulang: Jerawat, iritasi, atau dermatitis berkepanjangan dapat mengganggu fibroblas dan memperlambat pemulihan jaringan kulit normal.
- Perubahan Hormon: Penurunan estrogen dapat mengurangi aktivitas fibroblas sehingga ketebalan, kelembapan, dan kepadatan kulit ikut menurun bertahap.
- Kekurangan Zat Gizi: Kekurangan protein dan vitamin C membatasi bahan yang dibutuhkan fibroblas untuk membentuk serta menstabilkan kolagen baru.
Apakah Fibroblast Bisa Diaktifkan Kembali?
Fibroblas yang masih sehat dapat dirangsang agar bekerja lebih baik dalam membentuk kolagen.
Istilah “mengaktifkan fibroblas” bukan berarti jumlah selnya langsung bertambah. Maksudnya, fibroblas didorong agar lebih aktif memperbaiki jaringan dan menghasilkan kolagen.
Aktivitas fibroblas juga tidak boleh berlebihan. Produksi jaringan yang berlangsung tanpa kontrol dapat menyebabkan bekas luka menebal atau keloid.
Namun, perawatan kulit tidak dapat mengembalikan kondisi kulit sepenuhnya seperti saat masih muda.
Biasanya bahan yang digunakan adalah retinoid dan vitamin C karena dapat mendukung proses pembentukan kolagen.
Cara Menjaga Fibroblast Tetap Aktif
Menjaga fibroblas berarti melindungi sel yang masih sehat dan mengurangi kerusakan pada jaringan kulit.
Langkah ini dapat dilakukan melalui perlindungan kulit dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
1. Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet
Paparan sinar ultraviolet dapat merusak fibroblas dan mempercepat pemecahan kolagen. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 membantu mengurangi kerusakan tersebut. Perlindungan ini mempertahankan kemampuan kulit untuk memperbaiki jaringannya.
2. Menggunakan Retinoid Secara Bertahap
Retinoid dapat mendorong kulit membentuk kolagen dan memperbaiki tanda penuaan. Bahan ini perlu digunakan secara bertahap karena dapat menyebabkan kulit kering. Jenis dan konsentrasinya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit.
3. Memenuhi Kebutuhan Vitamin C
Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen yang kuat dan stabil. Bahan ini juga melindungi kulit dari sebagian kerusakan akibat radikal bebas. Hasil serum vitamin C dipengaruhi oleh kualitas formulanya.
Baca Juga: Infus Vitamin C: Manfaat, Efek Samping, dan Prosedurnya
4. Menjaga Kelembapan dan Lapisan Pelindung Kulit
Kulit yang lembap memiliki lapisan pelindung yang lebih baik dalam menghadapi iritasi. Pelembap sebetulnya tidak secara langsung menambah jumlah fibroblas, tetapi menjaga kondisi kulit tetap stabil.
Misalnya pelembap dengan kandungan HA yang bisa bekerja menjaga air pada permukaan kulit.
5. Menghindari Rokok dan Mengontrol Gula Darah
Zat dalam asap rokok dapat merusak sel dan mengurangi aliran oksigen menuju kulit. Kadar gula yang terlalu tinggi juga dapat membuat kolagen menjadi lebih kaku. Kedua kondisi tersebut membuat fibroblas lebih sulit menjaga kualitas jaringan kulit.
6. Mengatasi Peradangan Kulit
Jerawat yang berlangsung lama dapat merusak jaringan kulit. Peradangan tersebut juga dapat mengganggu proses pembentukan dan penataan kolagen. Penanganan yang tepat membantu mengurangi risiko bekas luka menetap.
7. Mempertimbangkan Prosedur Stimulasi Kolagen
Beberapa prosedur klinik bekerja dengan memberikan luka mikro yang terkontrol. Rangsangan tersebut mendorong kulit memulai proses perbaikan dan membentuk kolagen baru. Jenis prosedur dan kekuatannya perlu disesuaikan agar tidak menyebabkan iritasi.
Apakah Skincare Bisa Menembus hingga Fibroblast?
Tidak semua bahan dalam skincare dapat mencapai fibroblas. Sel ini berada di lapisan dermis, sedangkan produk oles harus melewati skin barrier terlebih dahulu.
Kemampuan suatu bahan untuk masuk ke kulit dipengaruhi oleh ukuran molekul dan formulanya.
Karena itu, bahan yang bekerja baik pada penelitian laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika digunakan sebagai produk oles.
Retinoid memiliki bukti yang cukup baik dalam mendukung pembentukan kolagen. Vitamin C juga berperan dalam proses tersebut, tetapi hasilnya bergantung pada kestabilan dan kemampuan produk menembus kulit.
Bahan seperti peptide atau faktor pertumbuhan sering diklaim dapat mengaktifkan fibroblas. Namun, hasilnya tidak sama pada setiap produk sehingga klaim tersebut tidak langsung menjamin peningkatan kolagen di dalam kulit.
Fibroblast vs Kolagen, Apa Bedanya?
Fibroblas dan kolagen saling berhubungan, tetapi keduanya bukan hal yang sama. Fibroblas adalah sel yang membuat kolagen, sedangkan kolagen adalah protein yang menopang kulit.
Hubungan keduanya dapat digambarkan seperti pekerja dan hasil kerjanya. Fibroblas bekerja membentuk kolagen, sedangkan kolagen menjadi kerangka yang menjaga kulit tetap kuat.
Ketika kolagen rusak, lingkungan tempat fibroblas bekerja juga ikut melemah. Kondisi ini dapat membuat pembentukan kolagen baru berlangsung lebih lambat.
Mari simak perbedaan keduanya sebagai berikut:
| Aspek | Fibroblast | Kolagen |
| Pengertian | Sel hidup yang bekerja di dalam jaringan kulit | Protein yang membentuk struktur penopang kulit |
| Lokasi | Terutama berada di lapisan dermis | Tersusun di sekitar sel pada lapisan dermis |
| Fungsi | Membuat dan memperbaiki jaringan penunjang kulit | Menjaga kulit tetap kuat, padat, dan tidak mudah kendur |
| Saat menua | Aktivitasnya melambat dan menghasilkan lebih sedikit kolagen | Jumlah dan kualitasnya menurun sehingga kulit kehilangan kepadatan |
| Dalam perawatan | Dapat dirangsang agar mendukung pembentukan jaringan baru | Menjadi salah satu hasil dari proses perbaikan kulit |
Fibroblast, Myofibroblast, dan Keloid
Ketika kulit terluka, sebagian fibroblas berubah menjadi myofibroblast. Sel ini membantu menarik bagian tepi luka agar menutup dan membentuk jaringan pengganti.
Setelah luka pulih, aktivitas myofibroblast seharusnya berkurang. Jika proses tersebut terus berlangsung, kolagen dapat menumpuk dan membuat bekas luka semakin tebal.
Kondisi ini dapat terjadi pada bekas keloid atau luka hipertrofik. Keloid biasanya tumbuh melewati batas luka awal dan tidak menunjukkan bahwa fibroblas bekerja lebih sehat.
Orang yang memiliki riwayat keloid perlu berhati-hati sebelum menjalani prosedur yang membuat luka mikro. Dokter perlu menilai risiko dan memilih perawatan sesuai kondisi kulit.
Baca Juga: Cara Mengobati Koreng yang Tak Kunjung Sembuh: Tuntas & Aman
Kapan Harus Berkonsultasi?
Kamu sebaiknya berkonsultasi jika kulit semakin kendur. Pemeriksaan juga diperlukan apabila bekas luka terus menebal atau muncul keluhan berkepanjangan setelah menjalani prosedur kulit.
Kamu dapat konsultasi dan buat janji temu untuk mengetahui penyebab keluhan dan pilihan perawatan yang sesuai.
Kondisi masalah kulit tidak selalu disebabkan oleh penurunan aktivitas fibroblas.. Setelah kondisi kulit dinilai, dokter dapat mempertimbangkan perawatan pendukung seperti Skin Booster Treatment atau Rejuran HB berdasarkan kebutuhan kulit.
Kamu bisa cari lokasi klinik Sozo Skin terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan langsung atau jelajahi layanan Sozo Skin Clinic lainnya sebelum menjadwalkan pemeriksaan.
FAQ seputar Fibroblast
Masih banyak orang yang bingung terkait dengan fibroblas. Artikel berikut sudah mengumpulkan beberapa pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya:
1. Apa Itu Fibroblast pada Kulit?
Fibroblas adalah sel yang banyak ditemukan pada lapisan dermis, yaitu lapisan kulit di bawah permukaan. Sel ini berperan dalam membentuk kolagen, elastin, dan asam hialuronat alami. Ketiga komponen tersebut membantu menjaga kulit tetap kuat, lentur, dan terhidrasi.
2. Di Lapisan Kulit Mana Fibroblast Berada?
Fibroblas berada di lapisan dermis. Sel ini tersebar pada bagian dermis yang dekat dengan permukaan maupun bagian yang lebih dalam. Lokasinya memungkinkan fibroblas mendukung struktur kulit sekaligus membantu proses penyembuhan.
3. Apakah Fibroblast Sama dengan Kolagen?
Fibroblas dan kolagen merupakan dua hal yang berbeda. Fibroblas adalah sel hidup yang memproduksi dan mengatur kolagen, sedangkan kolagen merupakan protein penopang kulit. Sederhananya, fibroblas dapat dianggap sebagai pembuatnya dan kolagen adalah hasilnya.
4. Apakah Fibroblast Menghasilkan Hyaluronic Acid?
Ya, fibroblas membantu menghasilkan asam hialuronat alami di lapisan dermis. Zat ini mengikat air di dalam jaringan sehingga kulit tetap terasa kenyal dan terhidrasi. Namun, kelembapan kulit juga dipengaruhi oleh lapisan pelindung kulit serta sel lain di epidermis.
5. Apakah Jumlah Fibroblast Berkurang Seiring Usia?
Seiring bertambahnya usia, aktivitas fibroblas dapat ikut menurun. Sebagian sel masih berada di dalam kulit, tetapi bekerja lebih lambat dalam menghasilkan kolagen dan memperbaiki jaringan.
6. Apakah Retinol Bisa Mengaktifkan Fibroblast?
Retinol dapat mendukung proses pembentukan kolagen dengan memengaruhi cara sel kulit bekerja. Penggunaannya secara rutin dapat membantu memperbaiki garis halus dan tekstur kulit secara bertahap.
7. Apakah Vitamin C Merangsang Produksi Kolagen?
Vitamin C dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan kolagen yang kuat dan stabil. Bahan ini juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sebagian kerusakan akibat radikal bebas.
8. Apakah HIFU dan Microneedling Mengaktifkan Fibroblast?
HIFU dan microneedling dapat memberi rangsangan terkontrol yang memicu proses perbaikan alami kulit. Dalam proses tersebut, fibroblas dapat meningkatkan pembentukan dan penataan kolagen baru.
9. Apakah Fibroblast yang Terlalu Aktif Berbahaya?
Aktivitas fibroblas yang terlalu tinggi dan berlangsung terlalu lama dapat menyebabkan produksi jaringan yang berlebihan. Kondisi ini dapat membuat bekas luka menebal dan pada sebagian orang berkembang menjadi keloid.
Referensi
Fibroblasts: Origins, definitions, and functions in health and disease | ScienceDirect
Histology, Fibroblast | StatPearls
Fibroblast sources: Where can we get them? | PMC
What are Fibroblasts? | News Medical

